Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

Manajemen Arema FC Seriusi Melantai di BEI.

Kantor PT AABBI (Arema FC) Di Jalan Mayjend Panjaitan Malang. (Aria Cakraningrat/DI’s Way Malang Post)

Malang – Empat kali beruntun dalam tahun 2017, 2018, 2019, dan terakhir pada 20 November 2020 lalu, Arema FC meraih AFC Club Professional Licensing dengan status Granted, oleh AFC atas rekomendasi PSSI. Itu tercatat dalam rapat Club Licensing Committee Kamis (19/11) di Hotel Harris FX, Jakarta.

Status Granted untuk AFC Club Professional Licensing bagi Arema, kian membuat percaya diri langkah mereka, untuk keduakalinya kembali berencana melepas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Yakni lewat penawaran umum perdana saham, atau Inital Public Offering (IPO), due diligence meeting dan public expose.

Manajemen Arema FC pada 13 November 2019 lalu, atau jauh-jauh hari sebelum bergulirnya kompetisi Liga 1 2020, telah mencanangkan keinginan untuk Go Public. Yang direncanakan paling lambat April 2020.

Namun keinginan itu harus tertunda. Sejak 16 Maret 2020 hingga saat ini, terjadi bencana global pandemi coronavirus disease atau Covid-19, yang melumpuhkan aspek perekononian lintas sektoral di Tanah Air.

‘’Sebetulnya rencana awal kami, April 2020 lalu Arema sudah masuk lantai bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tapi batal karena ada pandemi Covid-19, yang justru membuat kompetisi Liga 1 2020 terhenti. Apalagi kami sudah empat tahun beruntun, memperoleh status Granted AFC Club Professional Licensing. Tentu kami akan coba lagi tahun 2021 mendatang. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 sudah menghilang. Kami rasa persiapan kami selama  sebelum Go Public sudah lebih dari cukup,’’ ujar General Manager PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), Ruddy Widodo.

Dampak virus corona, tak hanya menghantui kesehatan masyarakat. Juga berpengaruh pada pergerakan pasar modal Indonesia. Termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI), yang terus berjuang agar dunia pasar modal Indonesia tetap stabil.  

Menurutnya, Go Public bagi Arema, akan menjadi titik kulminasi dan gebrakan baru menjadi klub lebih profesional. Tapi Ruddy yakin, kelak terjunnya Arema di bursa saham akan banyak investor merapat dan banyak pemodal yang mengucurkan dananya kepada perusahaan timnya

‘’Apalagi manajemen Arema pada Mei 2019 lalu, pernah disambangi perwakilan Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia, yang sekaligus melakukan sosialisasi IPO (Initial Public Offering).’’

‘’Perwakilan BEI menilai, nama besar dan sederet prestasi serta tradisi bagus tim, Singo Edan tersebut, akan menjadi ikon baru dan memiliki peluang bisnis dalam pasar modal di lantai bursa saham BEI,’’ imbuh Ruddy Widodo. (act/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Opini

Sebagai pelaku kesenian, saya cukup tersentuh dengan keluh kesah teman-temanseniman yang mencoba bertahan hidup di masa pandemi Covid-19. Beberapa diantaranya seniman teater paruh baya...

Di's way

Malang – Luar Biasa, dua musim bersama Arema FC, pada Kompetisi Liga 1 2018 dan 2019, gelandang serang Arema FC, Makan Konate tak tergantikan...

Di's way

Da’i dan tokoh milenial NU, KH Miftah Maulana atau yang sering di sapa Gus Miftah hadir di Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Jum’at (27/11/2020) –hari...

Di's way

Malang – Arsitek Arema FC, Carlos Carvalho de Oliveira berharap, tim bisa menggelar training center (TC) pendek, jika awal tahun 2021, kembali melakukan latihan...