Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Sidang Kasus Gratifikasi di Kab Malang, Saksi Romdhoni dan Heri Ungkap Penyerahan Uang Rp 3,5 M

KESAKSIAN : Sidang kasus gratifikasi di Kab Malang yang digelar Selasa (9/2/2021). Delapan saksi dihadirkan. Dua saksi untuk terdakwa Rendra Kresna, Romdhoni dan Heri Sujadi.( Foto: Aziz Tri P)

Malang – Dua saksi dimintai keterangannya oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK, khusus untuk terdakwa Rendra Kresna (No Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby).

Mereka hadir dalam sidang kasus gratifikasi proyek Dindik Kab Malang, Selasa (9/2/2021). Yaitu, Romdhoni (Kepala Dinas PU Bina Marga Kab Malang) dan Heri Sujadi (Kabid Fasilitas Jalan Dinas PU Bina Marga Kab Malang, bawahan Romdhoni).

Jaksa Eva Yustisiana mengejar keterangan saksi Heri Sujadi. Terkait penyerahan uang miliaran rupiah ke beberapa orang.

Termasuk penyerahan uang Rp 3,5 miliar ke Yudi Irianto, orang swasta yang dikenal sebagai orang dekat terdakwa Rendra Kresna saat menjabat Bupati Malang.

“Uang Rp 3,5 miliar itu uang dari mana?,” tanya Jaksa Eva. “Uang itu hasil keuntungan dari proyek-proyek swa kelola yang dikerjakan PL (Penunjukkan Langsung). Lalu atas perintah Pak Romdhoni (Kadinas PU Bina Marga Kab Malang) uang tersebut saya serahkan ke Yudi Irianto,” kata Heri Sujadi.

“Apakah ada perintah dari terdakwa Rendra Kresna untuk mengumpulkan uang dari proyek-proyek tersebut?,” cecar Jaksa Eva. “Saya tidak tahu. Yang jelas saya menurut perintah atasan saya. Pak Romdhoni untuk menyerahkan uang itu ke Yudi Irianto. Bahwa aliran uang tersebut akhirnya ke mana, saya tidak tahu,” kata Heri.

Saksi Heri Sujadi pun menceritakan kronologis penyerahan uang Rp 3,5 miliar tersebut ke Yudi Irianto. “Seingat saya tahun 2017. Saya mendapatkan perintah dari Kepala Dinas PU Bina Marga agar mengkondisikan proyek-proyek  swa kelola,” kata Heri.

Setelah selesai, terkumpul keuntungan Rp 3,5 miliar, lanjut saksi Heri. Maka, oleh Romdhoni disuruh menyerahkannya ke seseorang, yaitu Yudi Irianto.

“Uang itu dimasukkan ke dalam tiga tas. Lalu kami janjian bertemu di suatu tempat. Mobil kami berhenti berdekatan dan saya memindahkan tiga tas berisi uang Rp 3,5 miliar tersebut ke mobil Yudi Irianto,” lanjut saksi Heri Sujadi.

Jaksa Eva pun beralih mengajukan pertanyaan ke saksi Romdhoni. “Saudara meminta Heri Sujadi untuk mengumpulkan uang, ini atas perintah siapa? Perintah terdakwa Rendra Kresna?,” tanya Eva. “Intinya perintah itu tidak langsung dari Pak Rendra. Tapi dari Yudi Irianto dan Sando Junaidi,” kata Romdhoni.

“Saudara tahu apa hubungannya Yudi Irianto dengan Sando Junaidi?,” tanya Jaksa Eva. “Yang saya tahu, keduanya orang kepercayaan Pak Rendra Kresna,” kata Romdhoni.

Kuasa hukum terdakwa Rendra Kresna, Haris Fajar menyoroti muara aliran uang tersebut ke saksi Heri Sujadi maupun Romdhoni. Itu ditanyakan Haris setelah dirinya  diberi kesempatan oleh Ketua Majelis Hakim Dr Johanis Hehamony untuk bertanya ke saksi.

“Saudara tahu ke mana muaranya uang-uang yang dikumpulkan tersebut?,” tanya Haris ke saksi Romdhoni. “Tidak tahu,” kata Romdhoni. “Juga tidak ada perintah langsung dari Bupati Malang untuk mengumpulkan uang tersebut?,” lajut Haris. “Tidak ada perintah langsung dari Pak Bupati,” kata Romdhoni. “Cukup yang mulia,” kata Haris.

“Baik, sekarang bagaimana tanggapan Pak Rendra Kresna terhadap keterangan yang disampaikan dua saksi ini. Heri Sujadi dan Romdhoni,” kata Ketua Majelis Hakim Johanis Hehamony. “Pak Rendra Kresna, untuk saksi Heri Sujadi bagaimana tanggapannya?,” tanya Johanis. “Tidak tahu yang mulia,” kata terdakwa Rendra Kresna yang mengikuti sidang via video conference dari Lapas Porong, Sidoarjo.

“Untuk saksi Romdhoni bagaimana tanggapannya?,” lanjut Johanis. “Juga tidak tahu yang mulia,” kata Rendra. “Tidak tahu juga. Baik, keterangan saksi sudah, tanggapan terdakwa juga sudah. Masing-masing dengan konsekuensinya sendiri-sendiri,” kata Ketua Majelis Hakim Dr Johanis Hehamony SH MH. (azt/jan)  

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

headline

AMEG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang menyebut, aplikasi kawal dan jaga dana desa atau disingkat Si […]

Socialnet

AMEG – Di setiap kekurangan, pasti ada kelebihan. Pepatah itu benar adanya. Salah satunya, dimiliki oAhmad Syihab Athaillah (13). Warga […]

Malang Raya

AMEG – Pasca gempa berskala 6,1 SR, yang mengguncang wilayah selatan Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4/2021).  Jajaran TNI, khususnya Korem […]

Malang Raya

AMEG – Informasi warga meninggal posisi sujud saat shalat Maghrib, Senin (12/4/2021) di Bantur, tak lepas dari perhatian netizen Fesbuk […]

headline

AMEG – Beredar luas informasi warga meninggal posisi sujud saat shalat Maghrib, Senin (12/4/2021) petang di Bantur Kabupaten Malang.  Info […]

Pendidikan

AMEG – Pada tahun 2021 Unisma Malang kembali dipercaya menjadi mitra penyelenggara pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama […]

headline

AMEG – Pengoperasian Jembatan Kedungkandang sejak akhir tahun 2020  menjadi satu cara untuk mengurai kemacetan di Kota Malang. Tapi upaya […]

Malang Raya

AMEG – DPRD Kota Batu gelar Rapat Paripurna Teleconference tentang usulan tiga Raperda Inisiatif DPRD Kota Batu, Senin (14/4/2021) sore.  […]

headline

AMEG – Jika JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK menyampaikan tiga poin penting jawaban atau replik untuk pembelaan terdakwa Eryk Armando […]

Pendidikan

AMEG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang berupaya membangun SDM yang tangguh melalui puasa Ramadhan. Melalui acara Syiar Ramadhan, […]

Arema

AMEG – Skuat Singo Edan, terus berburu pemain. Termasuk di posisi striker asing. Ada beberapa kriteria yang harus dimiliki sosok […]

%d bloggers like this: