Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Hanya Lepas Dua Pemain

LATIHAN: Pemain Arema saat mendapatkan briefing dalam sesi latihan beberapa waktu lalu. Untuk musim 2021 mendatang, ada dua pemain lokal yang akan dilepas. (DI’s Way Malang Post)

Malang – Manajemen Arema FC tak ingin terburu-buru. Melakukan nego kontrak baru, terhadap pemainnya di skuad Liga 1 2020. Meski mayoritas menuntaskan durasi kontraknya, pekan kedua Februari 2021 ini.

Di satu sisi, keputusan itu rawan di tinggal hengkang pemain. Karena tak kunjung ada kepastian nasib mereka untuk Liga 1 2021/2022. Sedang manajemen Singo Edan, juga menunggu kepastian soal liga musim depan.

Baca Juga ----------------------------

‘’Kami telah menyampaikan ke semua pemain. Untuk kompetisi musim baru Liga 1 2021/2022, manajemen ingin mempertahankan sebagian besar pemain. Tetapi kami tak bisa memutuskan, untuk memperpanjang kontrak mereka saat ini. Bagaimana jika kontrak diperpajang, namun kompetisi tetap tidak jalan. Siapa yang tanggung jawab?’’ Ungkap Manajer tim Singo Edan, Ruddy Widodo.

Tak hanya Arema FC, 17 klub anggota Liga 1 pun, kini tengah dihimpit kegamangan. Terkait nasib kompetisi musim berikutnya. Izin dari kepolisian tak kunjung turun. 

‘’Jujur saja, kami memang ingin segera menginvestasi kontrak baru pemain. Dari 24 pemain yang tersisa, kami berencana melepas maksimal dua pemain lokal saja. Sisanya yang 22 pemain, termasuk dua pemain asing dari Brasil, akan dipertahankan,’’ tambah Ruddy.

‘’Tentu berikutnya, kami tinggal mencari tambahan pemain lokal dan dua asing baru untuk memenuhi kuota 30 pemain. Tapi itu tadi, saat ini kami belum bisa berbuat banyak. Belum ada kepastian kapan kick-off Liga 1 2021/2022. Yang bisa kami lakukan adalah memberikan komitmen ke pemain,’’ imbuh Ruddy Widodo.

Langkah utama yang dilakukan manajemen tim saat ini, kata dia, menanti PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), mendapatkan izin dari kepolisian. Di bawah Kapolri yang baru, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Termasuk memberi janji kepada pemainnya. Terkait jaminan 22 dari 24 pemain tetap dipertahankan. Untuk masuk skuad tim pada Liga 1 2021/2022 mendatang.

Kapten Arema FC, Hendro Siswanto secara terpisah mengakui, sampai saat ini belum ada komunikasi. Antara pihaknya dengan manajemen tim. Terkait masa depannya di Arema, dalam menghadapi musim 2021.

‘’Jadi saya sendiri juga belum dapat pastikan. Tetap di Arema atau tidak. Kita semua tahu, kompetisi musim 2021 juga belum ada kejelasan. Baik dari PSSI maupun izin dari kepolisian. Sebagai pemain, terpenting mana yang terbaik dan tercepat saja untuk musim depan,’’ katanya. (act/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Tabrakan Minggu (13/6/2021) pukul 08.00 di Jl Ki Ageng Gribig depan toko Kue Lumpur Bakar Kota Malang, menggegerkan warga sekitar. Pikap yang...

News

AMEG-Pandemi Covid-19, meluluhlantakkan sektor ekonomi. Berbagai macam potensi sumber anggaran, difokuskan untuk pemulihan ekonomi. Salah satunya pemanfaatan dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCT)...

Advertorial

Kamis, 18 maret 2021 Tax Center Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Isi e-SPT untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan kampus Universitas...

News

Malang – Baju sulit kering pada musim hujan akibat minimnya cahaya matahari , menjadi kekhawatiran banyak orang, khususnya ibu-ibu. Bagaimana tidak, selai tidak bisa...

News

Malang – Pecinta cerita serial fiksi trilogi The Hobbit pastinya cukup mengenali karakter dan kehidupan suku Hobbit. Yakni, makhluk fantasi yang memiliki ciri kecil,...

headline

APA BOLEH BUAT. Petani di Kabupaten Malang memotong separo saja padinya saat panen. Sisanya dibiarkan supaya tumbuh lagi bulir padi. Cara itu dilakukan karena...

News

Malang – Hujan lebat Minggu (14/3) sore, berdampak tanah dekat jurang yang labil. Longsor pun terjadi. Ini akibat derasnya arus sungai di tiga titik...

News

Malang – Pertanian merupakan salah satu sektor penggerak roda perekonomian di Indonesia. Namun kecenderungan Indonesia untuk mengimport bahan pangan pokok dari luar negeri masih...