Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Pemprov Jatim Fokuskan Skema Traffic Penyaluran Bansos

BANSOS: Wagub Jatim Emil Dardak menyampaikan, Pemprov Jatim siap menyalurkan Bansos. Traffic penyalurannya dibuat skema yang lebih baik. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Surabaya – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak Covid-19 di seluruh Indonesia. Rencananya mulai awal tahun 2021. Terbagi tiga jenis, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak menyampaikan, Pemprov Jatim siap menyalurkan bantuan itu.Traffic penyalurannya, sebut Emil, akan dilakukan sesuai skema yang lebih baik demi mencegah terjadinya kerumunan.

Baca Juga ----------------------------

“Untuk pengaturan traffic, memisahkan loket tanya jawab dengan penebusan atau pengambilan bantuan itu harus dilakukan. Kalau tidak, nanti semuanya menumpuk,” kata Wagub Emil.

Ia menjabarkan, setelah belajar dari penyaluran bantuan tahun lalu, banyak dijumpai warga masyarakat yang masih menumpuk di hari penyaluran. Yakni, antara penerima bantuan dan masyarakat yang datang untuk menanyakan jadwal pencairan.

“Di tengah penyebaran Covid-19 yang relatif meningkat, jangan sampai kerumunan terjadi di penyaluran bansos tunai di Kantor Pos. Kami telah membahas dengan Kantor Pos agar skema yang sempat diterapkan tahun lalu untuk crowd control (kendali massa), dapat digunakan kembali,” kata Emil, Selasa (5/1) di akun twitternya, @EmilDardak.

Maka Emil berharap, pihak penyalur harus menggandeng beberapa event organizer (EO) yang berpengalaman. “Walaupun tidak semua Kantor Pos perlu ini, tetapi semua cabang yang besar saya rasa memerlukan itu,” imbuhnya.

Untuk PKH, nominalnya akan menyesuaikan dengan keperluan di masing-masing keluarga. Untuk Kartu Sembako, masyarakat akan menerima sebesar Rp 200 ribu yang bisa ditukarkan dengan sembako di E-Warung yang telah ditentukan.

Sementara yang paling baru adalah format BST. Masyarakat akan menerima sebesar Rp 300 ribu per bulan per KK, selama empat bulan ke depan dari Januari hingga April 2021.

“Daftar penerima Bansos terus dimutakhirkan secara berkala. Jika ada pertanyaan seperti ini, dapat menghubungi Dinsos (Dinas Sosial) Kabupaten dan Kota masing-masing. Tetapi bisa juga menyampaikan aduan melalui Jatim Cettar,” pungkas Emil. (azt/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Dalam rangka menyambut peringatan HUT TNI ke-76 Tahun 2021, Korem 083/Bdj beserta Kodim 0833/Kota Malang secara serentak melaksanakan Bakti sosial berupa...

headline

Malang Post- Soal kasus rombongan “Gowes”  Walikota Malang, Sutiaji dan jajaran OPD ke Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang Minggu (19/9) lalu, memang sudah...

Malang Raya

Malang Post – Bupati Malang Drs HM Sanusi MM pernah menjanjikan akan memberikan dana ekstra kepada 378 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Malang sebanyak...

Malang Raya

Malang Post – Stiker Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo serta tulisan ajakan memakai masker terpampang jelas di mobil dinas milik...

News

Malang Post — Kabar duka dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, Kamis (23/9/2021) sore. Seorang mahasiswa semester akhir, tewas akibat mengalami kecelakaan di Bululawang....

Pendidikan

Malang Post — Dinas Pendidikan Kabupaten Malang melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menggelar training of trainer (TOT) bagi guru PAUD.  Temanya:...

Malang Raya

Malang Post — Angin kencang, Kamis (23/9/2021) jelang petang menghempas wilayah Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Satu rumah rusak berat sementara 5 lebih lainnya...

Pendidikan

Malang Post — Pengabdian kepada masyarakat, bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan seluruh dosen di Indonesia. Termasuk dosen Universitas Negeri Malang melalui Lembaga...