Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Pemkot Malang Larang Perayaan Tahun Baru

TAK ADA LAGI: Pemkot Malang melarang kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Pesta kembang api juga dilarang. Untuk menekan penyebaran covid-19. (Foto: Istimewa)

Malang – Momen liburan panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemkot Malang melarang kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Seperti pesta kembang api yang diadakan setiap malam pergantian tahun.

Larangan dikeluarkan, karena tambahan kasus covid-19 di Kota Malang. Meningkat sejak seminggu terakhir.

Baca Juga ----------------------------

Walikota Malang Sutiaji menegaskan: Hotel dan kafe tidak diizinkan menyelenggarakan kegiatan yang menimbulkan perkumpulan massa. Sebab, dikhawatirkan menambah potensi penularan covid-19.

“Kami membatasi hiburan malam. Tidak diperkenankan. Hotel dan kafe yang mengadakan acara khusus juga tolong ditiadakan. Jika ada yang melanggar, maka akan kami tindak,” tegasnya.

Selain itu, Sutiaji akan menyiapkan surat edaran untuk mendukung larangan itu. Ditujukan kepada pengelola hotel. Agar tidak menggelar acara pada malam tahun baru.

“Nanti akan ada SE. Kami akan berlakukan tindakan-tindakan punishment ketika dia melanggar,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kegiatan misa perayaan Natal, Pemkot Malang akan memberikan kelonggaran. Hanya saja, perayaan misa Natal harus dilakukan dengan menerapkan protokol covid-19 yang ketat.

Termasuk mengatur jadwal agar tidak sampai ada penumpukan jemaat yang berpotensi menyebarkan covid. 

“Untuk misa yang dilakukan gereja, akan ditata sebaik mungkin. Kami tidak pernah menghalangi umat beribadah. Hanya saja mungkin durasi dipercepat,” ujarnya.

“Semisal, jika sebelumnya dalam sehari misa Natal biasanya dibagi tiga gelombang. Untuk kali ini, mungkin akan kami minta menjadi 10 gelombang. Karena memang ada pembatasan jemaat,” tambahnya. 

Selain mengantisipasi Nataru, pemkot juga tengah berupaya agar Kota Malang bisa segera keluar dari zona merah. Dalam waktu dekat, pemkot akan berkomunikasi dengan seluruh RT/RW di Kota Malang. Untuk penguatan kedisiplinan warga.

“Saat ini memang masih zona merah. Untuk itu perlu penguatan kedisiplinan mulai level paling bawah,” ungkapnya. (jof/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Pos – Tidak semua daerah memiliki pusat pengaduan atau layanan panggilan darurat seperti Kota Malang, yakni Ngalam 112. Para operator bertugas selama 24...

Malang Raya

Malang Post – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang tukang jahit berinisial M (50) asal Desa Pesanggrahan menjadi cermin masih maraknya kasus pelecehan seksual...

headline

Malang Post – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Nine Café & Karaoke, Malang, sepertinya bakal panjang. Pasalnya kuasa hukum pelapor MT, Rudy Murdhani...

Malang Raya

Malang-Post – Upacara Pembukaan Persami dan Pengukuhan Pengurus Saka Wira Kartika (SWK) TW. II TA 2021 Kodim 0833/Kota Malang digelar pada Sabtu (19/6/2021) pagi. ...

Malang Raya

Malang-Post – Sabtu (19/6/2021) pagi, operasi yustisi penagakan disiplin protokol kesehatan,  dalam rangka PPKM Mikro kembali digelar di wilayah Kedungkandang. Tepatnya di depan Kantor...

Dahlan Iskan

Hari ini ada peringatan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Besar-besaran. Lho! Hari ini kan tanggal 19 Juni? Bukankah seharusnya 4 Juli? Itulah. Baca Juga ----------------------------...

Malang Raya

Malang Post – Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi desa kedua yang dinobatkan sebagai Kampung Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar) oleh Polres Batu. Sebelumnya di...