Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Dari Penggila Wayang, Jadilah Kampung Wayang

KAMPUNG WAYANG JAMBEREJO: Deklarasi Kampung Wayang. (Foto: Istimewa)

Malang – Dusun Brau beberapa waktu lalu mendeklarasikan menjadi Desa Wisata. Unggulannya, wisata edukasi susu sapi perah. Kini, giliran Dusun Jamberejo, Desa Beji. Menyusul mendeklarasikan diri sebagai desa wisata. Kampung Wayang, tema utamanya. 

Ini membuktikan jika kreatifitas warga Kota Batu tak pernah mati. Meski pandemi covid-19. Mereka tetap berkreasi. Warga Dusun Jamberejo bersemangat bangkit di new era, new habit. Pulihkan perekonomian, dengan destinasi wisata baru.

Baca Juga ----------------------------

Uniknya, di desa itu, tak ada satupun warganya yang menjadi dalang. Ataupun pembuat wayang kulit. Namun, warganya sangat tergila-gila dengan kesenian leluhur ini. Maka masyarakat berkeinginan kuat melestarikan budaya ini.

Nantinya, di Dusun Jamberejo, setiap pukul 09.00, akan diputar pagelaran wayang melalui pengeras suara. Hingga suaranya terdengar ke rumah-rumah warga. Selain itu, ornamen dan tokoh-tokoh pewayangan juga akan tampil di tembok depan rumah warga.

Peluncuran destinasi wisata baru ini, dimeriahkan pementasan kesenian ludruk. Dibawakan kelompok Suro Aji Suryo, Minggu (15/11) malam. Sebelumnya, pada pra puncak acara, Jumat (13/11) juga menampilkan pagelaran wayang kulit. 

Peresmian Kampung Wayang itu, ditandai dengan penancapan wayang Gunungan di gedebok (pohon pisang). Dilakukan Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Arief Assidiq.

“Didasari kekompakan seluruh masyarakat di sini. Tentu akan menjadi sebuah momen luar biasa. Untuk membangun Desa Beji dari segi seni budaya. Sehingga dapat lahir talenta seni dari Desa Beji. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sumbangsih terwujudnya kampung wayang,” ujar Arief. 

Pihaknya tentu akan mendukung dan memfasilitasi setiap agenda tahunan di Desa Beji. Termasuk pendampingan kesenian tradisi yang ada di Desa Beji juga akan diberikan

“Baru saja Kota Batu meraih penghargaan warisan budaya tak benda (WBTB) dari Kemendikbud. Dengan kesenian tradisi Jaran Kepang dan Bantengan. Kedua kesenian itu dinyatakan sebagai kesenian asli Kota Batu,” ungkapnya. 

Penghargaan itu, lanjutnya, bakal menjadi salah satu pelecut. Agar senantiasa melestarikan seni budaya tradisi. Tujuannya, meningkatkan daya tarik wisata. Sehingga dapat mengangkat citra Kota Batu sebagai Kota Wisata. (dsw)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Program yang digencarkan Walikota Malang Drs H Sutiaji tentang lima strategi penanganan Covid mulai membuahkan hasil. Diantaranya Malpro (Malang beli produk lokal),...

Malang Raya

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan...

Malang Raya

Malang Post –  Jumlah kasus Covid masih tinggi. Pemkot Malang pun menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kali ini Kecamatan...

Malang Raya

Malang Post – Warga Kabupaten Malang menyambut antusias gelaran Vaksinasi Gotong Royong. Giat ini diselenggarakan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) dan Keluarga Besar UB (Universitas Brawijaya),...

Malang Raya

Malang Post – Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan cara efektif. Menyediakan air minum kualitas aman (siap diminum) dan tidak...

Malang Raya

Malang Post – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang punya pemimpin baru. Setelah ditinggal purna tugas Ir Hadi Santoso,...

Malang Raya

Malang Post – Aparat gabungan kembali menggelar patroli dalam rangka PPKM Level 4. Sebagai upaya menegakkan aturan PPKM dan disiplin prokes.  Sebanyak 40 personel...

News

Malang Post – Pandemi mengharuskan setiap individu menjaga kesehatan. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan higienis. Namun masih diberlakukan PPKM. Mobilitas harus dikurangi. Berdiam...