MALANG POST – Pemkot Batu membuka ruang dialog terbuka terkait rencana pemanfaatan sebagian debit air Sumber Genengan di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Wali Kota Batu, Nurochman memimpin langsung pertemuan sosialisasi yang mempertemukan jajaran Perumdam Among Tirto dengan perwakilan petani, takmir masjid, serta tokoh masyarakat dari RW 06, RW 07 dan RW 09 Kelurahan Temas.
Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya mencari titik temu atas rencana pemanfaatan sebagian debit Sumber Genengan untuk membantu pasokan air di wilayah hilir Kota Batu.
Rencana tersebut muncul setelah pasokan air di Tandon Beji mengalami penurunan. Kondisi itu berdampak pada distribusi air bersih di wilayah Desa Pendem dan sekitarnya yang mulai mengalami tekanan suplai.
Meski demikian, Nurochman menegaskan bahwa kebijakan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh diputuskan secara sepihak. Seluruh proses harus melalui komunikasi terbuka dan berbasis kondisi riil di lapangan.
“Saya hadir untuk memastikan tidak ada pihak yang merasa dikuasai. Sosialisasi ini adalah langkah awal untuk mendengar langsung apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat, khususnya para petani di Temas,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, analisis teknis yang disusun di atas meja bisa saja berbeda dengan fakta di lapangan. Karena itu, dialog langsung dengan warga menjadi bagian penting sebelum kebijakan benar-benar diambil.

PEMANFAATAN SUMBER: Wali Kota Batu Nurochman saat memimpin pertemuan antara Perumdam Among Tirto Kota Batu dengan perwakilan masyarakat Temas terkait pemanfaatan sumber air Genangan. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Analisis teori bisa terpatahkan oleh kondisi di lapangan. Karena itu musyawarah ini penting agar kita mendapatkan data yang paling akurat,” tambah Cak Nur.
Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah catatan terkait data teknis lahan pertanian yang selama ini bergantung pada aliran Sumber Genengan. Warga menyebut luas lahan irigasi yang bergantung pada sumber air tersebut mencapai sekitar 22 hektare.
Menanggapi hal itu, Cak Nur langsung menginstruksikan Perumdam Among Tirto untuk melakukan simulasi dan uji coba lapangan secara terbuka. Simulasi ini akan mengukur secara presisi dampak rencana pengambilan air sebesar 4 hingga 7 liter per detik (lps) terhadap kebutuhan irigasi pertanian serta kebutuhan air untuk Masjid Putih di kawasan tersebut.
“Jika hasil simulasi nanti menunjukkan bahwa pengambilan air ini mengganggu irigasi sawah atau kebutuhan masjid, maka rencana ini tidak perlu dilanjutkan. Saya sebagai kepala daerah ikut bertanggung jawab mengawal komitmen ini,” tegasnya.
Pemkot Batu berharap dapat menemukan solusi yang adil bagi semua pihak. Cak Nur menegaskan bahwa kebutuhan air minum masyarakat perkotaan dan kebutuhan irigasi petani sama-sama penting dan harus dijaga keseimbangannya.
“Ketersediaan air untuk masyarakat dan kedaulatan air bagi petani adalah dua kepentingan yang sama-sama mulia. Kita harus mencari jalan tengah melalui musyawarah dan keterbukaan,” tambahnya.

Di sisi lain, masyarakat Temas juga menyambut baik forum dialog yang digelar pemerintah daerah. Ketua RW 9 Kelurahan Temas, Ricky Angga Satria, mengatakan bahwa dari hasil sosialisasi yang diterima warga, pemanfaatan sumber air tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Dari pemaparan yang kami terima, pemanfaatan sumber ini memang untuk kepentingan masyarakat Kota Batu secara umum, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Meski demikian, warga berharap rencana tersebut benar-benar didukung kajian yang matang sebelum direalisasikan. Menurut Ricky, masyarakat tidak menutup kemungkinan jika pemanfaatan sumber air tersebut memang membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Kalau memang sudah melalui studi dan dampak positifnya lebih banyak, tentu tidak menjadi masalah. Tapi kalau dampak negatifnya lebih besar, harus dipertimbangkan kembali,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kekhawatiran warga terutama berkaitan dengan potensi dampak terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber air, terutama bagi kebutuhan irigasi pertanian yang selama ini bergantung pada Sumber Genengan. (Ananto Wibowo)




