Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Pejabat Pemkab Siap Divaksin, Tapi Belum Disetujui

Wahyu Hidayat, Sekda Kabupaten Malang. (Rizky Wijaya/DI’s Way Malang Post)

Malang – Sepuluh nama pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, yang diajukan untuk mendapat vaksin pertama, ternyata masih belum mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

Dari informasi yang dihimpun, dari 10 pejabat tersebut, termasuk Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Malang dan beberapa pejabat lainnya. 

Baca Juga ----------------------------

Saat ini, Pemkab Malang juga tengah melakukan berbagai upaya. Untuk meyakinkan masyarakat terkait vaksin Covid-19. Seperti sosialisasi. Termasuk juga dengan mengajukan 10 pejabat Pemkab Malang, adalah bagian dari meningkatkan kepercayaan masyarakat.  

‘’Dari 10 yang kita ajukan, sebenarnya belum disetujui oleh Pusat. Apabila disetujui, kita akan menambah lima pejabat lagi untuk di vaksin. Tapi belum ditentukan, siapa kira-kira yang cocok,’’ ujar Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat. 

Selain itu, dengan beredarnya video di sejumlah media sosial, terkait para pejabat yang menyatakan kesiapannya untuk divaksin, diharapkan membuat masyarakat semakin. Terhadap vaksinasi, sebagai upaya penanganan Covid-19.

Sementara itu, saat ini tenaga kesehatan (nakes) yang akan bertugas melakukan vaksinasi kepada masyarakat, juga sedang dalam masa pembinaan. Sebelum nantinya akan bertugas, yang diperkirakan pada bulan Februari mendatang.

‘’Saat ini, vaksinator masih dalam tahap pembinaan, menjelang hari H pelaksanaan vaksinasi, Februari 2021 mendatang,’’ imbuh Wahyu. 

Sedangkan untuk jumlah dosisnya, dari informasi yang dihimpun, Kabupaten Malang mendapat 8.000 dosis vaksin. Menurutnya jumlah tersebut dinilai masih kurang. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, sebenarnya telah mengajukan sebanyak 5.728 orang untuk divaksin pada tahap pertama. Dengan setiap orang mendapat dua dosis vaksin. Artinya, kebutuhan vaksin dari jumlah yang diajukan adalah sebanyak 11.516 dosis

‘’Itu sebenarnya masih kurang ya. Tapi kita masih menunggu kepastian dari Dinas Kesehatan. Biar bagaimanapun, Dinkes yang melakukan pendataan. Mana yang harus diutamakan mana yang tidak,’’ pungkas wahyu. (riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...