MALANG POST – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Batu kembali memicu bencana hidrometeorologi. Tebing di kawasan Jalan Trunojoyo atau Payung 2, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, longsor pada Rabu (8/4/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.18 WIB itu sempat menutup total jalur provinsi penghubung Kota Batu–Kediri. Material longsoran berupa tanah dan vegetasi hutan menimbun badan jalan, bahkan turut menyeret pohon berukuran besar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko menjelaskan, longsor dipicu oleh kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam durasi cukup lama.
“Struktur tanah di tebing menjadi labil karena terus menerus terpapar hujan. Akibatnya, tebing di kawasan Payung mengalami longsor dengan dimensi yang cukup besar,” jelasnya, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan hasil asesmen petugas di lapangan, longsoran memiliki panjang sekitar 8 meter dengan lebar 4 meter. Tebing yang ambrol sendiri memiliki ketinggian sekitar 15 meter.

PEMBERSIHAN: Personel BPBD Kota Batu bersama petugas gabungan saat melakukan pembersihan material longsor di kawasan Payung 2, Kelurahan Songgokerto. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Material longsor terdiri dari tanah bercampur vegetasi hutan. Longsoran juga menyeret pohon jenis sampang serta rumpun bambu dengan diameter sekitar 30 sentimeter yang kemudian melintang di badan jalan.
“Seluruh material jatuh tepat di badan jalan sehingga akses lalu lintas sempat tertutup total,” imbuh Suwoko.
Jalur Payung dikenal sebagai salah satu akses vital yang menghubungkan Kota Batu dengan wilayah Kediri serta kawasan Malang bagian barat. Selain menjadi jalur transportasi antarwilayah, ruas jalan ini juga menjadi jalur utama distribusi logistik dan akses wisata menuju Kota Batu.
Menyikapi kondisi tersebut, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi tak lama setelah laporan kejadian diterima. Penanganan dilakukan oleh personel BPBD Kota Batu bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
Petugas melakukan pembersihan material longsor secara bertahap dengan mengombinasikan tenaga manual dan alat berat. Fokus utama penanganan adalah mengevakuasi batang pohon besar yang melintang di badan jalan agar akses dapat segera dibuka kembali.
Selama proses pembersihan berlangsung, arus lalu lintas di lokasi kejadian diberlakukan sistem buka tutup guna menjaga keselamatan pengguna jalan. “Kami juga berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas selama proses evakuasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun risiko kecelakaan,” terang Suwoko.

Setelah beberapa jam penanganan, seluruh material longsor akhirnya berhasil dibersihkan. Arus lalu lintas di jalur tersebut kini sudah dapat dilalui kembali dari kedua arah.
“Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.
Proses penanganan ini juga melibatkan berbagai unsur masyarakat. LMDH Kelurahan Songgokerto, Paguyuban Pedagang Payung, Tagana, hingga relawan turut membantu proses evakuasi material di lokasi kejadian.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut mempercepat proses pembukaan jalur yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas ekonomi dan pariwisata Kota Batu.
Meski kondisi jalan telah kembali normal, BPBD Kota Batu tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Payung, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Kawasan Payung termasuk wilayah rawan longsor. Kami mengimbau para pengendara agar selalu berhati-hati, terutama ketika melintas saat hujan deras dengan durasi lama,” pungkas Suwoko. (Ananto Wibowo)




