Connect with us

Hi, what are you looking for?

Opini

Fenomena Ujian PAS berbasis CBT E-Learning

Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendis Nomor 2491 tahun 2020 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia tentang penetapan pedoman penyusunan Kalender Pendidikan (Kaldik) tahun ajaran 2020/2021. Dalam SK itu ditetapkan  jumlah hari efektif dan rincian hari libur madrasah yang tertuang dalam daftar kegiatan madrasah selama satu tahun pelajaran salah satunya kegiatan ujian semester. Dalam Kaldik di bulan Desember merupakan kegiatan ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Semua madrasah/sekolah menyelenggarakan ujian PAS secara serentak. Ujian PAS tahun ini merupakan ujian yang berbeda dengan tahun sebelumnya karena pandemi Covid 2019 yang terjadi saat ini menyebabkan pembelajaran tatap muka beralih menjadi belajar dari rumah (BDR) melalui daring maupun luring. Seluruh madrasah atau sekolah harus melakukan pembelajaran melalui daring sesuai Surat Keputusan Bersama Empat Menteri (SKB 4 Menteri) tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019.

Sejak diberlakukan SKB 4 Menteri mulai awal Maret 2020 seluruh madrasah atau sekolah melaksanakan pembelajaran daring maupun luring untuk menuntaskan kurikulum. Pembelajaran daring yang dilakukan madrasah atau sekolah bervariasi antara lain menggunakan google classroom, google formulir, quiziz, kahot, WA dan E-Learning dan lain-lain. Selama delapan bulan pembelajaran daring, seluruh madrasah atau sekolah mengalami dilema yang dirasakan guru maupun siswa. Dilema itu antara lain banyak sekali guru yang belum bisa menggunakan teknologi informasi (gaptek) IT, siswa tidak mempunyai HandPhone (HP) dan paket data yang harus tersedia, guru belum siap menggunakan aplikasi E-learning . Dilema itu merupakan Fenomena yang terjadi saat ini dan juga dialami MTs Negeri 6 Pasuruan Kabupaten Pasuruan. Madrasah melakukan pembelajaran daring menggunakan Quizizz, kahot, google classroom, telegram dan E-Learning. Apalagi Kemenag juga mewajibkan kepada madrasah untuk menggunakan aplikasi E-Learning Kemenag yang belum disosialisasikan kepada guru, sehingga banyak guru dilembaga kami harus belajar aplikasi ini.

Guru yang gaptek IT merupakan fenomena yang ditemukan karena  guru sudah nyaman dengan metode konvensional dalam memberikan materi ke siswa sehingga guru malas untuk belajar menggunakan teknologi informasi, akibatnya guru sulit untuk memberikan pembelajaran secara daring. Fenomena yang lain yaitu ketersediaan HP dan paket data yang harus disediakan guru dan siswa, padahal tidak semua orang tua siswa mempunyai ekonomi yang cukup untuk membelikannya, menyebabkan pembelajaran daring menjadi tidak berjalan maksimal lalu pemerintah memberikan bantuan paket data sekitar bulan oktober setelah pembelajaran daring berjalan beberapa bulan. Selain itu juga belum disosialisasikan aplikasi E-Learning kepada guru tetapi tiap madrasah atau sekolah wajib menggunakannya dalam proses pembelajaran daring, hal ini menyebabkan guru dituntut harus belajar padahal pembelajaran daring harus tetap dilaksanakan.

Fenomena yang terjadi di madrasah atau sekolah juga terjadi di MTs N 6 Pasuruan, tetapi madrasah sudah dapat mengatasi itu dengan memberikan pendampingan khusus bagi guru yang gaptek IT sehingga bisa memberikan pembelajaran daring kepada siswa. Memberikan sosialisasi menu-menu di E-Learning dan cara menggunakannya kepada guru dan siswa secara berjenjang dan berkala sehingga kami bisa melaksanakan pembelajaran daring melalui E-Learning. Banyak sekali menu yang ada di E-Learning salah satunya Computer Based Test (CBT), yang sering digunakan oleh guru untuk memberikan soal ulangan harian dan ujian tengah semester kepada siswa sehingga mereka terbiasa menggunakan menu itu. CBT merupakan menu yang ada di E-Learning yang mempunyai kelebihan yaitu tanpa mengoreksi lagi nilai secara langsung keluar dan masuk ke menu rekap raport. Kelebihan inilah menyebabkan guru di MTs N 6 pasuruan melakukan ujian PAS semester ganjil menggunakan CBT sekaligus merupakan implementasi dari Keputusan Menteri Agama (KMA) 183 dan 184 tahun 2019. Ketika proses ujian PAS berlangsung ditemukanI beberapa dilema yaitu ketersediaan HP dan paket data, koneksi sinyal HP siswa yang bermasalah. Dilema yang terjadi dapat diselesaikan oleh MTs N 6 Pasuruan dengan menyediakan leptop dan jaringan internet gratis, sehingga proses ujian PAS ganjil berjalan lancar.

Penulis : Sri Sunarni, M.Pd

Guru PPKn MTs N 6 PAS KAB. Pasuruan

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

headline

AMEG – Peraturan peniadaan mudik sudah diujung tanduk. Peraturan tersebut akan berakhir pada 17 Mei pukul 23.59. Setelah tahap peniadaan mudik […]

Malang Raya

AMEG – Hari terakhir pemberlakuan kebijakan larangan mudik, Senin (17/5/2021) sejumlah ruas jalan di Malang Raya sudah mulai dipadati kendaraan. […]

headline

AMEG – Layanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 di Stasiun Malang dipindahkan ke lokasi baru yang berada di sisi […]

Dahlan Iskan

Akhirnya polisi sepakat dengan Tesla: kecelakaan itu tidak ada hubungannya dengan autopilot. Itu berarti, polisi Texas harus meralat keterangan awalnya. Yang […]

headline

AMEG – Puluhan pegiat kemanusiaan, sejak Minggu (16/5/21) pagi hingga siang berada di Pantai Sendiki, Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, […]

headline

AMEG – Puluhan anggota tim pencari, masih menyisir pantai Sendiki Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, untuk menemukan Yudha, pemuda Singosari yang […]

Kriminal

AMEG – Disidik anggota Reskrim Polsek Turen, tersangka Khoir mengaku mencuri lebih dari sekali. Hingga kini, pengakuannya masih didalami penyidik dan […]

Kriminal

AMEG – Berulangkali mencuri sepeda motor, apes kemudian menimpa maling asal Wajak saat beraksi di Kecamatan Turen. Sempat ramai di media […]

Kriminal

AMEG – Aksi curanmor apes, tidak hanya terjadi di Turen. Sabtu (15/5/2021) siang bolong curanmor apes di Turen. Giliran malam, warga […]

%d bloggers like this: