Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Temukan Rel Trem Kayutangan Dari Tahun 1895

CEK TEMUAN: Consultants Enginer Prospera, Warjo dan komunitas Malang Heritage Tjahjana Indra Kusuma, saat melihat kondisi rel trem era kolonial.

Rel trem kuno Malang Stoomtram Matschappij atau rel kereta trem era Kolonial Belanda, kodisinya masih bagus. Rel ini ditemukan pekerja saat membongkar badan Jl Basuki
Rahmat (kawasan Kayutangan Heritage), Kota Malang, Selasa (10/11/2020) sore.
Consultants Enginer Prospera, Warjo mengatakan: Kondisi rel trem dalam kondisi bagus, meski tertanam puluhan tahun di bawah aspal Kayutangan. Sebelum pengerjaan
batuan andesit di kawasan Kayutangan Heritage, pihaknya akan melapisi rel tersebut, agar rel trem tetap terawat. “Paling efektif nanti kita amankan. Kita beri beton untuk mengamankan rel ini. Sebab selama ini tanpa pengamanan. Sehingga bisa berkarat. Dengan beton ini, otomatis akan terlindungi,” jelasnya, Rabu (11/11/2020).

Sesuai site plan, batuan andesit akan dipasang di perempatan Rajab-ali dan PLN. Karena itu, kawasan Jl Basuki Rahmat Kota Malang ditutup total sementara waktu. Warjo memperkirakan lama proses pengerjaan pemasangan batu andesit, maksimal sampai 20 Desember 2020. Sebab, proses pengerjaan ini berupa struktur. Yaitu, menguatkan bagian
bawah jalan dengan menggunakan beton yang kemudian dicor. Setelah bagian bawah dikuatkan, baru dilanjutkan proses pemasangan batuan andesit di permukaan jalan.

Baca Juga ----------------------------

“Kami tidak mau seperti batuan andesit di zona III (patung Chairil Anwar. Kami ingin kuatkan bagian bawah tanah, agar stabil. Jadi bagian permukaan lebih bagus,” tandasnya. Merespon temuan rel trem kolonial ini, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang juga langsung
mengecek ke lokasi. Dugaan kuat, rel ini bekas Malang Stoomtram Mij (MS) tahun 1895.

“Tunggu ya mas, kita masih mau bahas dulu,” kata Sekretaris TACB Kota Malang, Agung H Buana saat dimintai keterangannya. Seperti diberitakan, proyek pembangunan Kayu Tangan Heritage mulai digarap awal pekan ini. Proyek senilai Rp 23 miliar bersumber DAK itu bertujuan mempercantik koridor Jl Basuki Rahmat sebagai kawasan atau destinasi wisata cagar budaya. (Joffa Safik-Januar Triwahyudi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Wisata

Malang Post – Februari adalah bulan yang sangat dinanti, karena terdapat momen spesial yang tepat untuk berkumpul bersama orang terkasih atau kerabat dekat. Disambut...

Kriminal

Malang Post —  Pasca membekuk tersangka curanmor, kini Resmob Polresta Malang mengeler mereka. Tujuannya untuk melacak komplotan lainnya. Proses penangkapannya, mendadak menyebabkan arus lalu...

Malang Raya

Malangpsot – Setelah melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat Kota Malang beberapa waktu lalu, kini Kodim 0833/Kota Malang menggelar vaksinasi kepada anggota dan ibu-ibu Persit Kartika...

headline

Malangpost – Senin pagi (24/1), Forkopimda Kota Malang meluncurkan Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan (Pamor Keris) di depan halaman Balaikota Malang. Ratusan personel bergabung...

headline

Malangpost – Bau tak sedap merebak lagi dari Pengadilan Negeri Surabaya. Belum kering borok yang dibongkar KPK atas tangkap tangan hakim Itong dan Panitera...

Dahlan Iskan

NAMA Melia kembali menghiasi langit ilmu pengetahuan Indonesia: dia berhasil membuat bensin dari kelapa sawit. Anda sudah tahu nama bensin baru itu: bensa –bensin...

headline

Malang Post —  Kecelakaan di Simpang Bengawan Solo Jl Panglima Sudirman Kota Malang kembali terjadi. Kali ini sebuah truk Mitsubishi Colt bernopol N 9065...

Wisata

Malang Post – Operator internasional terbesar diindonesia untuk Serviced Residence dan Hotel, The Ascott limited (Ascott) Jumat (21/1/2022) mengumumkan pembukaan properti terbarunya Shanaya Resort....