Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Longsor Lagi, Jalur Malang-Kediri Ditutup

IMBAU: Petugas menggunakan megaphone mengimbau pengguna jalan Pujon-Ngantang agar putar balik. (Foto: Istimewa)

Malang – Jalur Malang-Kediri via Batu/Ngantang/Kasembon/Pujon kembali ditutup Kamis (4/2) sore. Pasalnya, terjadi longsor lagi di Dusun Kedungrejo, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. 

Ini diafirmasi Bagyo Setiono, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Kamis pukul 20.00. Kepada Di’s Way Malang Post, Bagyo menegaskan telah terjadi longsor lagi, berdampak penutupan akses jalur. 

Baca Juga ----------------------------

Kapolsek Pujon AKP Supriyanto, senada menyebutkan adanya longsor sekitar pukul 17.30. Kondisi jalan tertutup longsor dan tidak bisa dilalui kendaraan. Area longsor perkiraan 10 meter. Tapi karena material cukup banyak, jadi tidak bisa dilalui arus lalu lintas. Penyebabnya hujan deras yang mengguyur wilayah Pujon. Dampaknya, longsor di tebing yang kemiringannya sekitar 90 derajat. 

Tidak ada korban saat kejadian. Penanganan sementara dilakukan pengalihan arus, kendaraan ke arah Pujon diputarbalikan, begitu pula dari Kediri. “Karena sekarang juga masih hujan, maka pembersihan dilakukan setelah hujan reda,” sebut Bagyo. 

Informasi update jalur bisa dilihat di akun Twitter City Guide 911 FM atau simak radio City Guide 911 FM, berjaringan atau konvergensi media bersama Ameg.id dan DI’s Way Malang Post.

Sementara itu, koordinator pencarian korban hilang bencana banjir Ngantang dari Basarnas, Ainul Mahdin mengklarifikasi informasi temuan satu orang korban jiwa. Ia menegaskan, pasutri yang hilang belum ditemukan hingga Kamis (4/2) sekitar pukul 14.50 wib.

“Belum ditemukan. Pencarian masih berlangsung. Untuk tahap kedua, lokasi pencarian dari titik hilang sampai Selorejo,” kata Ainul, Kamis (4/2). Belum ada petunjuk kuat yang dapat menjadi pintu mencari keberadaan pasutri Kamid-Sumiah. Petugas hanya menemukan sisa gubuk yang ikut terseret karena arus sungai saat banjir.

“Kami perkirakan, masih terhambat di Selorejo. Karena ada tumpukan sampah tebal,” katanya. Pasangan suami istri Kamid-Sumiah, asal RT 6 RW 1 Dusun Nglaju, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang. Mereka dilaporkan hilang terseret arus Kali Konto yang meluap akibat hujan deras, Selasa (4/2). (san/roz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post– Jabatan dan nama Kasat Pol PP Kota Batu, M Nur Adhim, dimanfaatkan untuk meminta dana ke pengembang di Kota Batu. Kasus ini...

Malang Raya

Malang Pos – Menyambut HUT ke 75 Bhayangkara  pada 1 Juli mendatang, Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia (Inkoppol) bersama Kapusdokkes Polri dan Karumkit Polda...

News

Malang Post – Satgas Covid-19 Kecamatan Sumbermanjing Wetan bersama sejumlah relawan mendirikan dapur umum. Untuk memenuhi kebutuhan makan warga Dusun Rowoterate Desa Sitiarjo selama...

Malang Raya

Malang Post – Dusun Rowoterate, Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang dinyatakan zona merah Covid-19. Pasalnya, 5 warganya, teridentifikasi positif Covid-19 pada Sabtu...

News

Malang Post – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Sumbermanjing Wetan benar-benar membatasi akses keluar masuk Dusun Rowoterate Desa Sitiarjo, sejak Minggu (20/6/2021). Langkah ini...

Malang Raya

Malang-Post – Pemerintah terus kebut vaksinasi Covid-19 untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).  Kali ini warga RW 03 Kelurahan Sumbersari menjalani vaksinasi Covid-19 pada...

Pendidikan

Malang-Post – Selain pendidikan, pengajaran dan penelitian, pengabdian pada masyarakat juga bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi. Itu juga dilaksanakan  tim dosen Universitas Muhammadiyah...

Malang Raya

Malang-Post – Empat bakal calon Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu harus bersaing keras memperebutkan posisi puncak. Sebelum melakukan uji kompetensi...