Suasana FGD finalisasi pendirian Fakultas baru di UIN Maliki Malang yang digelar di Hotel Artotel, Gelora Senayan Jakarta. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Selangkah lagi
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menorehkan sejarah dengan menghadirkan Fakultas Teknik pertama di lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Langkah besar ini ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka finalisasi pendirian dua Fakultas baru. Yaitu, Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.
Wakil Rektor (Warek) IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. HM Abdul Hamid, ketika dihubungi Malang Post, Jumat (10/4/2026), menyampaikan bahwa finalisasi itu merupakan langkah strategis dan monomental menjadikan Fakultas Teknik menjadi yang pertama di lingkup PTKIN.
Finalisasi pendirian Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam ini digelar di Hotel Artotel Gelora Senayan Jakarta, Rabu (9/4/2026). Kegiatan strategis ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian PANRB, Kemendiktisaintek, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, hingga Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dari UIN Malang, hadir Rektor UIN Prof. Dr. Ilfi Nur Diana MSi, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. HM Abdul Hamid, S.Ag., MA, serta Kepala Pusat Tata Kelola, Dr. Hairur Rachman.
Sinergi berbagai pihak ini menjadi bukti bahwa pendirian fakultas baru bukan sekadar inisiatif kampus, melainkan langkah strategis berskala nasional untuk memperkuat pendidikan tinggi Islam berbasis teknologi dan keilmuan keagamaan.
“Kolaborasi lintas sektoral ini menunjukkan komitmen serius dalam memastikan transisi dan pendirian fakultas baru berjalan sesuai regulasi dan standar nasional,” jelas Prof Hamid.
Hadirnya kedua fakultas ini merupakan jawaban atas tingginya ekspektasi dan kebutuhan masyarakat. Di sektor teknologi, UIN Maliki Malang sebenarnya telah menjalankan enam program studi teknik dengan animo pendaftar yang sangat tinggi.
Selain Teknik Informatika dan Teknik Arsitektur yang telah lama eksis, empat prodi baru yakni Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Teknik Mesin kini siap bernaung di bawah bendera Fakultas Teknik secara mandiri.
“Program studi teknik itu akan kita tingkatkan jadi fakultas. Usulannya sejak beberapa bulan lalu dan kini telah memasuki finalisasi,” jelas Prof Hamid.
Prof. Hamid menegaskan bahwa pendirian Fakultas Teknik merupakan kebutuhan mendesak sekaligus amanah akademik yang harus segera diwujudkan. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar UIN Malang menuju kampus bertaraf internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi Islam tidak tertinggal dalam inovasi teknologi. Pendirian fakultas ini adalah ikhtiar agar lulusan PTKIN mampu bersaing dan mengambil peran strategis di era digital,” ujar Prof. Hamid.
Tidak hanya itu, Prof. Hamid menyoroti pentingnya dukungan lintas kementerian dalam percepatan proses. “Kolaborasi ini sangat berarti. Dengan dukungan regulasi, tata kelola, dan formasi yang tepat dari kementerian terkait, Insha Allah proses pendirian dapat segera tuntas dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” imbuhnya.
Hadirnya Fakultas Teknik akan memperkuat arah akademik sekaligus membuka ruang inovasi yang lebih luas. Selain Fakultas Teknik, Rektor UIN Malang juga mengusulkan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Fakultas ini akan mengonsolidasikan kekuatan akademik di bidang keagamaan melalui tiga program studi unggulan, yaitu Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadis, serta Dirasah Islamiyah.
“Selama ini program studi itu berada di Fakultas Syariah,” ungkapnya.
Dengan finalisasi ini, pendirian kedua fakultas itu diharapkan dapat segera terwujud dalam waktu dekat. Kehadiran Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat posisi UIN Maliki Malang sebagai institusi pendidikan yang integratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.(Eka Nurcahyo)




