Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Idealnya Swab Test Dua Minggu Sekali

PERLU LAGI: Pemain Arema saat melakukan swab test di sekretariat tim beberapa waktu lalu. (Aria Cakraningrat/DI’s Way Malang Post)

Malang – Manager meeting antara PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan perwakilan 18 klub, Senin (21/9) lalu, di Sheraton Hotel Bandung, salah satunya menghasilkan kesepakatan, terkait penerapan ketat protokol kesehatan pandemi virus corona, pada lanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Manual Liga mengatur, akan dilakukan swab test secara berkala, seminggu sebelum kick off kompetisi. Secara berkala setiap 14 hari sekali, sepanjang 31 pekan terhadap semua komponen tim kontestan Liga 1 2020.  

‘’Tapi begitu lanjutan kompetisi dua kali tertunda, karena tidak ada izin keramaian dari kepolisian, dalam masa penantian ini praktis semua pemain, pelatih dan tim ofisial, termasuk Arema FC, tak ada jadwal swab test lagi,’’ ujar dokter tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.KO., kemarin.

Padahal seharusnya, kata dia, untuk sebuah tim yang akan berlaga, tetap harus ada swab test secara berkala. Arema sendiri, masih menunggu arahan dari PT LIB bersama vendornya, yang menanggung semua pelaksanaan swab test. Terutama dari sisi pembiayaan. 

Tim Singo Edan sendiri, sejak kembali berlatih bersama mulai 3 Agustus lalu, baru sekali menggelar swab test yang sekaligus PCS (polymerase chain reaction). Yakni pada 28 September lalu di kandang singa, Jl. Mayjen Panjaitan Kota Malang.

Melibatkan 71 unsur tim. Baik jajaran pemain maupun pelatih serta unsur ofisial,  panpel dan manajemen tim. Selebihnya hanya melakukan sekali kali  rapid test dalam dua gelombang. Tanggal 17 Juli dan 28 Juli dan sekali serologi test, tanggal 9 Oktober lalu.

‘’Kalau semua tim -termasuk Arema- harus melakukan swab test mandiri, tentu sangat memberatkan tim. Bayangkan saja, swab test untuk satu orang Rp 900 ribu. Setiap tim seperti Arema ada 70-an orang yang harus ikuti swab test. Tinggal dikalikan saja berapa anggarannya. Sekitar Rp 60 juta lebih,’’ imbuh dr Nanang.

Tetapi memang idealnya, kata dia, swab test harus dilakukan dua minggu sekali. Bahkan untuk liga-liga Eropa, sudah seminggu sekali. Atau minimal dilakukan serologi test. Yakni hampir sama dengan rapid test, tetapi hasilnya jauh lebih akurat.

‘’Berat memang kalau harus swab test mandiri oleh klub. Kecuali sekarang kami menunggu arahan dari PT LIB, bagaimana kedepannya. Sebab tertunda atau tidak kompetisi, swab test harus tetap dilakukan di saat pandemi Covid-19 masih mewabah,’’ demikian dr. Nanang Tri. (rdt)

Protokol Kesehatan Covid-19 Arema FC

Serologi Test      : 9 Oktober 2020 (ditanggung manajemen Arema)

Swab Test-PCR  : 28 September 2020 (ditanggung PT LIB)

Rapid Test           : 28 Juli 2020 (Pertama bersama Satgas Covid-19 NU Malang Raya)

Rapid Test           : 17 Juli 2020 (kedua bersama Satgas Covid-19 NU Malang Raya)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Bisnis

Malang – Kawasan Malang Raya, masih belum terbebas dari kepungan wabah atau pandemi virus corona (Covid-19) dalam 10 bulan terakhir ini. Dampaknya sangat buruk...

Di's way

Malang – Asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto, terang-terangan menilai, lini belakang timya relatif masih rapuh dan mudah hilang konsentrasi. Bahkan mantan center back...

Di's way

Malang – Raden Ajeng Kartini, terlahir di Jepara, 21 April 1879. Wafat di Rembang, 17 September 1904, adalah seorang tokoh dan pahlawan nasional. Pelopor...

Di's way

Malang – General Manager PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), Ruddy Widodo, enggan merespon terlalu jauh. Terkait mengemukanya rumor di publik, kemungkinan digelarnya...