Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

Satu Wilayah Home and Away.

KEMBALI: Aremania saat memadati Stadion Kanjuruhan dalam salah satu laga home Arema. Musim 2020 yang dilanjutkan pada 2021, diharapkan bisa digelar di kandang Singo Edan. (Aria Cakraningrat/DI’s Way Malang Post)

Malang – Manajemen Arema FC berharap banyak pada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), yang bakal memanggungkan lanjutan Liga 1 2020, pada Februari  2021 dengan titel baru Liga 1 2020/2021.

Hanya saja seperti yang diungkapan Manajer Singo Edan, Ruddy Widodo, untuk kelanjutan tahun depan, dia melemparkan usulan agar kompetisi tak lagi dipusatkan di Pulau Jawa. Format juga dikembalikan seperti saat kick off musim ini, dimulai pada Februari 2020 lalu.

‘’Harapan kami, saat mayoritas daerah di Indonesia sudah dalam status zona hijau, jika lanjutan kompetisi Liga 1 digelar Februari 2021, beberapa tim luar Pulau Jawa, yang sebelumnya berencana berkandang di Bantul, Sleman dan Lamongan, bisa kembali ke kandangnya masing-masing. Semua tim sebaiknya bermain di kandang masing-masing. Itu lebih fair saya pikir. Jadi tak perlu seluruh pertandingan dipusatkan di Pulau Jawa. Arema juga menjamu 17 tim lainnya di Stadion Kanjuruhan,’’ ujar Ruddy Widodo.  

Penantian 18 tim anggota Liga 1 2020 relatif panjang. Bila lanjutan kompetisi benar-benar digelar mulai Februari 2021, artinya 11 bulan baru betul-betul mendapat rekomendasi perizinan dari pihak kepolisian.

Namun sejatinya tak ada alasan lagi bagi kepolisian, untuk tidak memberikan izin keramaian pada Februari 2021. Selain status pandemi Covid-19 relatif menurun, Pilkada serentak sudah tuntas digelar pada 9-20 Desember 2020. Sementara ini, dua alasan itulah yang menjadi dasar kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian.

‘’Begitu juga jika PSSI dan PT LIB melanjutkan Liga 1 pada Februari 2021 nanti, format kompetisi juga tetap dan tak perlu diubah. Selain karena semua tim akan kembali berlaga di kandangnya sendiri-sendiri, format kompetisi tetap menggunakan sistem double round-robin atau satu kompetisi penuh home and away. Tidak perlu diubah menggunakan round-robin atau setengah kompetisi atau home tournament. Nanti kan rencananya kompetisi digelar dalam durasi lima hingga enam bulan, dengan format satu kompetisi penuh home and away, kami nilai waktunya mencukupi,’’ imbuh Ruddy Widodo.

Jika seluruh pertandingan tak lagi dipusatkan di Pulau Jawa, kemungkinan besar tiga tim tetap bakal terusir dari kandangnya atau menjadi tim musafir. Yakni Persipura Jayapura tak bisa menggunakan Stadion Papua Bangkit dan Stadion Mandala Jayapura, lantaran tak boleh digunakan sebelum PON XX Papua 2021, yang baru berlangsung 20 Oktober-4 November 2021.

Kemudian Persebaya Surabaya, tak bisa berkandang di Stadion Gelora Bung Tomo. Karena dalam proses renovasi besar-besaran, untuk menjadi salah satu venue babak penyisihan FIFA World Cup U-20 2021.

Begitu juga Persija Jakarta, yang harus terusir dari Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, dengan alasan yang sama. Stadion masih dipersiapkan menjadi venue Piala Dunia U-20 2021. (act/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Di's way

Malang – Aji Santoso dalam usia 18 tahun lebih 216 hari, sudah memulai debut karir sepak bola profesionalnya. Tampil pada laga perdana Arema Malang (Arema...

Di's way

Jakarta – PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memastikan, format lanjutan Liga 1 2020 tidak akan berubah. Kalau pun ada yang berbeda, adalah titel...

Di's way

Malang – General Manager PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), Ruddy Widodo, enggan merespon terlalu jauh. Terkait mengemukanya rumor di publik, kemungkinan digelarnya...

Di's way

Malang – Diluar nama-nama Dendi Santoso dan Johan Ahmad Alafarizi, Hendro Siswanto merupakan pemain terlama berkostum tim berjuluk Singo Edan. Sepanjang 13 tahun karir...