Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Dana Desa Babadan Resahkan Warga

PERWAKILAN: Tiga warga desa Babadan Kecamatan Ngajum mewakili sebagian warga desa yang sudah mulai resah atas dugaan adanya pemanfaatan DD yang tidak sesuai.( Foto: Giman/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Ratusan warga Desa Babadan, Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang resah. Atas kepemimpinan Kepala Desanya. Pasalnya, ada beberapa hal yang diduga dinilai tidak berjalan sesuai dengan koridor. Terkait pemanfaatan Dana Desa (DD). 

Beberapa pemanfaatannya, diduga warga telah menyimpang. Adalah untuk badan usaha milik desa (BUMDes), papan reklame, pengadaan masker untuk penanganan covid-19 dan beberapa hal lain terkait infrastruktur. 

“Ada informasi. BUMDes mau disuntik anggaran Rp 50 juta. Tapi setelah kami cari informasi, termasuk ke Ketua BUMDes, ternyata tidak diturunkan,” ujar Tasmat warga desa yang didampingi Juma’in dan Martono. Maka warga pun membentuk Forum Penyelamat Desa (FPD) Babadan.

Hal lain yang kabarnya dianggarkan dalam DD, adalah terkait papan informasi, reklame atau imbauan. Tasemat menyampaikan, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 26 juta. “Tapi ya gak ada itu pembaruan papan informasi, baliho desa. Malah ada yang sudah lama mbulak (kusam.red) tapi tidak kunjung diperbarui sampai sekarang,” imbuhnya. 

Hal lain yang juga dikeluhkan terkait pengadaan masker. Sebagai upaya pengendalian covid. Sebagian warga mengaku tidak mendapatkan masker. Padahal menurut Tasmat dan beberapa warga lain, seharusnya semua warga mendapatkan masker. 

“Saya sendiri tidak tahu. Apakah sudah diberikan secara formalitas kepada warga atau belum. Namun yang jelas kami bersama beberapa warga desa lain tidak menerima masker. Bahkan saya sempat tanya ke salah satu perangkat desa yang sudah mundur. Seharusnya masker sudah diberikan maksimal bulan Agustus. Itu minimal masing-masing warga mendapat dua masker. Tapi nyatanya banyak yang tidak dapat,” jelasnya. 

Dirinya bersama warga lainnya mengaku Kepala Desa Babadan, Purwito, susah diajak komunikasi. Sehingga, mempersulit warga desa untuk menyampaikan keresahannya. “Warga desa banyak yang resah. Tapi mau ngomong juga tidak berani. Kepala Desanya juga susah, egois juga. Kami ini cuma ingin ada tranparansi, kami ini juga kepingin bisa diajak musyawarah dengan petinggi (Kepala Desa),” pungkas Tasmat.

Karena memiliki keterbatasan sumber daya, maka ia pun minta bantuan ke Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Konsultasi dan Mediasi Masyarakat Malang/Marjinal (LBH LK3M).

“Warga desa diwakili FPD Babadan ini, sudah memberikan kuasa. Saya menampung pengaduannya. Saya akan bergerak. Akan melakukan investigasi. Apakah benar yang disampaikan rekan-rekan ini,” ujar Ketua LBH LK3M, Agus Ghozali. 

Agus mengaku, dirinya akan berupaya agar Kepala Desa dan sejumlah warga bisa melakukan mediasi. Hal itu untuk mencari titik temu hal-hal yang sudah menjadi keluhan warga desa. 

“Kalau mediasi masih buntu, akan kami dalami perkara ini. Jika memang ada yang memenuhi unsur pidana, ya akan kami teruskan kepada pihak yang berwajib. Dalam hal ini Polres Malang. Jika mengarah ke perkara perdata, mungkin akan diarahkan ke pengadilan untuk class action,” terang Agus.

Dalam waktu dekat, ia berharap agar warga dan Kepala Desa Babadan berkenan melakukan mediasi untuk mencari titik temu. “Ya agar bisa dijadikan sebagai pembelajaran bagi semua pihak. Baik perangkat desa, maupun warganya. Terutama berkaitan dengan pemanfaatan DD,” pungkas Agus. (riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Malang Raya

AMEG – Apel gelar pasukan pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1442 H  digelar di halaman Balaikota Malang, Jl. Tugu No.1, […]

Beauty

AMEG – Kelor, sudah akrab di telinga masyarakat kita. Turun-temurun dikenal sebagai tanaman yang berfungsi untuk mengusir makhluk halus. Mitos […]

Malang Raya

AMEG – Sejumlah masjid dan mushola sejak pagi sudah mempersiapkan gema takbir, dengan menerapkan protokol Kesehatan ketat. Rabu (12/5/21) petang […]

headline

AMEG – Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM bersama Kapolres Malang, Dandim 0818 Malang-Batu, dan Wakapolres Batu, memimpin Rakor Pariwisata, […]

Ekobis

AMEG – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, ternyata logam mulia masih menjadi salah satu barang yang diburu. Meskipun […]

Pendidikan

AMEG – Universitas Negeri Malang (UM) melalui channel Youtube menggelar kegiatan sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Aktivitas Mahasiswa (SIMAWA) pada Selasa […]

Ekobis

AMEG – Harga kebutuhan bahan pokok di Batu menjelang  Hari Raya Idul Fitri 1442 H, mulai naik. Kepala UPT Pasar […]

headline

AMEG – Lampu byar pet alami konsleting listrik menyulut kobaran api, Rabu (12/5/2021) tengah malam di sudut Dusun Nanasan RT01/ […]

Pendidikan

AMEG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali lakukan pendampingan dan pengembangan desa wisata. Kegiatan ini berangkat dari kerja sama yang […]

Malang Raya

AMEG – PT KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan uji coba pengoperasionalan Stasiun Malang Baru yang berada di sisi timur. […]

%d bloggers like this: