MALANG POST – Sejak didatangkan dari Madura United, pada 17 Juli 2024 lalu, pekan ke-22 Super League musim 2025/2026, adalah laga keempat bagi Dalberto Luan Belo, menghadapi tim yang pernah dibelanya pada Liga 1 musim 2023/2024.
Striker asal Brasil itu, tercatat 13 kali memperkuat Madura United di musim tersebut. Mencetak lima gol dan tiga asis. Dengan total waktu bermain 1.161 menit.
Kemudian mulai bermain bersama Arema FC di musim 2024/2025, Dalberto turun dalam 33 laga, dengan total waktu 2.695 menit. Mencetak 15 gol dengan empat asis.
Dijamu Madura United pada Sabtu (22/2/2026) kemarin, adalah penampilan ke-17 Dalberto bersama Arema FC, di Super League musim 2025/2026.
Gol yang dicetak di menit ke-46 ke gawang Madura United yang dikawal Diky Indriyana, menjadi golnya ke-11 musim ini. Serta asis yang diberikan kepada Joel Vinicius untuk mencetak gol di menit ke-51, menjadi asis ketiganya.
Yang menarik, gol yang dihasilkan dari asis Matheus Blade lewat tandukan kepala, kemudian bola dikontrol sekali sebelum ditendang keras ke gawang Madura United, sekaligus menandai kembalinya striker 31 tahun itu, untuk mencatatkan diri di papan skor, setelah 11 pekan absen.
Striker kelahiran Bento Fernandes, Brasil, terakhir mencetak gol di pekan ke-11. Ketika itu di Stadion H. Agus Salim, Padang, pada 3 November 2025, Dalberto mencetak gol di menit ke-42, setelah mendapatkan umpan dari Arkhan Fikri. Skor akhir laga 2-1 untuk kemenangan Arema.
Setelah itu, Dalberto memang belum juga mampu mencetak gol. Apalagi striker 31 tahun tersebut harus absen tiga pertandingan, lantaran urusan keluarga di Brasil. Plus absen di pekan ke-19, kala Arema FC menang 1-0 atas Persijap Jepara, pada 2 Februari 2026.
Melihat penampilan Dalberto di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, di bawah tatapan 1.169 penonton, wajar jika di akhir laga gelar player of the match disandangnya.
Catatan statistik menunjukkan, selain mencetak satu gol dan satu asis, Dalberto juga memberikan 16 passing, mempunyai dua peluang emas, melakukan dua kali create chance dan dua kali clearance.
βKami tahu, pertandingan malam ini (Sabtu malam, Red.) adalah laga tandang yang sulit. Tetapi saya senang bisa mencetak gol, untuk membantu tim meraih satu poin.β
βSaya sangat bahagia. Meski sebenarnya saya ingin memberikan kemenangan untuk tim. Memberikan tiga poin untuk Arema. Tapi dengan hasil ini, adalah perjuangan tim,β kata Dalberto, seusai laga.
Dalam laga yang dipimpin Wasit Naufal Adya Fairuski tersebut, Dalberto mengakui, di babak pertama agak kesulitan keluar dari tekanan. Tuan rumah Madura United, benar-benar membuat Arema FC harus konsentrasi pada pertahanan.
Tetapi memasuki babak kedua, Dalberto melihat formasi tim sudah mulai berubah. Konsentrasi tim tidak lagi hanya untuk bertahan, melainkan juga keluar menyerang.
βSaya senang bisa menemukan gol kembali. Apalagi saya juga bisa memberikan asis untuk Joel Vinicius. Kami harus bersyukur dengan satu poin yang kami dapatkan,β tegas pemain dengan postur 182 cm.
Di sisi yang lain, pemain yang saat ini dipasang sebagai penyerang sayap, mengakui mantan timnya adalah skuad yang kuat saat ini. Madura United, katanya, tidak hanya memiliki pelatih yang bagus. Tapi juga mendatangkan pemain-pemain baru yang cukup handal.
βMereka juga selalu unggul denga bola-bola atas. Semuanya itu sangat menyulitkan kami. Karenanya kami harus memasukkan strategi yang berbeda, agar bisa meredam kekuatan mereka.β
βBeruntung setelah kami kebobolan terlebih dahulu, dengan cepat bisa menyamakan kedudukan. Meski kami harus dihukum dengan bola atas (heading), yang membuat kami kehilangan tiga poin,β tutur pemain dengan nilai pasar Rp5,2 miliar ini.
Sukses Arema untuk mempertahankan poin kandang, tambahnya, berkat permainan kelompok. Bukan karena sukses satu dua pemain yang turun di lapangan.
Semua pemain, ujar Dalberto, sudah memberikan yang terbaik saat dijamu Madura United. Karena mereka tahu, mendapatkan poin dalam setiap pertandingan, sangat penting bagi Arema untuk bisa memperbaiki posisi di papan klasemen.
βSemangat kami adalah untuk menjaga posisi kami di klasemen. Karena kami punya target besar di akhir kompetisi.β
βKalau pun di laga ini kami gagal menang, kami akan lebih fokus dan tidak mengulangi kesalahan di laga berikutnya. Dengan begitu, kami akan bisa keluar sebagai pemenang di laga-laga selanjutnya,β tegas pemain yang sudah mengantongi empat kartu kuning dalam 17 laga. (Ra Indrata)




