Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

Dokter Wafat, IDI Tegaskan Protokol Kesehatan.

dr Djoko Heri Hermanto, Sp.PD-KHOM.,Ketua IDI Cabang Malang Raya (Foto: istimewa)

Malang – Seorang dokter di Kota Malang, kembali meninggal dunia. Karena Covid-19, setelah sempat mendapat perawatan intensif di ruang isolasi RSSA Malang. Dr dr Siswanto MSc, wafat pada Senin (19/10) dini hari. Dalam usia 78 tahun.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya, dr Djoko Heri Hermanto, Sp.PD-KHOM., benar-benar prihatin dengan kondisi tersebut. Apalagi almarhum, adalah dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

‘’Agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi, mohon kepada semua pihak, agar patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir,’’ kata dr Djoko.

Sebab, katanya, percuma saja seluruh perjuangan para dokter dan petugas kesehatan, yang menggunakan APD lengkap, jika angka kasus Covid-19 terus bertambah. Masyarakat sebagai kuncinya, harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

‘’Kalau masyarakat sampai abai dan tidak patuh dalam penerapan protokol kesehatan, dampaknya justru kepada petugas medis dan paramedis. Karena mereka yang berada di garis depan mengatasi masalah ini. Masyarakat yang terkena virus, akan menyerang tenaga medis,’’ katanya.

Jika kondisi tersebut terus terjadi, tambahnya, tidak menutup kemungkinan rumah sakit dan tempat kesehatan lainnya, akan penuh pasien. Akibatnya, petugas medis akan kelelahan dan pada akhirnya mereka akan tertular Covid-19.

IDI sendiri, akan terus memberikan sosialisasi terkait pemakaian dan pelepasan APD bagi tenaga kesehatan dan dokter. Termasuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan APD untuk dokter dan tenaga kesehatan.

Catatan IDI Malang Raya, jingga September kemarin, ada 36 dokter yang terkonfirmasi Covid-19. Dari jumlah tersebut, ada lima dokter yang berpulang. Para dokter di Malang Raya sendiri, saat ini sudah banyak yang mengurangi jam praktik pribadi, untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. (nyk/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

headline

Surabaya – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Berduka. Andrianto Purnawan (38 tahun), yang menjabat sebagai  Ketua Tim Percepatan Partisipasi Masyarakat Penanggulangan Covid-19 PB...

Nasional

Jakarta – Dukungan keluarga terdekat atau kerabat, sangat berpengaruh bagi kesembuhan pasien Covid-19. Karena bisa membangkitkan hormon positif, yang dibutuhkan pasien Covid-19. Pernyataan itu...

Di's way

Malang – Mempersiapkan kedatangan vaksin virus Covid 19, yang dijadwalkan tiba November mendatang, Dinas Kesehatan Kota Malang, mulai mendata jumlah tenaga kesehatan (Nakes). Baik...

Di's way

Malang – ‘’Kami Arema Salam Satu Jiwa. Di Indonesia kan slalu ada. Slalu bersama untuk kemenangan. Kami Arema.’’ Lagu khas Aremania –suporter Arema FC-...