Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Pemkot Mediasi Pro Kontra Sumber Jombok

PROSES FINISHING: Destinasi wisata ini yang berada di dekat sumber mata air Jombok, Desa Sumberejo, Kota Batu. Foto: Ananto/HARIAN DI’S WAY MALANG POST

Batu – Destinasi wisata di kawasan sumber mata air Jombok, Desa Sumberejo, Kota Batu, jadi pro dan kontra. Antara Aliansi Front Sumberejo (AFS) yang kontra pembangunan dan Arek Jombok (Arjom) yang pro pembangunan. 

Bahkan kedua pihak satu desa itu, sempat adu pendapat di Balai Kota Among Tani. Ditengarai karena laporan Aliansi Front Sumberejo ke Pemkot Batu dianggap diam-diam. Tidak melakukan musyawarah dengan masyarakat lebih dulu. 

Baca Juga ----------------------------

AFS menggandeng Malang Corruption Watch (MCW). Perwakilannya, Gagas Ariyo Setyo. Mengatakan, ada pelanggaran regulasi serta pembangunannya berdampak terhadap lingkungan dan belum memiliki izin. 

“Kami telah memberitahukan kepada warga. Jangan ikut-ikut dalam pembangunan tersebut. Karena menurut saya, ada pelanggaran hukum dalam pembangunan tersebut. Karena bisa saja para warga terjerumus dalam kasus hukum,” katanya. 

Ketua RT 04 RW 07 Dusun Jombok, Muhammad Nurdin, sebagai warga yang pro pembangunan mengatakan: Jika kesejahteraan dan perekonomian dapat meningkat dengan hadirnya wisata Sumber Jombok. 

“Benar, saat ini tempat wisata itu belum memiliki izin. Namun saat ini, prosesnya tengah berjalan. Justru karena ada laporan ini, proses perizinan jadi berhenti,” jelas anggota Arjom ini.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Pemerintah Desa Sumberejo, Sukendri membenarkan. Jika pembangunan tempat wisata itu belum memiliki izin. Tak adanya izin itu, karena ketidaktahuan warga yang membangun tempat wisata. 

“Sepengetahuan saya, izinnya belum ada. Karena yang membangun itu warga sendiri. Sehingga tak paham dengan perizinan. Kami sangat menyayangkan. Aliansi Front Sumberejo tak koordinasi dulu dengan warga sekitar,” ungkapnya. 

Saat ini, Pemdes Sumberejo mengeluarkan surat yang menginstruksikan: Kegiatan di tempat wisata itu dihentikan sementara. Keputusan ini diikuti warga. Sehingga saat ini, tak ada aktivitas. “Tempat wisata itu, berada di dekat sumber mata air. Tapi warga tak merusaknya. Bahkan, keberadaan sumber mata air itu dirawat. Dibangunkan tempat,” katanya. 

Debit airnya, juga tak mengalami penyusutan. Sehingga masih bisa digunakan untuk kebutuhan warga. 

“Pembangunan tempat wisata itu, saat ini sudah hampir selesai. Sudah tak ada aktivitas di sana. Pembangunan dimulai 2019. Dihentikan sementara  mulai 16 November kemarin. Luasnya sekitar 250 meter persegi,” bebernya. 

Kepala DPMPTSP dan Naker, Muji Dwi Leksono menyampaikan: Jika dalam audiensi itu, telah ada kesepahaman kedua belah pihak. Selanjutnya, pihaknya akan mengirimkan tim teknis. Untuk melakukan kajian terhadap sumber Jombok.

“Hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu mencakup beberapa faktor. Kebermanfaatan bagi masyarakat,” jelasnya. 

Kata Muji, pembangunan tersebut dapat dilanjutkan. Setelah tim teknis melakukan kajian. Harus lihat posisinya di mana. Apakah harus dilakukan AMDAL. Setelah melakukan kajian bersama DLH, bisa diputuskan lanjut atau tidak. 

“Kami harus melihat. Apakah fungsi sumber masih berjalan sebagai air minum dan irigasi,” tandasnya. (ant/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Kriminal

Malang Post – Polsek Turen meringkus dua pelaku diduga terlibat kasus penipuan dan penadah barang kejahatan. Satu tersangka, seorang wanita dan pernah berstatus guru honorer. ...

headline

Malang Post – Sengketa tanah Pemkot Malang melawan warga kawasan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang terus bergulir. Saat ini, telah masuk tahap Pemeriksaan Setempat (PS)...

headline

Malang-Post – Edukasi pra nikah penting dilakukan. Mengingat pernikahan bukan sekedar menyatukan dua individu yang berbeda. Tapi menyatukan dua keluarga besar yang penuh dinamika...

News

Malang Post – Tabrakan Minggu (13/6/2021) pukul 08.00 di Jl Ki Ageng Gribig depan toko Kue Lumpur Bakar Kota Malang, menggegerkan warga sekitar. Pikap yang...

Malang Raya

AMEG – Dengan proses yang lumayan rumit. Terciptanya batik ternyata telah ada sejak kerajaan Majapahit. Kesenian batik secara cepat, meluas di Indonesia. Terkhusus di...

News

AMEG – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu bakal melanjutkan program penomoran rumah 2021 ini. Setidaknya ada tiga desa yang akan...

Ekobis

AMEG – Bisa jadi belum banyak yang tahu jeruk unik bernama Dekopon. Buah asli Jepang itu hadir pertama kali di Indonesia pada 2016. Budidaya...

News

AMEG-Pandemi Covid-19, meluluhlantakkan sektor ekonomi. Berbagai macam potensi sumber anggaran, difokuskan untuk pemulihan ekonomi. Salah satunya pemanfaatan dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCT)...