MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, menaruh harapan besar pada transformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.
Pria yang akrab disapa Cak Nur ini mendorong para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II) untuk menciptakan inovasi nyata, terutama dalam pelayanan publik berbasis teknologi.
Instruksi tegas tersebut disampaikan Cak Nur saat menerima lima pejabat eselon II di Rumah Dinas Wali Kota, sesaat sebelum dirinya bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Pertemuan ini menjadi ajang diskusi strategis terkait gagasan inovatif yang akan digarap para pejabat tersebut sebagai proyek perubahan.
“PKN II jangan hanya jadi pemenuhan kewajiban administratif jabatan. Ilmu, pengalaman, dan jejaring yang didapat harus dibawa pulang untuk mendorong perubahan nyata. Saya ingin pelayanan publik di Kota Batu lebih cepat, transparan, dan efisien melalui sistem digital terintegrasi,” tegas Cak Nur.

BERI TANTANGAN: Wali Kota Batu Nurochman sebelum berangkat ke Tanah Suci menyempatkan diri menemui Kepala OPD Pemkot Batu yang mengikuti PKN tingkat ll. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Fokus pada Smart City dan Validasi Data
Menurut Cak Nur, tantangan birokrasi modern menuntut kecepatan sekaligus ketepatan. Oleh karena itu, konsep Smart City bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dikonkretkan.
Dalam diskusi tersebut, mengemuka sejumlah ide strategis dari para peserta PKN II, di antaranya:
- Sistem Layanan Kedaruratan: Penguatan respons cepat berbasis digital untuk situasi darurat.
- Validasi Data Sosial: Pembaruan mekanisme data agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran dan minim penyimpangan.
- Infrastruktur Terintegrasi: Penataan kota yang dipantau melalui sistem digital terpadu.
“Pemerintah daerah harus adaptif dengan teknologi tanpa meninggalkan responsivitas terhadap kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” imbuh politisi PKB tersebut.

Lima Pejabat Strategis Turun Gelanggang
Adapun lima pejabat eselon II Pemkot Batu yang tengah menempuh PKN II tersebut memegang pos-pos krusial, yakni:
- Esty Dwiastuty (Kepala Dinas PUPR)
- Dian Fachroni (Kepala Dinas Lingkungan Hidup)
- Lilik Fariha (Kepala Dinas Sosial)
- Agung Sedayu (Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan)
- Thomas Wunang Tjahjo (Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan)
Keikutsertaan mereka dinilai sangat strategis. Melalui program ini, tiap kepala dinas wajib merancang proyek perubahan yang bisa langsung diimplementasikan di instansinya masing-masing.
Birokrasi yang Adaptif dan Kolaboratif
Cak Nur menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelatihan kepemimpinan ini bukan terletak pada sertifikat kelulusan, melainkan pada kemudahan yang dirasakan masyarakat saat mengakses layanan pemerintah. Ia tidak ingin lagi ada prosedur yang berbelit-belit di masa depan.
“PKN ini harus melahirkan pemimpin birokrasi yang adaptif, kolaboratif, serta mampu bekerja cepat dan tepat. Pada akhirnya, semua inovasi ini bermuara pada satu tujuan: pelayanan yang semakin prima bagi warga Kota Batu,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




