Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

Arema dan Persebaya, Rivalitas Berusia 28 Tahun.

Harian DI’s Way Malang Post

Malang – GOL pembuka kemenangan 2-1 tim Singo Edan -julukan Arema FC- atas Persebaya Surabaya, menit ke-37 lewat sepakan Singgih Pitono, ke gawang lawan yang dijaga Hengky Kurniawan, menjadi awal rivalitas kedua asal tim Jawa Timur tersebut. Pertemuan pertama itu, justru terjadi di tempat netral. Pada laga pramusim, babak penyisihan Grup A Piala Utama, 25 Oktober 1992, di Stadion Mattoangin Makassar. 

Usia rivalitas dua sateru abadi tersebut,  kini genap 28 tahun lebih lima hari per 2 November 2020. Total mereka telah berjumpa dalam 30 pertandingan. Melahirkan 67 gol. 

Menariknya, bentrok terakhir atau ke-30 tim Singo Edan versus Bajul Ijo, juga terjadi pada laga pramusim. Pada 17 Februari 2020 lalu. Pada babak semifinal Piala Gubernur Jatim 2020. Juga di tempat netral. Di Stadion Supriyadi Kota Blitar, yang berkesudahan 4-2 untuk Persebaya.

Begitu juga gol terakhir atau ke-67 dari 28 tahun pertemuan kedua tim, dicetak striker Arema FC asal Argentina,  Elías Patricio Alderete ke gawang lawan, yang dikawal Rivky Mokodompit. Menit ke-73 atau menunjukkan angka  menit yang nyaris sama dengan gol pertama tahun 1992.

‘’Pertemuan antara Arema dan Persebaya, seperti tak kenal tempat dan suasana. Mau di Malang, di Surabaya atau di tempat netral, sejak dulu sampai sekarang selalu ramai dan ketat. Mau ada penonton atau tanpa penonton sekalipun, tetap tensinya tinggi,’’ ujar Singgih Pitono, yang kini asisten pelatih Arema FC.

Tapi soal perpindahan pemain dan pelatih di antara kedua tim, sejak dulu juga sering terjadi. Mantan pelatih atau pemain Arema atau dari Malang, berpindah dan bermain di Persebaya. Demikian juga sebaliknya.

‘’Tapi rivalitas kami pemain Arema dan Persebaya itu, hanya terjadi di dalam lapangan saja. Selama 90 menit saja. Setelah itu, kami sahabat dan bahkan seperti saudara,’’ tandas mantan striker Arema ini.

Sementara ini, Arema masih leading dalam 30 head to head atas Persebaya Surabaya. Yakni di angka 14-10, sejak 25 Oktober 1992 hingga 17 Februari 2020. Enam laga berakhir seri. Arema juga unggil tipis dari selisih gol 34-33.

Tercatat ada 13 laga berlangsung di Stadion Gajayana Kota Malang dan Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Arema juga unggul jauh 11-0, dua kali seri, dan selisih gol 19-2.

Sebaliknya di Stadion Gelora 10 November Tambasari dan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, berlangsung 12 pertemuan. Kali ini Persebaya Surabaya ungguli Arema 8-0, seri empat kali dan selisih gol 24-7. Namun Arema justru yang unggul 3-2 dengan selisih gol 8-7 atas Persebaya dalam lima laga di tempat netral.

Bagi panpel Arema, derby Jatim di Stadion Kanjuruhan, tak hanya mengundang pemasukkan besar dari sisi penjualalan tiket. Namun juga kerawanan, hukuman atau sanksi berat akibat putusan Komite Disiplin PSSI.

Laga kedua tim menjadi langganan level super bigmatch dengan prosedur tetap keamanan super ketat, agar mendapatkan rekomendasi perizinan dari Polres Malang Kabupaten dan Polda Jatim.

Panpel harus menyiapkan pengamanan berstandar VVIP. Sebanyak 1.200 personil keamanan gabungan TNI-Polri dan pam swakarsa diturunkan. Serta mencetak 44 ribu lembar tiket yang hampir pasti ludes terjual.  

Sejauh ini, tidak ada argumen jelas apa penyebab pasti awal munculnya rivalitas klasik panjang kedua tim di provinsi sepak bola Jawa Timur itu. Terutama yang menyeret suporter kedua tim ke dalamnya.

Meski ada yang menyebut perseteruan kedua tim itu, bagian dari lanjutan atau berawal dari rivalitas musisi bergenre rock underground kedua kota awal 1970-an.  Padahal di antara kedua kota itu, sejak era Perserikatan (1950-an), Galatama, Liga Indonesia dan bahkan Liga 1 kini, kerap terjadi migrasi atau perpindahan pemain dan pelatih kedua tim.

