Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

BSU Guru Kemenag Rp 1,1 Triliun

BSU: Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag (kanan) memberikan penjelasan mengenai subsidi upah bagi guru dan tenaga kependidikan non PNS bidang agama. (Foto: KPCPEN)

Jakarta – Pandemi Covid-19 berpengaruh di segala aspek kehidupan manusia. Tak hanya berdampak bagi kesehatan dan ekonomi. Juga bagi pendidikan. Para guru masih terus melakukan proses pembelajaran. Melalui metode jarak jauh lewat internet.

Negara pun hadir melalui program Bantuan Subsidi Upah BSU bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (BSU PTK) Non PNS. Di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Juga di Kementerian Agama (Kemenag).

‘’84 persen guru di lingkungan Kemenag, adalah honorer. Kami hanya memiliki 126 ribu  guru yang PNS. Jadi BSU ini sangat bermanfaat bagi pendidik dan tenaga kependidikan, di lingkungan Kemenag. Pandemi Covid-19 ini, sangat berdampak bagi guru Madrasah. Karena banyak bernaung di bawah yayasan (swasta). Setiap bulan, hanya digaji Rp 300 ribu,’’ ujar Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag., Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dalam Dialog Produktif bertema Subsidi Upah Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Non PNS Bidang Agama. Digelar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (26/11).

Nantinya penerima manfaat, ddidasarkan pada data sistem informasi pelayanan pendidik dan tenaga kependidikan di Kemenag (SIMPATIKA). Syarat yang harus dipenuhi, memiliki nomor induk kependudukan, untuk difasilitasi pembukaan rekening bank, bagi yang belum memiliki. Agar memudahkan penyaluran BSU. Syarat lainnya, tidak menerima BSU Tenaga Kerja dan bukan penerima kartu prakerja. Serta berpenghasilan di bawah Rp 5 juta dengan status Non-PNS.

Penerima manfaat BSU ini, guru Non PNS RA/Madrasah, guru Non PNS Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum, guru Non PNS  Katolik, guru Non PNS Buddha dan guru Non PNS Konghucu.

Besaran BSU yang diterima sebesar Rp1,8 juta untuk satu kali penerimaan. Total penerima bantuan ini mencapai 637.048 orang dari seluruh Indonesia. Total anggaran mencapai lebih dari Rp 1,15 triliun.

Validasi data penerima manfaat ini, dilakukan dengan sangat ketat. ‘’Validasi tidak sederhana karena melibatkan BPJS. Kami juga melakukan review internal, melalui Inspektorat Jenderal Kemenag.  Itu semua berlapis. Nama-nama penerima manfaat, tidak akan ada data ganda atau salah sasaran. Secara birokrasi, kami juga sudah memanfaatkan kantor wilayah (kanwil), untuk memantau sekolah-sekolah di wilayahnya. Jadi ini berlapis-lapis,’’ kata Muhammad Zain.

Selain itu Muhammad Zain memastikan, tak akan ada pemotongan. Penerima manfaat akan mendapatkan Rp 1,8 juta secara utuh. Tanpa dipotong pajak penghasilan. Pemerintah juga melakukan pengawasan ketat, terhadap proses penyaluran bantuannya. Bahkan KPK juga ikut membantu mengawasi.

‘’Kepada teman guru dan tenaga kependidikan honorer, marilah terus optimis. Terus menjalankan tugas secara profesional. Kitalah yang menentukan masa depan bangsa ini. Meski tengah dalam kesulitan hidup, pembelajaran harus tetap berjalan. Ingat untuk terus mematuhi protokol Kesehatan. Menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak aman). Semoga BSU ini bermanfaat untuk meningkatkan imunitas guru-guru kita juga,’’ pesan Muhammad Zain. (* rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kesehatan

Malang – Sebagian masyarakat umum masih merasa takut dan khawatir tertular apabila bergaul dengan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK). Hal serupa sebaliknya juga...

Kesehatan

Malang – Daging ayam merupakan salah satu jenis daging yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Dibangdingkan sapi atau kambing, daging ayam lebih mudah diperoleh....

headline

Malang – Vaksin Covid-19 untuk Malang Raya yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, Senin (25/1). Kedatangan vaksin menggunakan mobil boks Biofarma dengan dikawal ketat Polisi PJR,...

Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan Akhirnya: negatif. Tepat di hari ke 14. Covid saya ini seperti jadwal kereta api saja: tidak bisa dimajukan. Minggu pagi-pagi kemarin...

headline

Malang – Panpel atau Local Organizing Committe (LOC) dan manajemen Arema FC, memasukkan delapan tim sebagai lawan. Dengan kategori bigmatch. Itu berlaku sejak dimulainya...

Di's way

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Malang Raya dilanjut; jilid II, sampai 8 Februari nanti. Pada jilid I yang digelar 11 sampai 25 Januari...

Kesehatan

Malang – Insomnia telah menjadi masalah umum. Banyak dialami orang. Begitu juga yang dialami oleh Maulana Rafsanjani Miftah. Seringkali ia kesulitan tidur. Padahal ia...

Nasional

Malang – Tim gabungan Fakultas Kedokteran UB dan RSSA hari pertama tiba Sulawesi Barat, langsung berkoordinasi dengan RSUD Provinsi Sulawesi Barat. Melakukan orientasi terhadap...

News

Jakarta – Terhentinya Liga 1 2020, membuat pemain-pemain Indonesia, mulai dilirik klub-klub dari negara lain. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia telah dihentikan,...

Kesehatan

Batu – Pemerintah Pusat, melalui Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos memberikan santunan kematian. Untuk keluarga korban Covid-19 senilai Rp 15 juta. Sebagai bentuk...

Nasional

Jakarta – KPK menilai pihak-pihak yang menyelewengkan dana pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) sangat merugikan negara dan masyarakat. Sebab, CSRT penting untuk mencegah...