Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Sumiatin Disebut Jadi Korban Pilkada

PROSES: Sumiatin saat dilaporkan di Bawaslu Kabupaten Malang.( Foto: Istimewa)

Malang – Pilkada Kab Malang tiba di penghujung. Saat ini, tahapan Pilkada hanya tinggal menunggu penetapan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) terpilih.

Pihak yang bersangkutan, masih menunggu apakah ada gugatan atau tidak. Namun, pesta demokrasi ini masih menyisakan beberapa hal.

Salah satunya, dugaan kasus money politic yang melibatkan seorang perempuan asal Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan. Dialah, Sumiatin (40). 

Saat ini Sumiatin tengah ditahan Polres Malang. Pasalnya, dia tertangkap tangan saat melakukan tindakan yang diduga mengarah ke money politic.

Yakni membagikan amplop berisi uang Rp 20 ribu. Agar memilih salah satu paslon peserta Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Kasus ini, sudah dilimpahkan ke Polres Malang. Sebelumnya ditangani Bawaslu Kab Malang. Selanjutnya, kasus Sumiatin berlanjut ke perkara pelanggaran pidana.

“Ada satu yang saat ini kami tahan. Untuk statusnya sudah tersangka. Senin (14/12) lalu. Berkasnya sudah kita kirim ke kejaksaan,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. 

Informasi yang dihimpun, Sumiatin diamankan. Saat kedapatan sedang membagikan empat buah amplop. Masing-masing berisi uang Rp 20 ribu. 

Sementara itu, Wiwid Tuhu, kuasa hukum Sumiatin menyampaikan: Ada beberapa fakta terkait Sumiatin. Soal alasannya mau melakukan tindakan tersebut.

Menurut Wiwid, faktanya, Sumiatin adalah warga biasa. Taraf ekonominya menengah ke bawah. Sehingga, saat diberi tawaran membagikan amplop dengan imbalan Rp 100 ribu, Sumiatin langsung mau. 

“Padahal sebelumnya, Sumiatin tidak hanya mendapat tawaran dari paslon nomor urut dua. Tapi juga dari paslon lain. Hanya saja, Sumiatin menerima tawaran dari paslon dua, karena imbalannya lebih besar dibanding paslon lain,” ujar Wiwid.

Saat ini pihaknya bersama tim hukum, berupaya keras. Agar ancaman hukum yang menanti Sumiati bisa lebih ringan. Harapannya, ada pertimbangan dari sisi kemanusiaan. 

“Pertimbangan kami, dari sisi kemanusiaan. Sumiatin adalah warga biasa. Dia tidak tahu peraturan maupun percaturan politik Pilkada. Dia hanya menerima tawaran untuk membagikan amplop tersebut. Atas dasar kebutuhan ekonomi. Imbalan dari membagikan amplop tersebut,” pungkasnya. (riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Malang Raya

AMEG – Apel gelar pasukan pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1442 H  digelar di halaman Balaikota Malang, Jl. Tugu No.1, […]

Beauty

AMEG – Kelor, sudah akrab di telinga masyarakat kita. Turun-temurun dikenal sebagai tanaman yang berfungsi untuk mengusir makhluk halus. Mitos […]

Malang Raya

AMEG – Sejumlah masjid dan mushola sejak pagi sudah mempersiapkan gema takbir, dengan menerapkan protokol Kesehatan ketat. Rabu (12/5/21) petang […]

headline

AMEG – Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM bersama Kapolres Malang, Dandim 0818 Malang-Batu, dan Wakapolres Batu, memimpin Rakor Pariwisata, […]

Ekobis

AMEG – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, ternyata logam mulia masih menjadi salah satu barang yang diburu. Meskipun […]

Pendidikan

AMEG – Universitas Negeri Malang (UM) melalui channel Youtube menggelar kegiatan sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Aktivitas Mahasiswa (SIMAWA) pada Selasa […]

Ekobis

AMEG – Harga kebutuhan bahan pokok di Batu menjelang  Hari Raya Idul Fitri 1442 H, mulai naik. Kepala UPT Pasar […]

headline

AMEG – Lampu byar pet alami konsleting listrik menyulut kobaran api, Rabu (12/5/2021) tengah malam di sudut Dusun Nanasan RT01/ […]

Pendidikan

AMEG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali lakukan pendampingan dan pengembangan desa wisata. Kegiatan ini berangkat dari kerja sama yang […]

Malang Raya

AMEG – PT KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan uji coba pengoperasionalan Stasiun Malang Baru yang berada di sisi timur. […]

%d bloggers like this: