Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Satpol KWB Tindak 27 Pelanggar Prokes

Batu – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Wisata batu (KWB) sudah berjalan sejak Senin (11/1). Namun, dalam penerapannya masih saja ada masyarakat yang melakukan pelanggaran. Padahal, sebelumnya juga telah dilakukan sosialisasi. 

Kepala Satpol PP Kota Batu, M Nur Adhim, mengatakan untuk jalannya PPKM selama ini secara umum telah sesuai dengan ketentuan. Meski begitu, masih saja ada yang melanggar. Namun masih dalam taraf wajar. 

Baca Juga ----------------------------

“Untuk pelaksanaan operasi kami mulai sejak pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB. Yang terbagi menjadi dua shift. Dengan total yang terlibat 182 personel,” ujar Nur Adhim kepada DIs Way Malang Post, Kamis (14/1). 

Menurutnya, tim gabungan itu berasal dari Satpol PP, Polri, TNI, BPBD, Dishub, Diskumdag, dan Dinas Pariwisata. Tak hanya itu, dalam setiap kecamatan juga dilaksanakan kegiatan serupa oleh Satgas Covid-19 pada tingkat kecamatan dan tingkat desa. 

Dalam setiap operasi itu, pihaknya menyasar tempat-tempat yang menjadi kerumunan orang. Misal, tempat-tempat wisata, mal, restoran, kafe, dan pasar. “Selain itu kami juga melakukan operasi di Alun-alun Kota Batu, serta penertiban jam malam pada pedagang kaki lima (PKL) yang ada di kawasan alun-alun,” ujarnya. 

Diungkapkan Adhim, dalam setiap operasi, pihaknya juga sering mendapat keluhan dari masyarakat. Terutama dari para pelaku usaha dan para pedagang. “Untuk para pelaku usaha kebanyakan mengatakan jika situasi pandemi Covid-19 sudah membuat mereka berat, ditambah lagi dengan pemberlakuan PPKM menjadi tambah berat lagi,” katanya. 

Selain itu, lanjut dia, para pedagang yang baru buka setelah Maghrib juga mengeluhkan hal sama. Dengan adanya PPKM ini mereka mengeluhkan tidak bisa berdagang. Karena adanya pemberlakuan jam malam hingga pukul 19.00 WIB. 

Berdasarkan data yang dihimpun tim Satpol PP Kota Batu, mulai hari Senin (11/1) hingga Rabu (13/1), Satpol PP bersama tim gabungan yang melakukan operasi berhasil menindak 27 pelanggar protokol kesehatan (prokes). 

“Sementara itu, untuk pelanggaran prokes bagi tempat usaha, seperti para penjual makanan dan minuman, hingga kini masih belum ditemukan,” katanya. 

Sedang untuk pelanggaran melebihi jam operasi bisa dikatakan sangat banyak. Yakni sebanyak 114 pelanggaran jam operasional yang dilakukan oleh restoran dan warung makan. Tak hanya itu, selama melakukan operasi, pihaknya juga menindak satu minimarket yang melanggar jam operasional.(ano/ekn) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Ia tergolong barisan from zero to hero zaman baru: Siboen. Si juara YouTuber di kelasnya. Si orang desa. Si anak buruh tani. Si penderita...

Malang Raya

Malang Pos – Tidak semua daerah memiliki pusat pengaduan atau layanan panggilan darurat seperti Kota Malang, yakni Ngalam 112. Para operator bertugas selama 24...

Malang Raya

Malang Post – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang tukang jahit berinisial M (50) asal Desa Pesanggrahan menjadi cermin masih maraknya kasus pelecehan seksual...

headline

Malang Post – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Nine Café & Karaoke, Malang, sepertinya bakal panjang. Pasalnya kuasa hukum pelapor MT, Rudy Murdhani...

Malang Raya

Malang-Post – Upacara Pembukaan Persami dan Pengukuhan Pengurus Saka Wira Kartika (SWK) TW. II TA 2021 Kodim 0833/Kota Malang digelar pada Sabtu (19/6/2021) pagi. ...

Malang Raya

Malang-Post – Sabtu (19/6/2021) pagi, operasi yustisi penagakan disiplin protokol kesehatan,  dalam rangka PPKM Mikro kembali digelar di wilayah Kedungkandang. Tepatnya di depan Kantor...

Dahlan Iskan

Hari ini ada peringatan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Besar-besaran. Lho! Hari ini kan tanggal 19 Juni? Bukankah seharusnya 4 Juli? Itulah. Baca Juga ----------------------------...