Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

PPKM Total untuk Jawa – Bali, Saran Ganjar Terkait Kekecewaan Jokowi

Malang – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali, sudah hampir satu bulan dilaksanakan. Tetapi, Presiden Joko Widodo menilai, kebijakan tersebut masih belum menunjukkan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Senin (1/2) kemarin.

‘’Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat di tengah pandemi, sudah berjalan hampir sebulan. Hasilnya belum sejalan dengan yang kita inginkan,’’ kicaunya seperti dikutip dari akun Twitter @jokowi

Baca Juga ----------------------------

Presiden Jokowi pun menegaskan, kebijakan PPKM masih perlu disikapi dengan lebih tegas dan konsisten. Selain itu, masyarakat juga harus lebih disiplin dalam mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan.

‘’Kebijakan ini masih perlu sikap yang lebih tegas dan konsisten dari petugas. Serta kedisiplinan masyarakat, mematuhi protokol kesehatan,’’ kicau Presiden Jowoki.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga menyampaikan, kebijakan PPKM belum berjalan secara efektif, dalam rapat terbatas Tentang Pendisiplinan Melawan Covid-19 di Istana Bogor.

‘’Saya ingin menyampaikan mengenai yang berkaitan dengan PPKM tanggal 11 Januari sampai 25 Januari. Kita harus ngomong apa adanya. Ini tidak efektif,’’ ujarnya dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden Jokowi mengungkapkan, PPKM tidak berjalan secara efektif, karena tingkat mobilitas masyarakat masih tinggi.

‘’Mobilitas juga masih tinggi, karena kita memiliki indeks mobility-nya ada. Sehingga, di beberapa provinsi Covid-nya tetap naik,’’ ucapnya.

Oleh karena itu, Jokowi mengimbau Menteri Koordinator (Menko) terkait, agar dapat mengajak pakar epidemologi, untuk dapat membuat kebijakan yang lebih baik.

‘’Saya ingin menko ajak sebanyak-banyaknya pakar epidemolog, terkait dalam mendesain kebijakan itu betul-betul bisa lebih komprehensif,’’ tuturnya.

Presiden juga menuturkan, esensi dari PPKM yang diterapkan di Pulau Jawa dan Bali, seharusnya membatasi mobilitas masyarakat.

‘’Sebetulnya esensi dari PPKM ini kan membatasi mobilitas. Namanya saja kan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Tetapi yang saya lihat, diimplementasinya ini kita tidak tegas dan tidak konsisten, ini hanya masalah implementasi,’’ ucapnya.

Oleh karena itu, Presiden meminta seluruh pihak terkait, untuk benar-benar terjun ke lapangan agar dapat membuat kebijakan yang lebih baik lagi.

‘’Sehingga saya minta betul-betul turun ke lapangan. Ada di lapangan. Tetapi juga siap dengan cara-cara yang lebih praktis dan sederhana, agar masyarakat tahu apa sih yang namanya 3M itu,’’ ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengusulkan, agar seluruh kabupaten dan kota di Jawa Bali, menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. Dengan begitu, ia berharap kegiatan pembatasan mobilitas dapat lebih efektif dan kasus Covid-19 bisa diturunkan. 

‘’Evaluasi malam ini (kemarin, Red.), sekarang tinggal seminggu dan dirasa dampaknya kurang. Saya usulkan kepada pemerintah pusat, untuk seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Bali semuanya ikut PPKM,’’ kata Ganjar dalam keterangan resminya.

Usul tersebut sudah disampaikan Ganjar, dalam rapat koordinasi dengan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pada Minggu (31/1) lalu. Hal itu juga merespons pernyataan Presiden Joko Widodo, yang menyebut PPKM jilid pertama tidak efektif menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Dalam rapat yang diikuti jajaran Forkompimda dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju itu, Ganjar menegaskan, PPKM yang digelar serentak di seluruh Kabupaten/Kota Jawa Bali, diyakini akan memberikan dampak positif. Sebab, semua pihak akan serentak bergerak bersama-sama untuk berpartisipasi menekan angka penyebaran Covid-19.

Langkah itu, kata Ganjar, juga sudah dilakukan Jawa Tengah. Saat awal PPKM, awalnya hanya ada tiga daerah yang diusulkan menerapkan kebijakan itu, yakni Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya. (rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Koramil 0833/ 02 Kedungkandang bersama Muspika menggelar operasi yustisi untuk menegakkan protokol kesehatan covid-19. Ini juga sekaligus melaksanakan PPKM level 2...

Malang Raya

Malang Post – Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona berupaya terus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai imunitas terhadap penyakit dan virus....

Malang Raya

Malang Post — Berbagai macam cara dilakukan Pemkot Batu untuk melakukan percepatan vaksinasi kepada lansia. Terbaru Pemkot Batu bersama Batu Love Garden (Baloga) Jatim Park...

Malang Raya

Malang Post — Semakin melandainya angka kasus positif dan kematian akibat Covid-19, membuat kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful...

Malang Raya

Malang Post — Target pendapatan daerah Kota Batu mengalami penurunan sebesar Rp 99,8 miliar. Penurunan target tersebut terungkap saat pembahasan perubahan APBD 2021. Dengan begitu...

ShowBiz

Malang Post — Grup band rock asal Malang, d’Kross, akan berkolaborasi dengan pedangdut terkenal, Clara Gopa (Duo Semangka).  Ini menjawab rasa penasaran para d’Krosser (fans...

headline

Malang Post — Bianglala di Alun-alun Kota Batu mulai berputar kembali, Jumat (22/10/2021) tepat pukul 13.00 WIB. Setelah mati suri selama tiga bulan karena penerapan...

Malang Raya

Malang Post — Tepat pada Jumat (22/10/2021) adalah Hari Santri Nasional. Pandemi Covid-19 belum usai, tapi peran santri di Indonesia sangat besar untuk memajukan Indonesia....