MALANG POST – Universitas Brawijaya (UB) menggelar puncak Grand Final Lima Besar Lomba Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Gedung Algoritma Fakultas Ilmu Komunikasi (FIlKOM), Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Divisi Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) UB ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh lingkungan universitas sekaligus mendukung program prioritas rektor dalam mewujudkan Kampus Tangguh.
Ketua Pelaksana Lomba Bulan K3, Dinia Rizqi Dwijayanti, S.Si., M.Si., D.Sc. menjelaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana evaluasi sekaligus pembelajaran berkelanjutan bagi seluruh fakultas dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
“Lomba ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat budaya K3 di seluruh unit kerja Universitas Brawijaya. Kami berharap seluruh fakultas terus meningkatkan implementasi SMK3 sehingga mampu mencapai kategori yang lebih baik setiap tahunnya,” ujarnya.
Menurut Dinia, rangkaian lomba telah dimulai sejak sosialisasi petunjuk pelaksanaan pada 9 Februari 2026 yang mengacu pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026. Tahapan kompetisi meliputi pengumpulan dokumen hingga 30 April 2026, dilanjutkan proses verifikasi dan asesmen lapangan sepanjang Mei hingga Juni sebelum memasuki babak grand final.
Pada penyelenggaraan tahun ini terdapat tiga kategori perlombaan, yakni Lomba Safety Induction, Lomba Kelengkapan Rambu-rambu K3, dan Lomba Progres Capaian Sistem Manajemen K3 (SMK3). Dari ketiga kategori tersebut, penilaian terhadap progres penerapan SMK3 menjadi fokus utama karena menjadi strategi Divisi K3L UB dalam mendukung program Kampus Tangguh.
Saat ini seluruh fakultas di UB masih berada pada kategori awal dengan pemenuhan 64 kriteria SMK3. Melalui kompetisi ini, setiap fakultas didorong untuk meningkatkan pencapaian menuju kategori berikutnya dengan memenuhi 166 kriteria sebagai tahap menuju fase transisi implementasi SMK3 secara menyeluruh.
Sebanyak lima fakultas terbaik berhasil lolos ke babak grand final dan mempresentasikan implementasi K3 di lingkungan masing-masing. Kelima finalis tersebut adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Sains Teknologi dan Matematika (FSTeM), Fakultas Teknologi Pertanian dan Biosistem (FTAP), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), serta Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM).

Dinia Rizqi Dwijayanti, S.Si., M.Si., D.Sc. Ketua Pelaksana Lomba Bulan K3 UB. (Foto: Istimewa)
Setiap fakultas memaparkan perkembangan penerapan SMK3 beserta rencana program kerja sepanjang 2026. Presentasi dipimpin langsung oleh dekan masing-masing fakultas dengan alokasi waktu 40 menit yang terdiri atas 25 menit pemaparan dan 15 menit sesi pendalaman oleh dewan juri.
Untuk menjaga objektivitas, urutan presentasi ditentukan melalui pengundian sebelum sesi dimulai. Dewan juri terdiri atas Prof. Ir. Qomariyatus Solihah, S.T., M.Kes., IPU., ASEAN Eng selaku Kepala Divisi K3L UB, Dr. Turniningtyas Ayu Rachmawati selaku Direktur Direktorat Perencanaan dan Pengendalian Program (DP3) UB, Danar Rahardian, S.T., M.T selaku Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis K3 dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Wilayah Koordinator Malang, serta Dr. Redy Eko Prastyo, S.Psi., M.I.Kom. yang bertugas menilai kategori video Safety Induction.
Dalam sambutannya, Kepala Divisi K3L UB, Prof. Qomariyatus Solihah, yang mewakili Sekretaris Universitas Brawijaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas komitmen dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan kampus.
Ia menegaskan bahwa penerapan K3 tidak boleh dipandang hanya sebagai pemenuhan aturan, pemasangan rambu, ataupun kelengkapan dokumen administrasi semata. Menurutnya, melalui kreativitas dalam penyusunan video edukasi, safety induction, kelengkapan rambu-rambu, hingga implementasi SMK3, seluruh sivitas akademika diajak menjadikan keselamatan sebagai budaya sehari-hari.
“Kami ingin membangun kampus yang aman, sehat, nyaman, bahagia, dan berbudaya K3 dengan target utama Zero Accident. Juara hanyalah bonus, sedangkan tujuan utamanya adalah memastikan seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun tamu merasa aman selama berada di lingkungan Universitas Brawijaya,” ujarnya.
Prof. Qomariyatus juga menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara bertahap. Tahap pertama berupa evaluasi dokumen yang diunggah oleh masing-masing fakultas. Selanjutnya, tim juri melakukan asesmen lapangan untuk mencocokkan kesesuaian antara dokumen dengan kondisi nyata di lapangan.

Presentasi peserta grand final saat menyampaikan kelengkapan dokumen dihadapan dewan juri. (Foto: Istimewa)
Pada tahap tersebut, berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari kelengkapan rambu keselamatan, fasilitas P3K, sistem proteksi kebakaran, hingga penerapan standar keselamatan di gedung. Setiap temuan kemudian diklasifikasikan sebagai temuan mayor maupun minor sebelum dihitung berdasarkan standar penilaian SMK3.
Selain penilaian dokumen dan asesmen lapangan, setiap fakultas juga mengikuti lomba video edukasi mengenai promosi K3 yang mencakup materi safety induction, rambu-rambu keselamatan gedung, keselamatan kebakaran, hingga keselamatan berlalu lintas di lingkungan kampus.
Nilai presentasi grand final nantinya akan diakumulasikan dengan hasil penilaian dokumen, asesmen lapangan, serta video edukasi. Hasil akhir akan dibahas melalui rapat pleno dewan juri sebelum menetapkan pemenang.
Pengumuman juara pertama, kedua, dan ketiga tidak dilakukan pada hari pelaksanaan grand final, melainkan akan diumumkan secara resmi dalam ajang GIRAFFE (Governance, Innovation, Reputation, Alumni, Faculty, Fund, and Efficiency) Award Universitas Brawijaya pada 17 Agustus 2026.
Melalui kompetisi ini, Divisi K3L UB berharap seluruh fakultas terus meningkatkan kualitas implementasi keselamatan dan kesehatan kerja sehingga budaya K3 benar-benar menjadi kebutuhan bersama, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi maupun persyaratan akreditasi.
“Dengan kompetisi ini kami ingin budaya K3 terus meningkat setiap tahun. Harapannya, seluruh sivitas akademika terbiasa menerapkan prinsip keselamatan sehingga target Zero Accident dapat benar-benar terwujud di Universitas Brawijaya,” tutup Prof. Qomariyatus. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




