Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Ceklab.id, Start Up Deteksi Dini Kesehatan

MOMEN: Ttim ceklab.id ketika mengikuti ajang Nextday Summit 2019. (Foto: Humas Unair )

Surabaya – Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kembali membuahkan hasil karya solutif berupa startup medis. Dia adalah Caesar Givani yang akrab disapa dr. Caesar. Ia alumnus FK Unair angkatan 2009.

Sebagai seorang dokter, Caesar sangat peka terhadap permasalahan kesehatan yang kronis di Indonesia. Menurutnya, salah satu faktor yang memicu suburnya penyakit adalah kurang tanggapnya pemberlakuan deteksi dini.

Baca Juga ----------------------------

“Saya miris melihat banyak pasien yang datang dengan penyakit yang telah komplikasi. Harus amputasi, pasang ring jantung, dan lain sebagainya,” ungkap dr Caesar, dikutip dari Rilis Pers Pusat Komunikasi dan Informasi Publik Unair, Senin (11/1).

Berangkat dari hal itu, Caesar mengaku tergerak untuk mendirikan startup Ceklab.id sebagai sebuah solusi mutakhir. Ceklab.id hadir membawa visi, bahwa semua masyarakat berkesempatan memperoleh deteksi dini terhadap kondisi kesehatannya.

Selain itu mengedepankan faktor kemudahan, ekonomis, dan kenyamanan. Dengan begitu, sambung dr. Caesar, masyarakat akan lebih sehat, panjang umur, dan biaya kesehatan di Indonesia dapat turun secara signifkan.

Ceklab.id hadir dalam wujud aplikasi mobile dan juga website httpps://www.ceklab.id. Calon pengguna dapat mengakses dan mengunduh platform itu melalui gawai masing-masing. Selanjutnya dapat mendaftar dan memesan dokter yang akan mendatangi pasien ke rumah atau kantor.

“Fiturnya terdapat tes swab, rapid Covid-19, medical checkup rutin, tes infeksi menular seksual, tes persiapan menikah, dan masih banyak lagi. Tentu dengan harga terjangkau,” sebut peraih juara II Indonesian Innovation Forum Baparekraf 2019 itu.

Hal yang menarik adalah hasil cek medis dapat keluar lebih cepat jika dibandingkan dengan rumah sakit konvensional. Selain itu, ceklab.id telah melayani lebih dari 35.000 pasien di belasan kota di Indonesia.”Kami berdiri sejak Mei 2019 dan menggenggam erat visi kami demi masyarakat Indonesia yang sehat,” imbuh peraih LPDP 2016 itu.

Ceklab.id hadir sebagai sebuah solusi untuk memberantas penyakit sejak dini. Secara cepat, tepat, aman, nyaman, dan harga terjangkau. Ke depan, dr. Caesar mengaku terus berimprovisasi demi kenyamanan dan kebutuhan pasien. Selain itu, tak lupa memperlebar sayapnya demi menebarkan kesehatan yang menyeluruh.

“Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak. Mulai perusahaan, kementerian, dan investor. Kami akan fokus melayani seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan deteksi dini berbagai penyakit. Termasuk pada era pandemi Covid-19,” pungkasnya. (azt/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post —  Aliansi Mahasiswa Kota Malang menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kota Malang dalam rangka evaluasi kinerja dua tahun pemerintahan Joko Widodo...

Olahraga

Malang Post – Pemkot Batu melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu bakal menyiapkan ganjaran setimpal bagi atlet asal Kota Batu yang berhasil...

Malang Raya

Malang Post – Sekitar seribu orang mengikuti serbuan vaksin dosis I dan ll di Balai Kota Jalan Tugu nomor 1 Kelurahan Kidul Dalem Kecamatan...

Malang Raya

Malang Post – Sebanyak 160 orang warga Kelurahan Purwantoro, Blimbing Kota Malang mendapatkan vaksinasi covid-19. Ratusan warga tersebut menerima vaksin dosis 1 jenis Sinovac....

Malang Raya

Malang Post –  Proses pembangunan pasar besar Kota Batu bakal segera dimulai dalam waktu dekat ini. Menyusul schedule lelang kontrak pembangunan akan dilakukan 9...

Malang Raya

Malang Post –  Parkir sembarangan di bahu jalan tanpa menaruh isyarat atau tanda peringatan dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan. Awas pula, kabur dari keterlibatan kecelakaan...

News

Malang Post –  Lahan tebu dekat SMAN 1 Ketawang Gondanglegi, Kamis (28/10/2021) siang terbakar misterius. Proses pemadaman berlangsung 2 jam lebih dan anggota Damkar...

Malang Raya

Malang Post – Sempat viral pelanggaran PPKM level 3, sebuah Kafe bernama Prestone Cafe. Lantaran menggelar acara tanpa menerapkan prokes ketat dimasa pandemi Covid-19....