Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Asisten Pelatih Arema FC Bersitegang Saat Latihan.

KOMPAK LAGI: Carlos de Oliveira didampingi Charis Yulianto dan Felipe Americo, usai latihan kemarin pagi di Balearjosari. (Foto: Aria Cakraningrat/DI’s Way Malang Post)

Malang – PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang hingga saat ini, tak kunjung bisa memberikan kepastian kapan lanjutan kompetisi Liga 1 2020 akan dimulai kembali, berimbas terhadap mental-psikis pemain. Bahkan jajaran pelatih semua klub. Termasuk Arema FC, yang masih tetap intens menggelar latihan rutin. Sementara banyak tim lainnya memilih meliburkan hingga batas waktu tak pasti.

Salah satu dampak psikis, dirasakan langsung anggota tim Singo Edan dalam  latihan di Lapangan SMK Negeri 12, Balearjosari, Kota Malang, Jumat (23/10) kemarin pagi. Dua asisten head coach Carlos Carvalho de Oliveira, yakni Charis Yulianto dan pelatih kiper asal Brasil, Martin Goncalves Felipe Americo, terlibat insiden kecil.

Bersitegang dan saling adu mulut, begitu usai latihan di depan para pemain dan jajaran pelatih lainnya, sekitar 30 menit. Bak seorang ayah pada anaknya, Carlos de Oliveira menunjukkan peran besarnya. Melerai keduanya begitu sabar dan tenangnya.

‘’Antara Charis dan Felipe, saya pikir hanya miss communication. Saya sudah ajak bicara keduanya. Mereka seperti anak-anak bagi saya. Tak apa, ini hal biasa terjadi dalam klub sepak bola dimanapun di dunia. Saya sering menghadapi insiden seperti itu,’’ ujar Carlos Oliveira.

Pelatih asal Brasil ini juga bisa memaklumi, di tengah kompetisi Liga 1 2020 yang belum tahu kapan dimulai, sementara tim terus latihan, tentu hal-hal seperti insiden itu  bisa saja terjadi. ‘’Biarkan mereka sama-sama cooling down,’’ ujarnya.

Kronologis insiden, begitu usai menggelar sesi latihan internal games, Carlos de Oliveira meminta pemainnya melanjutkan sesi latihan sprint-shuttle run and shooting on goal di dalam area kotak 16 meter, di sisi selatan lapangan.

Empat penjaga gawang, Utam Rusdiana, Teguh Amiruddin, Andreas ‘Ciko’ Fransisco dan Tegar Surya Mahendra, secara bergantian meredam tendangan yang dilakukan pemain lainnya.

Awal keributan muncul ketika gawang empat penjaga gawang, beberapa kali kebobolan. Namun tak ada sekalipun arahan dari pelatih kiper, Felipe Americo. Dia  justru tak berdiri di samping gawang memberikan arahannya. Tapi berdiri di area luar kotak penalti disamping, bersama Carlos de Oliveira.

Beberapa kali Charis Yulianto berteriak-teriak, ‘’mana ini pelatih kipernya? Nggak ada pelatih kipernya ya, yang memberikan arahan ke penjaga gawang. Mosok saya yang harus berdiri disamping gawang mereka.”

‘’Maksud saya khan baik. Dalam sesi latihan sprint-shuttle run and shooting on goal kearah gawang yang bergantian dijaga empat penjaga gawang, mereka harus didampingi pelatihnya.  Memberikan arahannya dan bukan malah berdiri di tengah sibuk mengatur bola. Mosok harus saya yang dampingi kiper.

Saya nggak tahu apa-apa soal teknis kiper. Tugas saya awasi pemain posisi lainnya. Tapi sudahlah, itu hanya miss communication saja. Lupakan saja,’’ tandas Charis Yulianto.

Di sisi lain, Felipe Americo begitu usai bersitegang dan latihan selesai, tak langsung menuju aula terbuka, ganti baju dan parkir kendaraan. Dia memilih duduk menyendiri termenung disudut lapangan hampir 15 menit. Charis sendiri memilih menuju mobilnya dan pulang sembari dirangkul dan ditenangkan oleh playmaker asal Brazil, Bruno Smith.

‘’No problem, friend. Ini hanya miss communication saja. Kita sama-sama latihan panas, capek dan tunggu liga (dimulai). Mungkin insiden seperti ini bisa terjadi. Forget it, kita tetap satu tim solid,’’ timpal Felipe Americo.  (act/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Bisnis

Malang – Kawasan Malang Raya, masih belum terbebas dari kepungan wabah atau pandemi virus corona (Covid-19) dalam 10 bulan terakhir ini. Dampaknya sangat buruk...

Di's way

Malang – Pertimbangan kepentingan keluarga mendesak, akhirnya memaksa playmaker Arema FC, Bruno Smith Nogueira Camargo, harus pulang kampung ke Franca, Sao Paulo, Brasil, Senin...

Di's way

Malang – Asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto, terang-terangan menilai, lini belakang timya relatif masih rapuh dan mudah hilang konsentrasi. Bahkan mantan center back...

Di's way

Malang – Raden Ajeng Kartini, terlahir di Jepara, 21 April 1879. Wafat di Rembang, 17 September 1904, adalah seorang tokoh dan pahlawan nasional. Pelopor...