‘’Arema datang ke Surabaya dan sebaliknya, Persebaya datang ke Malang, dengan rivalitas dan sudah pasti ada tujuan. Yakni memenangkan  pertandingan. Rivalitas kedua tim tetap sampai kompetisi kapan pun. Ibaratnya rivalitas tanpa batas,’’ timpal mantan center back dan kapten tim Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro. 

Itu artinya, bermain di Malang dan Surabaya. Atau kota manapun untuk kedua tim, jelas berbeda atmosfernya dibandingkan melawan tim lain. Tidak hanya teknik, skill dan taktik saja, tapi yang paling utama adalah mental.

Termasuk siapa pun yang menjadi pemain di kedua tim tersebut. Sekali pun pemain yang tidak mengerti akan sejarah rivalitas. Namun ketika sudah memakai kostum Arema dan Persebaya, maka rivalitas itu langsung muncul di permainan tersebut. (act/rdt)

Rivalitas Arema FC vs Persebaya

Pencetak gol pertama (gol ke-1)

Singgih Pitono (menit 37)

Piala Utama Grup A

25 Oktober 1992

Stadion Mattoangin Makassar

Arema FC vs Persebaya Surabaya 2-1

Pencetak gol terakhir (gol ke-67)

Elías Patricio Alderete (menit 73)

Piala Gubernur Jatim 2020 (semifinal)

17 Februari 2020

Stadion Supriyadi, Kota Blitar

Persebaya Surabaya vs Arema FC 4-2

Head to Head

17/02/2020 Persebaya Surabaya vs Arema FC 4-2 (PGJ di Blitar)

12/12/2019 Persebaya Surabaya vs Arema FC 4-1 (Liga 1)

15/08/2019 Arema FC vs Persebaya Surabaya 4-0 (Liga 1)

12/04/2019 Arema FC vs Persebaya Surabaya 2-0 (PP)

09/04/2019 Persebaya Surabaya vs Arema FC 2-2 (PP)

06/10/2018 Arema FC vs Persebaya Surabaya 1-0 (Liga 1)

06/05/2018 Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0 (Liga 1)

02/03/2018 Persebaya Surabaya vs Arema FC 0-2 (PGK di Samarinda)

24/12/2013 Persebaya Surabaya vs Arema FC 0-1 (PGJ di AAL)

28/12/2012 Arema FC vs Persebaya Surabaya 1-0 (PGJ di Malang)

21/02/2010 Arema FC vs Persebaya Surabaya 1-0 (ISL)

16/01/2010 Persebaya Surabaya vs Arema FC 2-0 (ISL)

30/12/2007 Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-1 (DU)

13/02/2007 Arema FC vs Persebaya Surabaya 2-1 (DU)

04/09/2006 Persebaya Surabaya vs Arema FC 0-0 (PI)

01/09/2006 Arema FC vs Persebaya Surabaya 1-0 (PI)

22/12/2002 Arema FC vs Persebaya Surabaya 1-2 (PGJ di Sidoarjo)

08/07/2001 Arema FC vs Persebaya Surabaya 1-0 (DU)

18/01/2001 Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0 (DU)

10/05/2000 Arema FC vs Persebaya Surabaya 1-0 (DU)

19/03/2000 Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0 (DU)

12/04/1998 Arema FC vs Persebaya Surabaya 0-0 (DU)

16/11/1997 Persebaya Surabaya vs Arema FC 0-0 (DU)

26/03/1997 Persebaya Surabaya vs Arema FC 6-1 (DU)

19/02/1997 Arema FC vs Persebaya Surabaya 1-1 (DU)

1995/1996 Arema FC vs Persebaya Surabaya 3-0 (DU)

1995/1996 Persebaya Surabaya vs Arema FC 3-0 (DU)

30/04/1995 Persebaya Surabaya vs Arema FC 3-2 (DU)

29/03/1995 Arema FC vs Persebaya Surabaya 1-0 (DU)

25/10/1992 Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-2 (PU di Makassar)

Keterangan :

ISL   : Indonesia Super League

DU   : Divisi Utama (Liga Indonesia)

PU    : Piala Utama

PP    : Piala Presiden

PGJ  : Piala Gubernur Jawa Timur

PGK : Piala Gubernur Kalimantan Timur

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Di's way

Malang – Jika 31 laga tersisa kompetisi Liga 1 2020 (Liga 1 2020/2021), tetap dipastikan tanpa kehadiran penonton hingga akhir kompetisi, manajemen Arema FC...

Di's way

Malang – Pertimbangan kepentingan keluarga mendesak, akhirnya memaksa playmaker Arema FC, Bruno Smith Nogueira Camargo, harus pulang kampung ke Franca, Sao Paulo, Brasil, Senin...

Di's way

Malang – Lama absen di atas lapangan hijau dan tak memimpin satu pun dari 306 pertandingan kompetisi Liga 1 2019 dan 26 laga Liga...

Di's way

Malang – Asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto, terang-terangan menilai, lini belakang timya relatif masih rapuh dan mudah hilang konsentrasi. Bahkan mantan center back...