SELEBRASI: Pemain-pemain Arema saat merayakan gol kedua yang dicetak Gustavo Franca, saat mengalahkan Semen Padang 3-0 di pekan ke-21 Super League. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Titik lemah Arema FC yang muncul di putaran pertama, lambat laun mulai bisa ditutupi. Yakni sektor depan dan belakang. Dua posisi vital yang sangat menentukan posisi tim di klasemen Super League musim 2025/2026 ini.
Statistik hingga pekan ke-17, alias akhir putaran pertama, menempatkan Arema FC di peringkat ke-11. Mengumpulkan 21 poin dari hasil lima kali menang, enam kali seri dan enam kali kalah. Agregat golnya nol. Karena Arema mencetak 23 gol dan kebobolan 23 gol juga.
Tetapi setelah pembenahan dilakukan untuk putaran kedua, semuanya mulai berubah. Paling tidak hingga pekan ke-21, atau empat laga di awal putaran kedua.
Dalam empat laga itu, Arema FC berhasil mengumpulkan sembilan poin. Dari hasil tiga kali menang dan sekali kalah. Agregat golnya lumayan bagus. Positif 4. Karena memasukkan enam dan kemasukan dua gol.
Kondisi itu bisa terjadi, lantaran Arema FC tidak lagi sangat tergantung pada Dalberto Luan Belo, di sektor depan. Hingga pemain-pemain lain justru mulai rajin mencetak gol.
Di belakang, skuadra Singo Edan sudah menemukan formasi yang ideal untuk menjadi benteng tangguh. Terutama dengan masukkan duet defender baru, Hansamu Yama Pranata dan Walisson Maia.
Bagaimana tidak, dalam tiga laga terakhir saat Arema menempatkan duet tembok kokoh itu, gawang Singo Edan yang dikawal Adi Satryo, selalu clean sheet.
Faktor lain yang membuat Arema mulai bisa merancang skema pertahanan kuat dan gempuran makin gacor, tidak lepas dari keberadaan lini kedua yang punya naluri menyerang dan ikut membantu bertahan cukup bagus.
Dua pemain baru, Gustavo Franca dan Gabriel ‘Gabi’ Silva, mampu menunjukkan peran yang cukup vital bagi skema serangan Arema FC. Apalagi ditambah kekuatan Valdeci Moreira, yang bisa menambal sisi tengah Arema FC.
Dan ketika ketiga pemain itu turun bersama-sama, Arema FC menjadi tim yang cukup menakutkan. Seperti yang dialami Semen Padang, saat dijamu Arema FC di pekan ke-21 Super League, Minggu (15/2/2026) lalu.
Tiga gol yang bersarang ke gawang Semen Padang, semuanya berkat kecerdikan tiga pemain tersebut. Gustavo Franca tidak hanya mencetak satu gol, tetapi juga memberikan asis bagi gol yang dicetak Joel Vinicius.
Gabriel Silva dan Valdeci Moreira, juga sama-sama memberikan asis. Gabi memberikan sodoran kepada Gustavo Franca, sebelum mencetak gol lewat tendangan plessingnya. Valdeci memberikan umpan tusukan kepada Joel Vinicius, untuk bisa mencetak brace.
Memang di laga tersebut, pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, memainkan Gustavo Franca dan Gabi sebagai starter, untuk mendukung Joel Vinicius dan Dalberto Luan Belo.
Valdeci seperti biasa, duduk di bench terlebih dahulu. Jika biasanya pemilik jersey bernomor punggung 10 itu masuk menggantikan Franca, kali ini Valdeci tampil setelah Betinho Filho mengalami cedera di menit 25.
“Selain Vinicius yang bikin dua gol, Franca bikin satu gol. Kemudian Gabi dan Valdeci bikin asis. Dalberto, Arkhan dan yang lain juga bermain bagus, meski tidak cetak gol. Tapi mereka permain penting, terutama dalam membuka ruang,” kata Marcos Santos.
Sekalipun trio Franca-Gabi-Valdeci terbukti cukup bagus dan punya peran penting, tetapi pelatih asal Brasil itu sepertinya belum ada rencana mematenkan komposisi tersebut. Alasannya, masih ada pemain lain yang juga bisa melakukan seperti yang diperbuat trio pemain asal Brasil itu.
“Semua pemain berjuang untuk tim. Terlepas siapa yang nantinya akan bermain. Saya mengucapkan selamat kepada semua pemain.”
“Para pemain yang mencetak gol kali ini memang penting. Tetapi Arema bukan tentang satu dua pemain. Arema adalah sebuah tim. Setiap pemain memiliki peran penting di setiap pertandingan,” tegasnya. (*/Ra Indrata)




