Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Sampah Meluber, Harus Ada Penegakkan Perda

BIKIN PUSING: Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPBD Kota Batu saat mencari penyebab banjir. (Foto: Ananto/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Batu – Tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Batu belakangan ini. Mengakibatkan saluran air di Kota Batu mengalami peningkatan debit. Namun sayang, yang mengalir di saluran air itu tak hanya air saja. Namun juga didominasi oleh berbagai macam material sampah. 

Sudah pasti akan mengganggu laju air. Bahkan karena banyaknya material sampah, saluran air menjadi tak berjalan sempurna. Sehingga luapan air dan material sampah meluber hingga ke badan jalan. 

Contohnya saja, di depan SPBU Beji Kota Batu. Sangat banyak material sampah bercampur dengan lumpur. Terbawa arus dan meluap menutup ruas jalan. Ini jelas bisa membahayakan pengguna jalan. 

Menurut pantauan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Batu. Derasnya aliran sungai Brantas dimulai dari hulu dan menjulur hingga anak sungai. Ini sudah pasti karena tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air meningkat. 

Koordinator TRC PB BPBD Kota Batu, Suhartono mengungkapkan, air beserta material sampah yang meluber ke jalan terjadi di beberapa titik. Diantaranya, di Jalan Raya Beji, Torongrejo, Sidomulyo, Bumiaji dan beberapa lokasi di Temas.

Luapan air itu, dikarenakan sumbatan material sampah. Ada di saluran drainase. Hingga meluap dengan membawa sampah dan lumpur. 

Selain itu juga terlihat batang kayu ambruk. Melintang di bawah jembatan wilayah Beji. Yang menyebabkan tumpukan sampah tersangkut pada batang kayu yang melintang tadi. Selain masalah itu, luapan air juga terjadi karena saluran air yang tak mencukupi kapasitasnya. 

“BPBD telah merekomendasikan ke dinas terkait. Misalnya seperti DPUPR Kota Batu perihal survey ulang saluran drainase. Serta segera dilakukan tindakan normalisasi saluran. Debit air yang meluap juga karena penampang saluran air yang sempit atau karena pendangkalan,” jelasnya. 

Sedangkan persoalan sampah yang mengakibatkan sumbatan di aliran air menjadi persoalan bersama. Masyarakat perlu memiliki kesadaran dan merubah paradigma. Agar aliran air ataupun sungai bukanlah tempat yang layak dijadikan pembuangan sampah.

Pihak BPBD telah berkali-kali turun langsung membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah. Namun tetap saja masyarakat tak peduli dan membuang sampah ke aliran sungai. 

Oleh sebab itu BPBD telah merekomendasikan kepada DLH Kota Batu untuk memberikan himbauan. Kalau perlu ada regulasi untuk penindakan bagian dari penegakan regulasi. 

“Sepertinya ada regulasi, tinggal penegakannya saja. Karena sekalipun saluran drainase diperlebar. Namun tumpukan sampah masih ditemui. Sudah pasti air tetap tak tertampung,” tandasnya. (ant/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

headline

AMEG – Ajakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada mahasiswa agar berpikir kritis dan kreatif berbuah manis. Perguruan tinggi Islam terkemuka […]

headline

AMEG – Sembilan startup binaan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB) berhasil mendapatkan dana hibah dari Program Startup […]

Malang Raya

AMEG – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Malang mulai menjaring bibit pemain muda. Kali ini ditujukan untuk mencari 5 putra […]

Malang Raya

AMEG – Renovasi terus dilakukan pengurus Masjid Agung Jami’ Kota Malang, menyongsong pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1442 Hijriyah nanti. Renovasi […]

Malang Raya

AMEG – Beberapa hari lagi umat muslim merayakan Idul Fitri. Meski di tengah pandemi, sejumlah pengurus masjid tetap menyiapkan diri […]

Malang Raya

AMEG – Setelah dilakukan beberapa kali evaluasi dan revisi detail engineering design (DED). Diprediksi anggaran pembangunan pasar induk Kota Batu, […]

Ekobis

AMEG – Adanya larangan mudik, benar-benar membuat sektor UMKM tercekik. Padahal di momen Idul Fitri seperti saat ini, merupakan saat […]

headline

AMEG – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menegaskan, kegiatan open house atau halal bihalal di lingkungan masyarakat umum, tidak […]

Ekobis

AMEG – Berdasarkan rilis inflasi BPS pada tanggal 3 Mei 2021, inflasi Kota Malang tercatat sebesar 0,10% (mtm) dengan Indeks […]

%d bloggers like this: