MALANG POST – Pemerintah Kabupaten Malang, resmi meluncurkan Logo Hari Jadi Ke-1266 Kabupaten Malang, bertagline “Kabupaten Malang Berdaya Saing” yang dirangkaikan dengan Gema Panji Budaya di Pendopo Agung, pada Sabtu (25/7/2026) malam, sebagai simbol refleksif peradaban dan dorongan kebangkitan ekonomi, berbasis budaya serta pariwisata daerah.
Angka itu tidak main-main: 1.266 tahun. Sebuah rentang usia peradaban yang teramat panjang bagi sebuah daerah di tanah Jawa.
Sabtu (25/7/2026) malam, suasana Pendopo Agung Kabupaten Malang tampak semarak. Pemerintah Kabupaten Malang resmi merilis Logo Hari Jadi Ke-1266 Kabupaten Malang. Tema besar yang diusung sangat tegas: “Kabupaten Malang Berdaya Saing”.
Peluncuran logo ini dikemas apik bersamaan dengan gelaran Gema Panji Budaya Malang Kucecwara.
Acara dibuka oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Kurniati, yang hadir mewakili Bupati Malang, Sanusi. Jajaran Forkopimda, para kepala dinas, hingga para camat dari pelosok Kabupaten Malang hadir memenuhi pendopo.
Dalam pidato Bupati yang dibacakan Wahyu Kurniati, ditegaskan bahwa peringatan usia ke-1266 ini bukan sekadar rutinitas seremoni tiup lilin atau potong tumpeng. Ini adalah cermin untuk merefleksikan perjalanan panjang dalam menjaga nilai-nilai luhur peradaban.
“Ini momentum merefleksikan perjalanan panjang selama 1.266 tahun dalam membangun peradaban, menjaga nilai-nilai luhur, serta memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Malang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutur Wahyu Kurniati.

PENCIPTA LOGO: Rheindra Rizky Nalendra, menerima penghargaan dari Pemkab Malang, yang diserahkan Wahyu Kurniati. Logo HUT ke-1266, diciptakannya. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Logo angka 1266 tahun ini digores dengan gaya cat air yang dinamis. Visualnya melambangkan semangat modern, inovatif, dan kreatif. Garis bentuknya dibuat mengalir diagonal—sebuah simbol gerak cepat Kabupaten Malang yang adaptif merespons tantangan zaman.
Filosofi Jawa yang adiluhung, Satata Gama Karta Raharja, tetap menjadi pilar utamanya.
Setiap sudut logo punya cerita. Ada helai daun yang menegaskan komitmen kelestarian lingkungan. Ada bulir padi yang menyimbolkan ketahanan pangan dan kemakmuran warga. Nyala obor hadir membawa pesan semangat inovasi yang tak boleh padam.
Tak ketinggalan, burung Cucak Ijo sebagai maskot daerah berdiri gagah. Kibasan selendang Tari Topeng Malangan serta lekuk ombak Pantai Selatan menyatu indah—merepresentasikan kekayaan budaya Panji dan potensi bahari Malang Selatan yang melimpah.
Desain sarat makna ini lahir dari tangan kreatif Rheindra Rizky Nalendra. Atas sumbangsih karyanya, Pemkab Malang memberikan penghargaan khusus di atas panggung.
Peluncuran logo ini juga menjadi penabuh genderang bagi kebangkitan ekonomi lokal. Pemkab Malang mengimbau seluruh pelaku industri pariwisata, perhotelan, restoran, hingga UMKM kreatif untuk bergandengan tangan memanfaatkan momentum hari jadi ini.
Pariwisata Malang tidak boleh hanya menjual keindahan alam semata. Wisatawan yang datang harus disuguhi kehangatan tradisi, cita rasa kuliner lokal, hingga produk kerajinan khas. Dengan begitu, denyut Hari Jadi Ke-1266 ini benar-benar membawa tetesan rezeki hingga ke kantong masyarakat paling bawah. (PKP/Ra Indrata)




