Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Juara dengan Full Arek Malang

Malang – Usia 86 tahun, Persema Malang sejak didirikan 8 Oktober 1934, oleh trio R Soedarno-R. Abdoel Rachman-R. Soewarno (bukan 20 Juni 1953). Hasil kesepakatan dua tim PST (Persatoean Sepakraga Toemapel) dan PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang/Districselftal van den Inlandschen Voetbalbond). Tercatat tiga gelar juara fenomenal di level nasional mampu diraih. Seluruhnya dengan kekuatan 100 persen pemain produk binaan kompetisi internal atau lokal. Yang sekarang berada di kompetisi Askot PSSI Kota Malang.

Persema sukses menjadi tim pertama di Tanah Air, yang mampu meraih gelar juara Piala Suratin U17. Pada penyelenggaraan pertamakalinya tahun 1965. Tim ini kembali mengulang prestasi serupa, sebagai juara pada tahun 1996. Selain posisi runner up pada tahun 2009 dan 2012.

Baca Juga ----------------------------

Satu gelar lainnya di level senior, Persema menjadi tim asal Jawa Timur pertama, yang sukses merenggut gelar juara kompetisi sepak bola nasional, level kedua atau Divisi 1. Sejak pertama kali diselenggarakan PSSI, musim 1979/1980.

Tim yang awalnya berjuluk Bledeg Biru tersebut, meraih kampiun Perserikatan Divisi Satu 1989/1990, setelah di final menanduk Persijatim Jakarta Timur 1-0. Pada 3 Maret 1990, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Itu merupakan hasil sensasional. Sekaligus mereka promosi level teratas atau ke Divisi Utama 1991. Sejak tim ini terdegradasi ke Divisi 1 pada musim 1985.  Saat itu tim Persema dibesut pelatih klub lokal IM Malang (Indonesia Muda), Drs Rochanda yang lebih akrab disapa Kandut.

‘’Lima tahun Persema Malang membutuhkan waktu untuk kembali lagi ke Divisi Utama. Setelah terdegradasi tahun1985. Sekitar November 1989, saya dipanggil Wali Kota Malang (HM. Soesamto, Red.). Diberi tugas membentuk tim Persema Malang, untuk ikuti  kompetisi Antar Perserikatan Divisi Satu 1989/1990. Saya dapat target juara dan promosi ke Divisi Utama. Seminggu setelah itu, saya mendapatkan 27 pemain. Semuanya 100 persen Arek Malang. Dari kompetisi dan klub-klub lokal amatir Persema,’’ kenang Rochanda.

Dia pun mengusung formasi andalannya 3-5-2, dalam starting lineup timnya. Sejak babak penyisihan, hingga babak Enam Besar dan final. Di bawah mistar gawang ditempati kiper Aldi Domantoro dengan trio bek Suliadi, Sulis Andri Asmawan dan Sugeng Widodo. Lima gelandang M Yakup/Hari ‘Hunter’ Siswanto, Supriyadi, Sudarmaji, Effendi, Sugiarto dan duet penyerangan Maryanto/Bambang Sumantri dan Ivan Hidayat/ Syamsul Huda.

‘’Waktu itu orang-orang pesimis dengan keputusan Oom Kandut. Persema diperkuat 100 persen Arek Malang asli. Oom Kandut benar. Dia hanya bilang, karater keras dan tipikal bermain ngotot Arek-arek Malang itu sudah menjadi modal untuk juara dan promosi ke Divisi Utama. Alhamdulillah hasilnya kita juara dan promosi,’’ timpal kapten tim Persema musim 1989/1990, Sulis Andri Asmawan.

Persema mencetak awal bagus pada Babak Enam Besar Grup B, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, 25-26 Februari 1990. Menggasak Persiraja Banda Aceh 2-1 (25/02/1990) lewat dua gol kemenangan Syamsul Huda (37) dan Sugiarto (80). Meski kemudian dikalahkan Persma manado 0-1 (26/02/1990).

Namun sebagai runner up Grup A, Persema lolos ke babak semifinal mendampingi juara grup Persma.  Sedangkan Grup A diwakili tuan rumah PSIM Yogyakarta dan Persijatim Jakarta Timur.

Dalam babak semifinal  knock out (01/03/1990), juga di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Persema sukses membungkan PSIM Yogyakarta 4-3 lewat drama adu penalti. Setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada waktu normal 90 menit. Gol PSIM lahir lewat Semi Suparji (15’) dan Persema membalas menit 21 dari kaki Suliadi.

Empat gol Hari Siswanto, Suliadi, Supriyadi dan Suhadi ke gawang PSIM, dari titik putih penalti, memastikan langkah Persema ke final. Mereka menghadapi sesama tim runner up grup Babak Enam Besar, Persijatim Jakarta Timur, yang mampu menggusur Persma Manado 1-0.

Usai Persma merebut juara ketiga, dengan menaklukkan PSIM 1-0 (03/03/1990) lewat gol tunggal Harry Liwe menit 40, dimulailah babak final. Meski Persema dan Persijatim otomatis meraih tiket promosi ke Divisi Utama musim berikutnya, namun laga kedua tim tetap menjadi gengsi tersendiri. Bagi kedua tim yang mewakili Indonesia bagian barat dan timur itu.

