Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Gula Lokal Macet Sanusi Surati Presiden

Bupati Malang, Sanusi. (DMP)

Malang – Masih menumpuknya gula lokal di gudang-gudang pabrik gula (PG) karena penjualan macet, mendapat perhatian Bupati Malang, HM Sanusi. Pemkab Malang berencana bersurat ke Presiden RI, Joko Widodo, untuk mendesak sejumlah investor menepati janjijinya. Yaitu, membeli gula petani lokal. 

Terutama, para investor yang mendapatkan kuota impor gula rafinasi dan telah membuat perjanjian dengan Asosiasi Petani Tebu Republik Indoensia (APTRI). Sebab, kebijakan impor gula yang dilakukan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, dinilai menjadi penyebab macetnya penjualan gula lokal di sejumlah daerah. Termasuk di Kabupaten Malang.

Baca Juga ----------------------------

Diberitakan DI’s Way Malang Post sebelumnya, masih ada sekitar 62 ribu ton gula yang saat ini menumpuk di dua PG di Kabupaten Malang. Yakni, PG Kebonagung di Kecamatan Pakisaji dan PG Krebet di Kecamatan Buluawang. “Kami nanti membantu dengan bersurat ke Presiden Jokowi langsung,” ujar Bupati Malang, HM. Sanusi, Selasa (26/1).

Sanusi mengatakan, penyuratan dilakukan agar Presiden bisanya mendesak investor  menepati janjinya untuk membeli gula dari petani lokal. Terutama investor yang mendapat kuota impor gula rafinasi. “Kemarin kan sudah janji untuk menekan kontrak dan dibatalkan. Nah, ini kami minta bantuan ke Presiden agar investor menepati janjinya,” imbuh dia

Menurut Sanusi, pedagang takut kulakan gula lokal karena lebih mahal daripada gula rafinasi atau gula mentah impor itu. Harga gula lokal Rp 10.800 per kilogram, tetapi kalau gula impor hanya sekitar Rp 7.000 per kilogram. Itupun gula sudah diolah. Kemudian, mereka jual sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) sekitar Rp 12.000. Makanya, mereka lebih memilih yang impor,” ujar Ketua DPD APTRI PG Kebon Agung, Dwi Irianto

Untuk itu, Dwi mengaku hanya ada satu cara untuk menjual puluhan ribu stok itu. Yakni, memaksa investor yang sudah berjanji membeli agar menepati komitmennya.

“Ya lewat Presiden itu. Agar investor itu membeli. Kalau tidak, petani lokal kami tekor. Mereka sudah keluar produksi, tetapi hingga kini belum dibayar,” pungkas Dwi Irianto.(riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Kemenangan besar diraih tim Arema FC Women. Tak tanggung-tanggung 26-0, pada laga pembuka  turnamen Women Open Sriwijaya FC Championship 2021, Minggu (13/6/2021). Bahkan...

Arema

Malang Post – Jelang 25 hari kick off kompetisi Liga 1-2021/2022, kubu Arema FC justru harus kehilangan satu dari tiga asisten pelatihnya, pekan depan. Padahal head coach anyar tim...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana telah mengklaim. Segera mendaratkan satu pemain bertahan. Dengan label tim nasional. Bahkan Crazy Rich dari Malang...

News

Malang Post – Tabrakan Minggu (13/6/2021) pukul 08.00 di Jl Ki Ageng Gribig depan toko Kue Lumpur Bakar Kota Malang, menggegerkan warga sekitar. Pikap yang...

Pendidikan

Malang Post – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah meluncurkan Program Kampus Merdeka untuk perguruan tinggi. Mendukung kebijakan tersebut, Universitas Negeri Malang (UM)...

News

Malang Post –  Usai antar istri berangkat kerja, seorang Ketua RT tertabrak KA Matarmaja di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, Jl  Zaenal Zakse...

News

Malang Post –  Usai tangani orang tertabrak kereta api, Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf, Minggu (13/6/2021) siang, baru saja masuk halaman Polsek, langsung berlari ke...

Malang Raya

Malang Post – Pemkab Malang yakin proyek pembangunan tol Malang-Kepanjen dimulai 2022. Apalagi, saat ini, proyek tersebut masih akan dibahas persiapan pembebasan lahannya oleh...