MALANG POST – Fakta baru terungkap di balik kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk Isuzu di Jalan Patimura, Kelurahan Temas, Kota Batu, Rabu (19/2/2026) sore. Sopir truk mengaku sudah merasakan adanya gangguan pada sistem pengereman jauh sebelum kendaraan kehilangan kendali dan menghantam sejumlah kendaraan.
Hasil pemeriksaan awal Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Batu menyebutkan, sopir truk Isuzu bernomor polisi P 8640 UG, Eko Wahyudi (33), warga Jember, telah merasakan kejanggalan pada rem saat melintasi kawasan Jalan Sultan Agung.
“Terasanya dari pengemudi, ada sesuatu yang tidak beres pada sistem pengereman sejak Jalan Sultan Agung menjelang Imam Bonjol, tepatnya di turunan setelah Koramil,” ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu, Ipda Agus Atang Wibowo, Kamis (20/2/2026).
Truk tersebut diketahui baru saja menyelesaikan perjalanan mengantar muatan bekatul ke Pujon. Kendaraan berangkat dari Jember sehari sebelumnya dan tiba di lokasi bongkar muat Rabu sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah muatan diturunkan, sopir kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju Jember pada pukul 16.00 WIB dengan kondisi bak truk kosong.
“Kami sudah konfirmasi ke pengemudi. Truk dari Pujon setelah mengantarkan barang. Saat kejadian kendaraan dalam kondisi kosong,” imbuh Agus.
Masalah pengereman itu akhirnya mencapai titik fatal ketika truk memasuki Jalan Patimura atau kawasan Glonggong, tepat di depan Masjid Putih Darussalam. Di lokasi tersebut, rem truk diduga tidak lagi berfungsi alias rem blong. Truk meluncur tanpa kendali dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya.

EVAKUASI: Polisi bersama personel gabungan saat melakukan evakuasi bangkai kendaraan truk Fuso yang diduga mengalami rem blong dan menghantam sejumlah kendaraan di depannya. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Tabrakan pertama menghantam bagian belakang mobil Daihatsu Zebra bernopol N 1822 JJ yang dikemudikan Gatot Susilo (41). Di dalam mobil tersebut terdapat dua penumpang, Lilik Yuliani dan Syafa Adinda. Benturan keras tak menghentikan laju truk. Kendaraan berat itu kembali menyeruduk mobil Daihatsu Grand Max bernopol B 1613 HZM yang dikemudikan Frans Ricardo Pakpahan (24).
Truk kemudian menghantam dua sepeda motor Honda Beat masing-masing bernopol N 5977 TBI yang dikendarai Zezen Ardianto (42) dan N 2996 LR yang dikendarai Iwan Kurniawan (38). Kemudian sopir membanting setir ke kiri hingga menabrak tiang listrik dan akhirnya berhenti.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim menegaskan, dugaan penyebab kecelakaan adalah kegagalan fungsi pengereman. “Kendaraan roda enam kehilangan kendali akibat rem tidak berfungsi. Untuk selanjutnya akan kami dalami melalui proses penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.
Akibat kecelakaan beruntun tersebut, lima kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian belakang. Polisi memperkirakan total kerugian material mencapai sekitar Rp30 juta.
Dari sisi korban, satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni Iwan Kurniawan (38), pengendara sepeda motor, akibat cedera berat di bagian kepala. Sementara empat korban lainnya mengalami luka ringan dan saat ini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu.
Rinciannya, Zezen Ardianto mengalami cedera di bagian kepala. Lilik Yuliani mengalami trauma leher dan luka di mata kanan. Syafa Adinda mengalami luka pada kedua kaki. Sedangkan Frans Ricardo Pakpahan mengalami memar pada paha kanan dan lengan kanan.
Saat ini, sopir truk telah diamankan di kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Batu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan tanggung jawab pihak terkait. (Ananto Wibowo)




