Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Polemik Siswi Non-Muslim Diminta Berhijab, SMKN 2 Padang Bakal Revisi Aturan

SMKN 2 Padang. (Foto : Istimewa)

Padang – Setelah hebohnya berita siswi non-muslim diminta mengenakan hijab, SMK Negeri 2 Padang bakal merevisi aturan terkait berpakaian di sekolah. Aturan baru tersebut  berisi penegasan bahwa pakaian berjilbab hanya diwajibkan untuk siswi muslim.

“Kita akan membuat tata tertib sekolah sesuai dengan masukan yang disampaikan oleh Ombudsman dan Kadisdik, bahwa pakaian berjilbab itu hanya wajib untuk yang beragama Islam,” kata Kepala SMK Negeri 2 Padang, Rusmadi, Senin (25/1) mengutip detikcom.

Baca Juga ----------------------------

Lewat aturan baru ini, pihak sekolah akan memberi ruang bagi murid nonmuslim untuk menentukan sendiri pakaian seragam yang akan dikenakan. Perubahan ini sekaligus untuk mencegah salah persepsi dalam penerapan aturan seragam di sekolah.

Ia juga menegaskan, masalah yang terjadi disebabkan  miskomunikasi dan pernyataan keliru dari salah seorang wakil kepala sekolah yang meminta semua murid mematuhi peraturan sekolah. Menurutnya,  pernyataan wakil kepala sekolah itu disorot seolah memaksa salah seorang siswi non-muslim harus memakai jilbab. Padahal tak ada satu aturan yang menyatakan kewajiban penggunaan hijab bagi siswi non-muslim.

“Wajib itu mematuhi peraturan, bukan wajib memakai baju muslim untuk orang nonmuslim,” kata Rusmadi.

Rusmadi juga memperlihatkan aturan sekolah yang dibuat dan diperbarui setiap tahunnya. Dari 13 pasal yang ada, ketertiban dan penampilan pakaian diatur dalam pasal 3. Tata tertib itu dikeluarkan tanggal 13 Mei 2020 dan ditandatangani Kepala SMK Negeri 2 Padang, Rusmadi.

“Tata tertib ini memang kita buat setiap tahunnya, berpedoman kepada tata tertib dan aturan-aturan sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan adu argumen antara salah seorang Wakil Kepala SMKN 2 Padang dengan orang tua siswi, terkait aturan sekolah yang berkaitan dengan penggunaan hijab. Hal tersebut lantas menuai kecaman dari berbagai pihak. Mendikbud Nadiem Makarin juga angkat bicara, dan meminta Pemerintah Daerah segera menjatuhkan sanksi bagi pihak – pihak yang terlibat. (dtk/anw)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Arema

Malang Post – Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana, akhirnya memperkenalkan secara resmi pemain anyarnya untuk kompetisi LiIga 1-2021/2022. Diego Michiels pada Rabu (16/6/2021)...

Arema

Malang Post – Arema FC hingga kemarin, masih belum memiliki pemain asing. Dari empat slot yang diperbolehkan, belum satupun dikenalkan. Tapi bukan lantas skuat Singo...

Arema

Malang Post – Selang 10 hari, sejak resmi ditetapkan sebagai Presiden Klub Arema yang baru, Gilang Widya Pramana kembali mencuatkan gebrakan baru. Utamanya terkait salah...

Pendidikan

Malang Post – Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng I. Abraham Lomi MSEE bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr F Yudi Limpraptono ST MT...

Pendidikan

Malang Post – Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona mengawal langsung vaksinasi Covid-19 bagi relawan, mahasiswa dan aktivis. Kamis (17/6/2021), Dandim menyambangi tempat...

Malang Raya

Malang Post – Saling lempar bola panas kini terjadi dalam dunia perparkiran Kota Batu. Antara Dishub Kota Batu dengan juru parkirnya. Lantaran keduanya, saling lempar...

Malang Raya

Malang Post – Dandim 0833/Kota Malang memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang pada Kamis (17/6/2021) siang....

Malang Raya

Malang Post – Kamis (16/6/2021), sebanyak 227 warga Kelurahan Pandanwangi, menjalani vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh petugas medis Puskesmas Pandanwangi.  Vaksinasi dilakukan di Aula...