Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Mulai Dilirik Klub Manca Negara

Jakarta – Terhentinya Liga 1 2020, membuat pemain-pemain Indonesia, mulai dilirik klub-klub dari negara lain. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia telah dihentikan, sejak pandemi virus corona melanda pada tahun lalu.

Kini, PSSI bahkan telah memutuskan membatalkan kompetisi Liga Indonesia musim 2020. Kekosongan kompetisi di Tanah Air pun, membuat sejumlah pemain akhirnya memilih hijrah ke klub negara lain. Salah satu pemain Indonesia yang sudah resmi pindah adalah Ryuji Utomo. Bek Persija Jakarta itu, dipinjamkan ke klub Liga Super Malaysia, Penang.

Baca Juga ----------------------------

Selain itu, ada Syahrian Abimanyu, yang direkrut oleh Johor Darul Takzim. Ada pula pemain berlabel timnas Indonesia, Todd Rivaldo Ferre, yang memperkuat klub Thai League 2, Lampang FC, dengan status pinjaman.

Selain nama-nama itu, masih ada beberapa pemain lain dari Indonesia yang menjadi incaran klub negara tetangga, Malaysia. Termasuk dua pemain Arema FC. Kebetulan keduanya di posisi striker. Yakni Kushedya Hari Yudo. Penyerang Arema FC yang sempat dipanggil TC timnas Indonesia itu, dikabarkan diminati oleh klub Malaysia Sabah FC. Klub ini, dilatih oleh mantan pemain timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Selain itu, dikabarkan Yudo juga diminati oleh Pahang FC. Menanggapi isu itu, manajemen Arema FC angkat bicara.

‘’Saya belum tanya ke Yudo. Tidak ada kabar dari dia. Saya malah tahu kabar ini setelah diberi tahu salah satu manajer tim lain,’’ kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

‘’Sampai saat ini Pahang tidak ada komunikasi ke klub. Yudo sendiri juga tidak ada komunikasi dengan klub terkait hal ini. Termasuk izin ke klub,” katanya.

Akan tetapi, jika isu itu benar, Arema FC tidak akan mempersulit pemain.
Pun dengan Dedik Setiawan. Pemain Arema FC ini, sempat dirumorkan diminati klub Thailand dan Malaysia. Kala itu, Dedik Setiawan dikabarkan tengah diincar Johor Darul Takzim. Akan tetapi, rumor transfer Dedik Setiawan ke klub Malaysia itu, juga dibantah oleh Arema FC.

Kemudian ada nama Febri Hariyadi, yang diminati juga oleh klub yang dilatih Kurniawan Dwi Yulianto, Sabah FC. Akan tetapi, karena terbentur syarat, Febri gagal bergabung dengan klub yang bermain di Liga Super Malaysia itu.

‘’Tim pelatih itu memperbolehkan untuk dipinjamkan ke Sabah,’’ kata Direktur Persib, Teddy Tjahyono, seperti diberitakan Kompas.com.

‘’Memang boleh dipinjamkan dengan syarat bahwa satu bulan sebelum Liga Indonesia mulai, Febri harus kembali bergabung dengan Persib,’’ kata dia.

Stefano Lilipaly juga dikaitkan dengan klub Malaysia, Sri Pahang. Kabar itu muncul dari cuitan jurnalis Astro Arena, Zulhelmi Zainal Azam.

‘’Pemain nasional Indonesia, Stefano Lilipaly berada dalam daftar calon impor Pahang. Tapi tidak bisa dipilih berdasarkan posisi tim yang membutuhkan striker dan bek asli untuk mengisi sisa kuota pemain impor,’’ tulis Zulhemi Zainal Azam, dikutip BolaSport.com. Sebelumnya, Stefano juga dirumorkan dengan Kedah, tetapi pihak klub tersebut telah membantah. (act/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang-Post – Komunikasi Sosial (Komsos) keluarga besar TNI jajaran Korem 083/Bdj berlangsung pada Kamis (24/6/2021). Bertempat di Aula Skodam V/Brawijaya Malang, Jl. Tugu, Kec....

Pendidikan

Malang-Post – Tren peningkatan kasus Covid-19 di Kota Malang tidak mempengaruhi rencana proses pembelajaran tatap muka (PTM). Sekolah yang semula sudah mulai menjalankan PTM,...

Pendidikan

Malang-Post – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, menggelar wisuda daring, Kamis (24/6/2021). Wisuda tatap muka belum dilakukan karena pertimbangan masih...

Malang Raya

Malang-Post – Aparat gabungan terus berupaya mencegah penyebaran virus corona. Salah satunya dengan menggencarkan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan. Dalam rangka PPKM Mikro...

Malang Raya

Malang-Post – Kamis (24/6/2021) pagi, aparat gabungan kembali menggelar operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan. Dalam rangka PPKM Mikro di wilayah Kedungkandang.  Bertempat di...

Opini

Setahun lebih telah berlalu, namun pandemi Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan usai. Justru, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan jumlah kematian makin...

Dahlan Iskan

Sang ayah kena Covid. Anaknya tiga. Satu anak di Atambua. Satu lagi di Amerika. Yang di Surabaya harus mencari obat yang sulit didapat: actemra....