Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Buronan Kejari Kepanjen Ngumpet di Perkebunan Mojokerto 3 Tahun

Eksekusi terpidana penipuan dikawal langsung oleh Kasipidum Kejari Kabupaten Malang.

Malang – Buron selama 3 tahun. Seorang terpidana kasus penipuan berhasil dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Kabupaten Malang. Terpidana penipuan ini bernama Heppy Rikrik Kristianto.

Heppy dieksekusi Kejari Kabupaten Malang saat berada di area perkebunan porang di Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto pada Rabu (30/12/2020) siang.

Baca Juga ----------------------------

Eksekusi terpidana penipuan dikawal langsung oleh Kasipidum Kejari Kabupaten Malang, Sobrani Binzar SH MH, Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Malang, Ardian Wahyu Eko Hastomo SH MH, Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi Pidum Kejari Kabupaten Malang, Anjar Rudi Admoko SH; Kasubsi Sospol Intelijen Kejari Kabupaten Malang, M Agung Wibowo SH MH, serta sejumlah anggota dari Polres Malang.

“Setelah eksekusi, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes swab antigen terhadap terpidana. Selanjutnya terpidana dimasukkan ke dalam Lembaga Permasyarakatan Kelas I Lowokwaru,” ucap Kasipidum Kejari Kabupaten Malang, Sobrani Binzar SH MH.

Heppy sendiri menjadi terpidana atas kasus penipuan penjualan sebidang tanah. Yang bermula pada 16 April 2012. Heppy mengaku memiliki tanah seluas 24,8 hektar. Dan akan menjualnya kepada seseorang bernama Ahmad Kamil dan istrinya, Noor Saidah.
“Terpidana datang ke rumah salah satu saksi, Gunawan di Desa Poncokusumo untuk bertemu dengan saksi Ahmad Kamil, dan istri saksi, Noor Saidah, bersama-sama dengan saksi Ahmad Yazid. Saat itu  terpidana mengaku sebagai pemilik dan menawarkan obyek tanah seluas luas 24,8 hektar yang terletak di Pandansari Poncokusumo seharga Rp 3.725.000.000,” ujar pria yang akrab disapa Banie ini.

Selain itu, Heppy juga menjanjikan untuk mengurus beberapa biaya. Seperti biaya pendaftaran tanah, biaya balik nama hingga terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama pembeli. Dirinya juga menjanjikan bahwa sertifikat tersebut, akan diserahkan pada bulan November 2012.

“Selanjutnya terjadi transaksi antara terpidana dan Ahmad Kamil serta Noor Saidah. Uang muka dari harga tanah tersebut sebesar Rp 400 juta pada tanggal 16 April 2012. Kemudian pada 30 Mei 2013  ditransfer sejumlah  Rp 1,5 miliar. Pembayaran terakhir pada 11 Juni 2012 ditransfer sejumlah Rp 1.825.000.000. Jadi total seluruhnya sejumlah Rp 3.725.000.000,” ungkap Banie.

Usai melewati serangkaian transaksi tersebut, ternyata Heppy mengingkari janjinya. SHM yang dijanjikan Heppy tidak pernah diserahkan, baik kepada Ahmad Kamil maupun Noor Saidah.

“Pada 28 Maret 2013 terpidana membatalkan jual beli tersebut dan tidak mengembalikan uang milik Ahmad Kamil dan Noor Saidah,” terang Banie.
Terakhir, Banie menyebutkan, Kejari Kabupaten Malang selama ini kesulitan mengeksekusi Heppy karena yang bersangkutan licin seperti belut.
“Terpidana selalu berusaha bersembunyi dengan cara berpindah-pindah domisili di beberapa kota,” pungkasnya.(jay/yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang-Post – Patroli gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan, dalam rangka penerapan PPKM Mikro terus dilakukan.  Rabu (16/6/2021) malam, aparat gabungan menyisir sejumlah tempat di...

Opini

Pada awal tahun ini OJK meluncurkan inovasi baru dalam pembiayaan bagi UMKM. Inovasi tersebut berbentuk sebuah model crowdfunding yang menjadikan UMKM menjadi sasaran pembiayaan....

Malang Raya

Malang Post – Hujan deras di Malang, sore hingga jelang petang, Rabu (16/6/2021) mengakibatkan rusaknya satu jembatan. Akses utama menuju pantai Lenggoksono. Jalur sekitar juga banjir,...

Arema

Malang Post – Arema FC Women, meneruskan tren positif. Sekaligus menjadi tim paling superior dalam babak penyisihan Grup B Women Open Sriwijaya FC Championship 2021. Di laga...

News

Malang Post – Presiden Klub Arema, Gilang Widya Pramana, dalam sesi teleconference secara virtual dengan awak media, Minggu (6/6/2021) petang lalu, memasang target tinggi untuk ARema...

Arema

Malang Post – Di bawah kendali Presiden Klub yang baru, Gilang Widya Pramana, banyak gebrakan dan segudang rencana jangka pendek atau panjang untuk Arema FC....

Malang Raya

Malang Post – TP PKK Kota Malang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menggalakkan program urban farming atau pertanian perkotaan. Saat ini,...