MALANG POST – Pemerintah Kota Batu bergerak cepat mengantisipasi dampak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku di pasaran.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, secara resmi menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pemantauan stok serta harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional guna mencegah spekulasi pasar, Jumat (24/4/2026).
Langkah antisipatif ini diambil karena kenaikan harga energi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sering kali memicu efek psikologis di masyarakat.
Perubahan harga pada segmen tersebut dikhawatirkan berdampak pada biaya distribusi logistik yang berujung pada merangkaknya harga komoditas pangan.
“Kenaikan saat ini memang hanya menyasar BBM nonsubsidi yang mengikuti mekanisme pasar dunia. Namun, TPID harus tetap bersiaga. Kita tidak ingin kenaikan ini memicu spekulasi di tingkat pedagang yang bisa memberatkan konsumen,” tegas Heli Suyanto, Jumat (24/4/2026).
Fokus Pantau Stok dan Cegah Penimbunan
Heli menjelaskan, meski BBM penugasan dan subsidi seperti Pertalite serta Bio Solar harganya tetap stabil, pemantauan lapangan tetap menjadi prioritas utama.

WAKIL Wali Kota Batu, Heli Suyanto. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
TPID Kota Batu akan fokus pada dua hal krusial: memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok dan menutup ruang bagi praktik penimbunan barang.
Pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk melakukan intervensi jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar di tingkat pengecer.
“Jika ada gejolak harga yang signifikan, kami sudah siapkan langkah intervensi, mulai dari operasi pasar hingga penyelenggaraan pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat,” imbuhnya.
Jalur Logistik Harus Tetap Lancar
Selain pemantauan harga, Pemkot Batu juga memberikan perhatian khusus pada kelancaran jalur distribusi. Koordinasi lintas sektor mulai dari distributor hingga pengelola pasar terus diperkuat untuk memastikan pasokan logistik dari luar daerah tidak mengalami hambatan.
“Distribusi logistik harus tetap lancar. Gangguan pada rantai pasok hanya akan meningkatkan biaya distribusi yang dibebankan kepada masyarakat sebagai konsumen akhir,” urai Heli.
Masyarakat Diimbau Jangan Panic Buying
Di tengah dinamika harga energi ini, masyarakat Kota Batu diimbau untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan. Fenomena pembelian berlebih atau panic buying justru dinilai dapat merusak keseimbangan pasar dan memicu kelangkaan barang.
Heli juga mengajak masyarakat kategori mampu untuk tetap menggunakan BBM nonsubsidi secara konsisten. Hal ini bertujuan agar subsidi yang dialokasikan pemerintah pusat benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat menengah ke bawah.
“Kami optimistis stabilitas harga di Kota Batu tetap terjaga. Kami akan terus memantau dinamika di sektor energi agar tidak sampai memicu gejolak harga pangan yang memberatkan warga,” pungkasnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




