Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Toko Modern Boleh Dekat Pasar

Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir

Bondowoso – Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir membenarkan, bahwa dalam  Naskah Akademik (NA) Perda Nomor 5 Tahun 2020 tak ada kajian terkait jarak toko modern dengan pasar tradisional. Yakni, dari jarak 1.000 meter dipermudah hanya 50 meter. Sebab perda itu merupakan perubahan terhadap perda sebelumnya.

“Di naskah tidak ada, kan ini perubahan terhadap perda sebelumnya, yang mengatur jarak sebelumnya wajib 1.000 meter,” kata Ahmad Dhafir.

Baca Juga ----------------------------

Ia menerangkan, pengaturan jarak 1.000 meter atau 1 kilometer dari pasar tradisional akan mempersulit para pelaku usaha atau pemilik modal untuk berinvestasi di Bondowoso. Belum lagi, pengaturan jarak sebelumnya, ditemukan fakta adanya pelanggaran  toko modern yang berdekatan dengan pasar tradisional. Namun, pelanggaran itu tak ada sanksinya.

“Makanya, daripada diatur sedemikian rupa, kita beri kebebasan. Toh, pada akhirnya mereka tidak akan memanfaatkan peluang ini. Tetapi mereka senang berinvestasi di Bondowoso. Ketika sudah berinvestasi kita manfaatkan, untuk kepentingan masyarakat Bondowoso,” beber Dhafir.

Perubahan jarak itu, kata Ketua DPC PKB Bondowoso ini, adanya instruksi dari pemerintah pusat untuk  memberikan kemudahan kepada investor dalam menanamkan modal di daerah. Dengan begitu, bisa menciptakan lapangan kerja.

“Investor masuk Bondowoso, maka otomatis akan menciptakan lapangan kerja apa pun usahanya,” imbuh Dhafir.

Baca Juga ----------------------------

Di lain sisi, perubahan jarak ini tidak kemudian membuat pelaku usaha, akan langsung membangun toko modern di sepanjang jalan. Karena mereka tentu akan melakukan survei, studi kelayakan, daya beli masyarakat, dan lainnya.

“Kita beri ruang seluas-luasnya. Tetapi juga harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi mereka,” tuturnya.

Misal,sebanyak 80 persen pekerja harus warga Bondowoso. Kemudian harus memberikan pembinaan kepada toko kelontong sekitar. Termasuk juga, harus menyiapkan outlet untuk produk UMKM lokal dengan persentase 20 persen dari total produk yang dijual. (pan/zai/ekn)

Baca Juga ----------------------------
Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malangpost – Rabu (26/1), vaksinasi anak berlangsung di SDN Pandanwangi 03, Blimbing Kota Malang. Babinsa Pandanwangi, Pelda Slamet dan Serka Sunyitno mengawal vaksinasi di...

Malang Raya

Malangpost – Setelah Apel Gelar Pamor Keris pada Senin ( 24/1/2022 ) di halaman Balaikota Malang, tim gabungan Pamor Keris langsung menindaklanjuti dengan mengadakan...

headline

Malang Post –   Polresta Malang Kota kembali menerima tiga aduan baru dari 3 korban pelecehan seksual guru tari di wilayah Klojen. Tiga korban...

Malang Raya

Malang Post —  Bumdes memiliki peran vital menggerakkan perekonomian desa. Pasca ditetapkan menjadi Manajer Unit Pertanian dan Perikanan (UPP) Bumdes Joloarto Kecamatan Turen Kabupaten...

Malang Raya

Malangpost – Babinsa Kidul Dalem, Serda Gunawan bersama Dinas Sosial Kota Malang, bakti sosial di rumah warga Kidul Dalem.Yaitu, kediaman dari Subali, 74, warga...

News

Malang Post –  Lingkungan Umar Maksum RT 01/RW 02, Kedungkandang, Selasa (25/1/2022) siang mendadak geger saat ditemukan mayat di bawah jembatan sungai Amprong. Usai...

Beauty

Malangpost – Setiap wanita tentunya akan memiliki gaya dan jenis pakaian wanita yang tidak sama. Ada yang suka dengan gaya feminim dan ada yang lebih suka...

Malang Raya

Malang post – Kemenkumham korwil Malang deklarasi janji kinerja 2022 di Lapas Wanita Klas IIA Malang, Selasa (25/1). Jajaran samping, yaitu Kodim 0833 Kota...