Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Jaksa Pun Sahabat Petani

Jaksa Sahabat Petani ini dihadiri Kepala Kejaksaan (Kajari) Kota Batu, Supriyanto, Kepala Dinas Pertanian, Sugeng Pramono, Gapoktan Kecamatan Junrejo, dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Batu – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu benar-benar ingin tinggalkan kesan menakutkan bagi seluruh lapisan masyarakat. Itu diwujudkan dari berbagai macam programnya. Mulai dari Jaksa Jaga Desa hingga yang terbaru ini Jaksa Sahabat Petani. 

Dalam acara launching program Jaksa Sahabat Petani ini dihadiri Kepala Kejaksaan (Kajari) Kota Batu, Supriyanto, Kepala Dinas Pertanian, Sugeng Pramono, Gapoktan Kecamatan Junrejo, dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (26/11). 

Baca Juga ----------------------------

“Kegiatan ini kami kemas dalam suasana yang sangat santai. Bisa juga disebut ‘theng theng crit‘ yang dalam artian adalah ‘thenguk thenguk crito‘. Untuk mendiskusikan problematika hukum yang sering dialami para petani dalam melaksanakan kegiatan,” tutur Supriyanto. 

Pria asal Sragen itu mengatakan, dalam kegiatan ini yang baru digelar pertama kali ini. Banyak hal yang telah disampaikan oleh kelompok tani terkait masalah hukum. Diantaranya adalah; tentang perizinan, perubahan kawasan pertanian menjadi pemukiman, dan masalah hukum lainnya. 

“Jaksa Sahabat Petani ini merupakan salah satu program Kejari Kota Batu. Dengan tujuan mendekatkan diri dan membaur dengan masyarakat. Dalam hal melaksanakan tugas penegakan hukum secara preventif. Melalui konsultasi hukum, pelayanan hukum, dan sebagainya,” jelasnya. 

Program itu merupakan program prioritas Kejari Batu. Hal ini dikarenakan Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya adalah petani, tak terkecuali di Kota Batu. Karena itu para petani perlu dikawal, didampingi agar lebih mengenal hukum dengan tujuan agar dijauhkan dari masalah hukum. 

Sugeng Pramono menyampaikan jika munculnya program ini berawal dari ketidaksengajaan. Bahwasannya kedua belah pihak ini, antara Kejari dan Dinas Pertanian (Disperta) memiliki program yang sejalan untuk para petani. Yang selanjutnya kedua belah pihak ini melakukan perbincangan singkat dan muncullah program Jaksa Sahabat Petani. 

“Pada dasarnya program ini adalah bincang-bincang santai. Yang membahas penyuluhan tentang hukum dan pertanian. Utamanya melebur kesan Jaksa yang menakutkan harus segera dihilangkan,” jelas Sugeng kepada Harian DI’s Way Malang Post. 

Nantinya, kata Sugeng, dalam program ini akan ada kegiatan penyuluhan secara daring yang dapat diakses oleh masyarakat melalui kantor desa masing-masing. Atau melalu link yang telah tersedia. 

“Munculnya program ini, direspons antusias para petani. Itu tampak saat petani mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membangun dalam acara itu,” katanya. 

Karena ini adalah salah satu program baru, lanjut dia, maka untuk ke depannya diharapkan terdapat sinergi yang lebih baik lagi antara Kejari dan Disperta. Selanjutnya melalui program ini, diusahakan penyuluhan merata di desa-desa.

“Waktunya fleksibel. Yang penting kejari dan Disperta sama-sama ada waktu luang. Maka akan langsung meluncur keliling ke masyarakat,” jelasnya. 

Dikatakan Sugeng, program ini pertama kali tercetus pada awal September lalu. Melalui perbincangan singkat dan saat ini momennya telah terwujud. Yang jelas dari pihak kejaksaan menginginkan program ini bersifat santai dan tak terlalu formal. Karena, jika bersifat santai akan lebih mudah melebur ke dalam masyarakat.(ant/ekn) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Tabrakan Minggu (13/6/2021) pukul 08.00 di Jl Ki Ageng Gribig depan toko Kue Lumpur Bakar Kota Malang, menggegerkan warga sekitar. Pikap yang...

headline

Malang Post – Tirmidzi Husein SH MH, kuasa hukum Dwidjo Lelono (54) menyatakan menyayangkan penahanan yang dilakukan Kejari Kota Malang. Mengingat kliennya masih berstatus kepala...

Malang Raya

AMEG – Rencana pembangunan pabrik biofuel oleh Pemerintah Pusat di Kabupaten Malang, menimbulkan beragam komentar. Pasalnya, rencana itu disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Malang Raya

AMEG – Sejumlah petani di Kabupaten Malang, mulai membongkar tanaman kelapa sawit miliknya. Meskipun belum semua, namun sudah banyak yang memulai. Tanaman sawit tersebut...

News

AMEG – Sapawi (51) buruh tani yang tersambar petir atau kilat, saat turun hujan Rabu (5/5/2021) sore, dikenal sebagai orang yang baik ringan tangan....

Peristiwa

AMEG– Masyarakat petani atau warga yang beraktifitas di lahan terbuka musti waspada jika hujan turun disertai sambaran petir dan kilat. Rabu (5/5/2021) sore saat...

Malang Raya

AMEG – Bupati Malang, Drs. HM. Sanusi MM., meninjau panen raya dan acara Deklarasi Komunitas Estate Padi Kanigoro Jaya Makmur. Bertempat di Desa Kanigoro,...

Malang Raya

AMEG – Enak dipandang dan menentramkan hati, melihat perangkat desa juga para petani Ngadas Poncokusumo, Selasa (20/4/2021) siang, saat siap kirim bantuan kepada petani Tirtoyudo...