MALANG POST – Manajemen dan jajaran pelatih Persikoba Kota Batu, resmi mendatangkan enam pemain baru menjelang bergulirnya babak 64 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2025/2026 yang akan digelar di Stadion Brantas, Kota Batu, mulai 30 Mei hingga 6 Juni 2026 mendatang. Langkah cepat berburu amunisi baru ini ditegaskan oleh Pelatih Kepala Persikoba, Arif Suyono, Jumat (22/5/2026) sore, sebagai strategi mutlak untuk memaksimalkan status tuan rumah Grup M sekaligus mendongkrak kedalaman skuad tim berjuluk Elang Putih agar mampu bersaing ketat memperebutkan tiket ke fase gugur.
Ada gairah baru di Kota Batu. Bukan soal wisatanya. Ini soal sepak bola.
Tim kebanggaan mereka, Persikoba, lolos ke putaran nasional Liga 4. Mereka akan bertarung di babak 64 besar. Berada di Grup M.
Berdasarkan hasil kocok ulang (official draw) PSSI, lawannya tidak main-main. Ada TS Saiburai Lampung, Persigubin Papua Pegunungan, dan Persiharjo Sukoharjo Jawa Tengah. Karakter mereka beda-beda. Keras.
Fase grup ini menggunakan sistem setengah kompetisi (single round robin). Mainnya cepat. Mulai akhir Mei sampai awal Juni.
Untungnya, seluruh laga Grup M digeber di Stadion Brantas. Rumah mereka sendiri.
Pelatih Kepala Persikoba, Arif Suyono, tersenyum melihat jadwal itu.
Anda sudah tahu siapa Arif Suyono: mantan penyerang sayap andalan Timnas Indonesia. Pemain lincah yang dulu dijuluki Kecenk saat masih berbaju Arema.
Sebagai mantan pemain top, Arif tahu betul arti sebuah rumah. Bermain di depan publik Batu adalah modal psikologis yang sangat mahal.
“Ini kredit yang bagus buat kami. Kehadiran suporter Batu adalah pemain ke-12,” ujar Arif Suyono, Jumat (22/5/2026).
Arif blak-blakan. Selama ini, mental anak asuhnya sering naik-turun. Kalau main di kandang orang, performa Elang Putih kerap memble. Kurang maksimal.
Tapi begitu menginjak rumput Stadion Brantas, auranya beda. Kepercayaan diri pemain melonjak dua kali lipat.
“Makanya, faktor tuan rumah ini sangat penting. Harapan kami, seluruh masyarakat Kota Batu datang langsung ke stadion. Berikan dukungan penuh,” pintanya.

BERTANDING: Skuad Laskar Elang Putih saat bertanding di Liga 4 zona Jawa Timur beberapa waktu lalu, di babak nasional mereka menargetkan bisa bicara lebih jauh. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Tapi, Arif bukan pelatih naif yang hanya mengandalkan teriakan dari tribun. Dia sadar, lawan yang datang ke Batu punya peluru tajam.
Lihat saja Persiharjo Sukoharjo. Tim berjuluk Laskar Honggopati itu membawa gerbong pemain berpengalaman.
Ada mantan penjaga gawang PSS Sleman, Agung Prasetyo. Ada juga nama Bayu Yoga dan Dedi Cahyono Putro.
Lalu ada Persigubin. Mereka adalah jawara Liga 4 Zona Papua Pegunungan.
Julukannya mentereng: The Morning Star. Pemainnya asli daerah, fisiknya kuda, dan kerja samanya solid. Di sana ada Ivander Tapyor di lini belakang dan Yusup Tapyor sebagai juru gedor.
Jangan lupakan juga TS Saiburai Lampung. Laskar Pesisir ini terkenal dengan gaya main cepat khas Sumatra, mengandalkan sayap-sayap muda yang agresif.
Menghadapi kepungan tim-tim kuat itu, apa strategi Arif Suyono?
Borong pemain baru. Itu jawabannya.
Arif tidak mau skuadnya kedodoran saat ritme pertandingan nasional mulai meninggi. Sedikitnya ada enam pemain baru yang langsung dimasukkan ke dalam skema taktisnya.
Tiga nama sudah beres urusan kontraknya dengan manajemen. Pertama, Fahad Ahmad Awazi alias Raju, penjaga gawang tangguh eks Malang United. Kedua, Adrian, pemain sayap lincah jebolan Persema Malang. Ketiga, Fajar Mubaroqi, yang diplot sebagai jenderal lapangan tengah di posisi gelandang serang.
Tiga nama lagi masih dalam ruang pantauan tim pelatih. Ada Ibnu Ibrahim (gelandang bertahan), Muhammad Adiaz Putra (penyerang sayap), dan Sunandar Beni Jatmiko.
“Mudah-mudahan pemain yang kami rekrut bisa menambah kekuatan secara signifikan. Kami butuh kedalaman skuad yang merata di setiap posisi agar bisa bicara banyak di tingkat nasional,” pungkas Arif.
Persikoba menegaskan sikap sejak dini: mereka menolak menjadi tim penggembira yang sekadar menumpang lewat di kompetisi nasional.
Panggungnya sudah disiapkan, pemain baru sudah didatangkan. Kini tinggal pembuktian di atas lapangan Stadion Brantas, apakah Elang Putih bisa terbang tinggi atau justru tersungkur di kandang sendiri. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




