SAUDARA: Rektor Universitas IBU, ketika memberikan santunan kepada anak-anak dari Yayasan Bakti Luhur, sebuah lembaga sosial Katolik. (Foto: Humas UIBU)
MALANG POST – Suasana haru dan penuh kehangatan, terasa di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang. Ratusan anak yatim dari berbagai lembaga di Kota Malang, berkumpul dalam kegiatan santunan yang digelar Universitas IBU, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di bulan suci Ramadan.
Acara ini tidak hanya dihadiri anak-anak yatim dari berbagai panti asuhan Muslim, tetapi juga dari Yayasan Bakti Luhur. Sebuah lembaga sosial Katolik, yang selama ini dikenal aktif mendampingi anak-anak dengan berbagai latar belakang.
Kehadiran mereka menambah nuansa kebersamaan dan kemanusiaan yang hangat dalam kegiatan tersebut.
Dalam momen yang menyentuh, Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si, terlihat menunduk dan mencium tangan salah satu anak yatim. Tindakan sederhana itu menjadi simbol penghormatan dan kasih sayang kepada anak-anak yang hadir. Banyak peserta dan tamu undangan, tampak terharu menyaksikan momen tersebut.
Kegiatan santunan ini diisi dengan doa bersama, penyerahan bantuan kepada anak-anak yatim, serta berbagai kegiatan yang menghadirkan suasana ceria bagi mereka.
Kampus C Universitas IBU pun dipenuhi tawa dan kebahagiaan anak-anak yang menikmati rangkaian acara Ramadan tersebut.

Sam Rektor, sebutan akrab Rektor Universitas IBU, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim.
“Ramadan adalah bulan yang mengajarkan kita untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim tanpa melihat latar belakang mereka.”
“Kehadiran adik-adik dari berbagai lembaga, termasuk dari Yayasan Bakti Luhur, menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan kasih sayang melampaui batas perbedaan,” ujarnya.
la juga berharap, kegiatan seperti ini dapat terus menjadi tradisi kampus dalam menebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Semoga kegiatan sederhana ini dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak dan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa memuliakan anak yatim adalah bagian dari memuliakan kemanusiaan,” tambahnya.
Melalui kegiatan santunan ini, UIBU tidak hanya merayakan Ramadan sebagai momentum spiritual, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan solidaritas, kepedulian dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

SOLIDARITAS: Rektor Universitas IBU, bersama para alumni dalam momen Forum Bincang Berkah Ramadan, untuk memberikan bantuan ke Aceh. (Foto: Humas UIBU)
Bantu Korban Musibah di Aceh, Alumni Berkumpul
Masih di hari yang sama, kepedulian terhadap sesama kembali ditegaskan keluarga besar Universitas Insan Budi Utomo (UIBU). Melalui forum Bincang Berkah Ramadan, para alumni berkumpul di Kampus C UIBU, Jalan Citandui, Kota Malang, untuk mempererat silaturahmi sekaligus merancang aksi nyata membantu korban musibah di Aceh.
Suasana hangat terasa sejak awal kegiatan. Pertemuan itu bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan ruang konsolidasi gagasan dan solidaritas. Isu kemanusiaan menjadi topik utama yang mengemuka dalam diskusi.
Rektor Universitas Insan Budi Utomo, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menyampaikan apresiasi atas partisipasi alumni dan para pemangku kepentingan Program Pendidikan Profesi Guru.
Sam Rektor -panggilan akrabnya- mengungkapkan, kampus tengah menyiapkan langkah konkret untuk meringankan beban masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
“Kami berterima kasih atas kehadiran para alumni dan stakeholder PPG. UIBU berencana turut membantu saudara-saudara kita di Aceh yang sedang tertimpa musibah.”
“Dukungan dari alumni, dosen, dan mahasiswa sangat besar. Kami akan berkoordinasi dengan alumni di Aceh agar penyaluran bantuan tepat sasaran, termasuk rencana berbuka puasa bersama para korban,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan sosial tersebut sejalan dengan nilai kebudiutamaan yang selama ini menjadi ruh pendidikan di kampus. la menekankan bahwa kepedulian dan kemanusiaan harus diwujudkan dalam tindakan, bukan sekadar wacana.
Di sisi lain, Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UIBU, Dr. Riyanto, M.Pd., memaparkan perkembangan terbaru kampus. la menyebut pertumbuhan mahasiswa baru pada 2025 masih didominasi pendaftar asal Jawa Timur, disusul Nusa Tenggara Timur dan beberapa wilayah lain seperti Jawa Tengah.
Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran strategis alumni vana terus seperti Jawa Tengah. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran strategis alumni yang terus menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.
“Kami berharap alumni terus berkontribusi, terutama dalam mendukung rekrutmen mahasiswa baru. Jaringan alumni sangat menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap UIBU,” jelasnya.
Melalui forum Ramadan ini, UIBU kembali meneguhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga membangun solidaritas sosial. Sinergi antara kampus dan alumni diharapkan semakin kuat, sehingga nilai-nilai kemanusiaan dapat terus dihidupkan dalam setiap langkah pengabdian. (*/Ra Indrata)