Final di depan sekitar 15 ribu penonton, yang memadati Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, dominan Persema sukses besar meraih juara, lewat kemenangan penting 1-0 atas Persijatim Jakarta Timur. Gol emas menit ke-49, dicetak pemain pengganti Hari Siswanto, yang baru masuk pada awal babak kedua menit ke-46 menggantikan M Yakup.

‘’Gol kemenangan Persema di babak final, waktu itu mendapat tendangan bebas. Persis di  pojok dekat garis tengah lapangan sebelah barat. Jaraknya kira-kira 30 meter dari gawang lawan. Tendangan bebas saya yang mengambil. Saya mundur lima meter, ambil ancang-ancang. Bola saya tendang dengan kaki kanan bagian luar.’’

‘’Bola meluncur tinggi ke gawang Persijatim, sempat menyentuh tangan kiper Timnas Indonesia, Ponirin Meka. Tapi bola melengkung masuk ke dalam gawang dan gol. Saya selebrasi lari sekencang-kencangnya di tribun VIP,’’ kenang Hari Siswanto yang biasa disapa Hari Hunter tersebut .

Selain merasa bangga, sukses Persema merebut juara nasional Divisi 1, menurunya, tak lepas dari komposisi pemain 100 persen Arek Malang asli, yang kompak luar dalam. Peran sang pelatih Rochanda, disebutnya luar biasa. Ketika memotivasi para pemain dan penuh heroik. Pelatih yang dikenal dengan gaya bermain keras dan ngeyel.

‘’Saya masuk menit awal babak kedua atau menit 46. Oom Kandut sempat berbisik ke saya dengan bahasa khas saat memberi motivasi. Kalau kaki belum patah di lapangan, jangan pernah menyerah,’’ ungkap Hari Siswanto.

Diluar sukses itu, Persema sendiri memiliki sejarah panjang di dunia persepakbolaan di Indonesia. Sejak klub ‘nenek moyang’ pertama mereka berdiri pada 30 Juli 1897, Go Ahead Malang (di Klojen) dan disusul Voorwaarts (Celaket) tahun 1902, MOT (Kayutangan) pada tahun 1904 dan Wilhemlmina (Rampal) tahun 1909.

Bahkan sang penjaga gawang  legendaris Timnas Hindia Belanda, pada Piala Dunia FIFA 1938 di Prancis, Tan ‘Bing’ Mo Heng, adalah Arek Gang Sumpil, Kota Malang. Dia pemain asal klub HCTNH Malang (Hwa Chiao Tsing Nien Hwee) dan tim Voetbalbond Malang en Omstreken (cikal bakal Persema Malang). (act/rdt)

Road to Champion Perserikatan Divisi 1 (1989/1990)

25/02/1990 Persema Malang vs Persiraja Banda Aceh 3-1 (Babak 6 Besar Grup B)

26/02/1990 Persma Manado vs Persema Malang 1-0 (Babak 6 Besar Grup B)

01/03/1990 PSIM Yogyakarta vs Persema Malang 3-4/pen 1-1 (semifinal)

03/03/1990 Persema Malang vs Persijatim Jakarat Timur (final)

Skuad Persema Malang 1989/1990 (babak final) :

Pelatih      : Drs. Rochanda

1.   Aldi Dormatori (kiper)

2.   Untung Sudarmoko (kiper)

3.   Suliadi

4.   Sulis Andri

5.   Sugeng Widodo

6.   M Yakup

7.   Hari Siswanto (Hari Hunter)

8.   Supriyadi

9.   Sudarmaji

10.  Suhadi

11. Effendi

12. Yusro

13.  Samsul Huda

14. Syaifudin Zuhri

15. Sugiarto

16.  Bambang Sumantri

17. Ivan Hidayat

18.  Maryanto

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Ia tergolong barisan from zero to hero zaman baru: Siboen. Si juara YouTuber di kelasnya. Si orang desa. Si anak buruh tani. Si penderita...

Malang Raya

Malang Pos – Tidak semua daerah memiliki pusat pengaduan atau layanan panggilan darurat seperti Kota Malang, yakni Ngalam 112. Para operator bertugas selama 24...

Malang Raya

Malang Post – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang tukang jahit berinisial M (50) asal Desa Pesanggrahan menjadi cermin masih maraknya kasus pelecehan seksual...

headline

Malang Post – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Nine Café & Karaoke, Malang, sepertinya bakal panjang. Pasalnya kuasa hukum pelapor MT, Rudy Murdhani...

Malang Raya

Malang-Post – Upacara Pembukaan Persami dan Pengukuhan Pengurus Saka Wira Kartika (SWK) TW. II TA 2021 Kodim 0833/Kota Malang digelar pada Sabtu (19/6/2021) pagi. ...

Malang Raya

Malang-Post – Sabtu (19/6/2021) pagi, operasi yustisi penagakan disiplin protokol kesehatan,  dalam rangka PPKM Mikro kembali digelar di wilayah Kedungkandang. Tepatnya di depan Kantor...

Dahlan Iskan

Hari ini ada peringatan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Besar-besaran. Lho! Hari ini kan tanggal 19 Juni? Bukankah seharusnya 4 Juli? Itulah. Baca Juga ----------------------------...