Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Pemkab Belum Tentukan Sanksi Penolak Vaksin

Drs HM Sanusi MM, Bupati Malang. (DI’s Way Malang Post)

Malang – Kabupaten Malang, akan mendapatkan jatah vaksin Covid-19 pada awal Februari mendatang. Untuk tahap pertama baru didapat 8.000 dosis vaksin. Yang hanya bisa menyasar 4.000 tenaga kesehatan (nakes). Karena setiap nakes, mendapatkan dua kali vaksinasi.

Padahal pengajuan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, terdapat 5.728 nakes yang harus mendapatkan vaksinasi. Artinya dibutuhkan 11.516 dosis vaksin. Tetapi Pemprov Jatim hanya mengambulkan 8.000 dosis vaksin. Jatim sendiri mendapat jatah 317 ribu vaksin untuk tahap pertama.

Baca Juga ----------------------------

Ternyata selain jumlah vaksin yang kurang, Pemkab Malang juga belum bisa memberikan tindakan khusus, apabila ada pihak yang menolak divaksin.

‘’Untuk sementara ini, kami masih melihat ketentuan aturan dan undang-undangnya seperti apa. Bagaimana kalau ada warga yang menolak diberi vaksin,’’ ujar Bupati Malang, HM Sanusi.

Bupati yang kembali terpilih ini beralasan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan pijakan dari pusat, terkait penolakan vaksinasi tersebut. Padahal tanpa adanya ketentuan dari pusat, Sanusi mengaku tidak bisa memberikan tindakan.

‘’Karena kami jelas tidak bisa memberikan aturan, yang tidak sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat,’’ katanya.

Pernyataan Sanusi tersebut, diamini Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat. Dalam pernyataannya, Pemkab Malang sejauh ini belum mempertimbangkan pemberian sanksi, bagi warga yang menolak pemberian vaksin Covid-19.

Karena dari pengamatan Pemkab Malang sejauh ini, masyarakat terbilang cukup bisa menerima, terhadap kebijakan pemberian vaksinasi tersebut. Apalagi Presiden Republik Indonesia (RI), para pejabat sipil dan militer di pusat, hingga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, telah bersedia menjadi orang pertama di pemerintahan masing-masing, untuk disuntik vaksin Covid-19.

‘’Sejauh ini kami belum mempertimbangkan pemberian sanksi. Namun jika memang ada penolakan, kami akan mengambil langkah untuk memberikan pemahaman terhadap mereka, yang menolak pemberian vaksin,’’ ujar Wahyu. (kkw/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post — Brakkk!!!! Mobil Box N 9187 TI, Senin (18/10/2021) pukul 14.45 WIB menabrak teras rumah warga di Jl Raya Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Teras...

News

Malang Post — Dua korban luka parah akibat tabrakan, Minggu (17/10/2021) siang di Jl Raya Wendit Timur Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tabrakan ini melibatkan...

News

Malang Post — Diduga depresi masalah ekonomi, seorang penjual bakso Bareng, mengakhiri hidupnya. Senin (18/10/2021) siang, korban ditemukan tidak bernyawa di belakang gedung Kartini atau...

Malang Raya

Malang Post – Hari ini, Senin (18/10), ada ratusan warga di sejumlah lokasi yang menerima suntikan vaksin. Pertama, vaksinasi di balai RW 02 Kel...

Malang Raya

Malang Post – Tim gabungan penanganan covid-19 di Kota Malang tidak henti-hentinya menggelar operasi yustisi untuk mengingatkan adanya PPKM level II. Minggu, 17 Oktober...

headline

Wujudkan Harapan Warga, Dorong Indonesia Bangkit Malang Post – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meraskan sendiri menginap di home stay Desa...

Malang Raya

Malang Post – Letak geografis dan topografi Desa Oro-oro Ombo yang berada di sebelah selatan lereng Gunung Panderman, menawarkan panorama Kota Batu nan indah...

Pendidikan

Malang Post – Tax Innovation (Tax-i) Competition 2021 merupakan event tingkat nasional terbaru yang diselenggarakan oleh Tax Center Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM)....