Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Jaksa Kepanjen Ciduk Buronan Asusila

JEMPUT PAKSA: Tim Jaksa Kepanjen menggiring terpidana Abdur Rohman (paling depan) yang buron setahun. (Foto: Istimewa)

Malang – Buron sekitar setahun. Terpidana kasus asusila asal Gondanglegi diringkus tim Jaksa Eksekutor Kejari Kepanjen Kabupaten Malang, kemarin. Terpidana bernama Abdur Rohman. Ia dieksekusi di rumahnya di Desa Bulupitu. 

Eksekusi dipimpin Kasipidum Sobrani Binzar bersama Kasi Intelejen Ardian Wahyu Eko Hastomo. Timnya: Kasubsi Pra Penuntutan Pidum Misael Asarya Tambunan, Kasubsi Sospol Intelijen M Agung Wibowo, Kasubsi Penuntutan Pidum Rendy Aditya serta Jaksa Eksekutor Sucihana.

Baca Juga ----------------------------

Upaya ini berdasarkan putusan Pengadilan Mahkamah Agung RI Nomor: 94 K/Pid.Sus/2019 tanggal 15 April 2019, yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkrah). Terpidana terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 81 ayat 1 dan 2 juncto pasal 76 D UU no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen di RS Wava Husada. Selanjutnya terpidana dimasukan ke Lapas Lowokwaru. Terpidana buron kurang lebih satu tahun. Sejak putusan Mahkamah Agung berkekuatan hukum tetap. Terpidana bersembunyi dengan berpindah-pindah domisili di beberapa tempat,” ujar Sobrani Binzar.

Tindakan asusila dilakukan 2017 bulan April. Saat itu, Rohman bersama beberapa rekannya melakukan terhadap anak di bawah umur, berinisial SAS (12). “Korban dipanggil ke rumah terpidana. Korban menolak. Selanjutnya BY (saat ini masih buron.red) menarik tangan korban. Saat di dalam rumah, BY dan MS (sudah ditangkap.red) membekap mulut korban,” jelas pria yang akrab disapa Banie ini. 

Di dalam rumah, BY dan MS bergantian menggagahi gadis belia tersebut. “Setelah itu datang terpidana bersama IM (berstatus buron.red). Lalu  berkata ‘ayo gantian’. Setelah itu, terpidana menyetubuhi korban. Sementara BY masih membekap mulut korban. Itu dilakukan bergantian,” ungkapnya. Terpidana Rohman, berdasarkan putusan Pengadilan Mahkamah Agung dijatuhi hukuman 3 tahun, denda Rp 2 juta subsider 1 bulan penjara. (riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Wisata

Malang Post – Butuh refreshing di tengah pandemi? Cari tempat menginap sekaligus piknik atau camping? Bisa mencoba di HARRIS Hotel & Conventions Malang. Hotel dengan...

Pendidikan

Malang Post – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa memberikan kontribusi dan perhatiannya bagi masyarakat luas. Kampus Putih juga terus memberikan manfaat bagi siapapun yang membutuhkan....

Malang Raya

Malang Post – Polresta Malang Kota kembali melakukan serbuan vaksinasi dosis pertama di Lapas Kelas I Malang, Selasa (28/9/2021). Dalam kegiatan ini, Polresta Malang Kota...

Kriminal

Malang Post – Upaya Satuan Reskrim Polresta Malang Kota berhasil mengungkap pembunuh di Jalan Emprit, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pelakunya, tidak lain, suami siri korban...

Malang Raya

Malang Post – Forum lalu lintas Kota Batu mulai merumuskan penerapan pembatasan kendaraan dengan sistim ganjil genap. Rumusan tersebut sesuai dengan Inmendagri Nomor 43 tentang...

Malang Raya

Malang Post – Kota Batu jadi kota ke-9 di Jatim yang mencapai herd immunity vaksinasi Covid-19. Sebelumnya, delapan daerah di Jatim telah mencapai herd immunity...

News

Malang Post — Bau busuk menyengat terjepit bebatuan karang pantai Jonggring Saloka, masuk Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Selasa (28/9/2021) pagi, warga pencari rumput...

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meraih Juara II Kompetisi Debat Hukum Online Nasional Dies Natalis 26th of Sharia Economic...