Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Dua Pilot di Sriwijaya Air SJ-182

42 KANTONG: Tim Basarnas hingga Senin (11/1/2021) sore, mengamankan 40 kantong jenazah dan dua kantong serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Selain pilot Sriwijaya Air SJ 182, Captain Afwan. Ada juga Didik Gunardi (49). Ia pilot NAM Air. Sebagai penumpang Sriwijaya Air SJ-182, yang jatuh Sabtu (9/1). Hingga saat ini, keluarga belum mendapatkan informasi pasti tentang Didik.

Saat menunggu kabarnya, Inda Gunawan (57) menceritakan kesan yang dia ingat tentang adiknya itu. Didik merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Di antara keempatnya, Didik dinilai sebagai anak yang paling cerdas.

“Kalau dibandingkan tiga saudaranya, dia paling cerdas. Baik dari segi akademis dan lainnya. Paling cerdas dan orangnya mandiri ya,” kata Inda di perumahan kediamannya di Mustika Jaya, Kota Bekasi, Senin (11/1).

Kecerdasan itu sudah terlihat saat Didik selesai mengenyam pendidikan SMA. Mulai beranjak ke bangku kuliah. Baru beberapa bulan kuliah, mencoba mengejar cita-citanya sejak kecil.

Sebagai pilot dengan ikut tes beasiswa sekolah penerbangan. Dia masuk dan mendapatkan kesempatan sekolah penerbangan di luar negeri.

“Dia daftar sendiri. Dia kasih laporan ke orangtua ketika sudah masuk dan diterima,” kata Inda. Selain itu, dikenal dekat dengan keluarga dan memiliki pribadi yang hangat. Olahraga juga jadi hobi Didik selama berada di rumah.

“Dia orangnya memang suka ngobrol-ngobrol kalau kumpul keluarga. Hangat orangnya,” kata Inda.

Sampai saat ini, istri Didik masih di RS Polri Kramat Jati. Melakukan pemeriksaan DNA untuk kepentingan DVI.

Sebelumnya, Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Sabtu kemarin sekitar pukul 14.40. Atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Pesawat mengangkut 62 orang. Terdiri dari 6 kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Pesawat Sriwijaya Air sempat keluar jalur. Menuju arah barat laut pada pukul 14.40.

Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat. Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak. Tim SAR gabungan terus mencari korban dan bagian pesawat di laut.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Purnawirawan Bagus Puruhito menyatakan. Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 memasuki hari ketiga. Senin (11/1) sore, sebanyak 40 kantong jenazah telah ditemukan Tim SAR.

Sriwijaya Air SJ 182 diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). “Sampai sore ini (kemarin.red) ada perkembangan. Tadinya 18 kantong jenazah sudah kita temukan. Hari ini bertambah 22. Jadi total kita sudah mengumpulkan 40 kantong jenazah,” kata Bagus di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selain itu, ada penambahan dua kantong berisi material pesawat dari pencarian hari ini. “Seperti yang saya katakan. Fokus kita adalah kepada evakuasi korban. Adapun material tadi mendapatkan penambahan dua kantong,” lanjutnya.

Saat ini, operasi SAR masih tetap berlangsung di area jatuhnya pesawat. Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi satu korban.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Karopenmas Divhumas) Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, hasil ini berdasarkan pencocokkan antara data antemortem dan postmortem. “Tim DVI dapat mengidentifikasi salah satu korban. Atas nama Oky Bisma,” ujar Rusdi.

Sementara itu, Kapusifanis Polri Brigjen Pol Hudi Suryanto mengatakan, Oky Bisma berhasil diidentifikasi berkat pencocokkan antara sidik jari antemortem dan postmortem. “Kami temukan berupa tangan kanan (korban) lengkap dengan jarinya. Ketika kami melakukan pengidentifikasian, kami bisa menyampaikan seperti ini,” katanya. (kpc/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

News

AMEG-Pandemi Covid-19, meluluhlantakkan sektor ekonomi. Berbagai macam potensi sumber anggaran, difokuskan untuk pemulihan ekonomi. Salah satunya pemanfaatan dana bagi hasil […]

Advertorial

Kamis, 18 maret 2021 Tax Center Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Isi e-SPT untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan […]

News

Malang – Baju sulit kering pada musim hujan akibat minimnya cahaya matahari , menjadi kekhawatiran banyak orang, khususnya ibu-ibu. Bagaimana […]

News

Malang – Pecinta cerita serial fiksi trilogi The Hobbit pastinya cukup mengenali karakter dan kehidupan suku Hobbit. Yakni, makhluk fantasi […]

headline

APA BOLEH BUAT. Petani di Kabupaten Malang memotong separo saja padinya saat panen. Sisanya dibiarkan supaya tumbuh lagi bulir padi. […]

News

Malang – Hujan lebat Minggu (14/3) sore, berdampak tanah dekat jurang yang labil. Longsor pun terjadi. Ini akibat derasnya arus […]

News

Malang – Pertanian merupakan salah satu sektor penggerak roda perekonomian di Indonesia. Namun kecenderungan Indonesia untuk mengimport bahan pangan pokok […]

News

Malang – Pushbike atau balance bike punya banyak manfaat dibandingkan sepeda roda tiga. Ini dikatakan dosen Universitas Negeri Malang, Rosyidamayani […]

headline

Surabaya – Persoalan uang Rp 750 juta yang menurut terdakwa Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby) dipinjamnya dari Sando Junaedi […]

News

Malang – Dalam sehari terjadi dua kebakaran. Senin (15/3) siang, di Kepanjen. Sore di Gondanglegi. Sebabnya berbeda. Pertama, kompor menyala […]

%d bloggers like this: