Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Catatan Akhir Tahun Dewan Pers: Kemerdekaan Pers dan Keberlanjutan Media

Muhammad Nuh, Ketua Dewan Pers.

Malang – Dewan pers menyampaikan cacatan akhir tahun, Rabu 23 Desember 2020. Tentang kemerdekaan pers dan keberlanjutan media. Dihadiri konstituen dewan pers serta wartawan dari dalam maupun luar negeri melalui platform zoom.

Muhammad Nuh, Ketua Dewan Pers menyatakan: “Tahun 2020 adalah tahun penuh keprihatinan. Bangsa Indonesia menghadapi krisis akibat pandemi covid-19. Kehidupan masyarakat dipukul rata. Tanpa pandang bulu. Dampaknya berkepanjangan.”

Baca Juga ----------------------------

Pers Indonesia mendapat dua persoalan. Pertama, persoalan pada arah keberlanjutan media. Kedua, persoalan pada arah profesionalisme media dan perlindungan terhadap pers.

Pada keberlanjutan media, dihadapkan pada masalah tekanan disrupsi. Muncul bersamaan dengan semakin kuatnya penetrasi bisnis perusahaan platform digital di Indonesia dan negara lain. Berkat kekuatan teknologi, modal dan jaringan yang dimilikinya, platform digital semakin mendominasi ranah media.

Semakin berpengaruh terhadap kehidupan public. Memperoleh pendapatan iklan yang makin besar dan menggeser kedudukan media massa konvensional. Dalam konteks ini, perlu dirumuskan aturan main yang lebih transparan, adil dan menjamin kesetaraan. Antara platform digital dan penerbit media.

Dibutuhkan regulasi yang memungkinkan konsistensi antara media lama dan media baru. Yang sebenarnya saling membutuhkan. Diperlukan ekosistem media yang memungkinkan para penerbit professional, untuk memperoleh hak atas karya jurnalistik yang telah diproduksinya. Dalam konteks ini, pemerintah, asosiasi media, para penerbit dan Dewan Pers dapat belajar dari politik regulasi tentang platform digital di negara lain.

Dewan Pers mengingatkan pentingnya segenap unsur pers menjaga prinsip independensi, profesionalisme dan transparansi. Media massa dapat dipercaya untuk membela kebenaran, mengedepankan kepentingan public. Menjadi sarana untuk mencari jalan keluar persoalan bangsa dan menjadikan etika media sebagai Panglima.

Pers dapat tegak menjadi pilar keempat demokrasi jika pengelola media tidak mudah berpaling kepada kepentingan sendiri, kelompok ataupun kepentingan uang. Media massa dapat menjadi bisnis yang berkelanjutan. Jika pengelola mampu beradaptasi dengan perubahan serta senantiasa berpijak pada prinsip-prinsip good corporate governance. (ryn/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Kuliner

Malang Post —  Pasar Numplek masuk Atria Hotel Malang. Masyarakat bisa melihat dan mendapatkan mulai Oktober hingga November 2021. Beragam makanan dan jajanan pasar...

Malang Raya

Malang Post –  Walikota Sutiaji meminta guru ASN meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait jabatan fungsional, secara lebih rinci.    “Saat ini ASN menerapkan merit...

Malang Raya

Malang Post – Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator XL Kodim 0833 Cabang IV Brawijaya Ny Tari Ferdian Primadhona memantau vaksinasi untuk pelajar SMP. Tari,...

Pendidikan

Malang Post – Bupati Malang HM Sanusi berjanji akan menaikan insentif  bagi guru Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) menjadi dua juta rupiah. Direalisasikan tahun...

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post – Tim tracer Covid-19 Kota Malang menggelar tracing kasus di Jalan Kolonel Sugiono IV, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun Kota Malang. Rabu, 20 Oktober...

headline

Malang Post — Kota Malang sudah masuk PPKM Level II, sesuai Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021. Beberapa kampus mulai mengajukan Perkuliahan/Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meski...

headline

Malang Post — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Republik Indonesia (DPP PARI) menggelar silaturahmi antar advokat, Rabu (20/10/2021). Bertempat di RM Javanine, Jl Pahlawan Trip...