MALANG POST – Komitmen Pemkot Batu dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika mendapat pengakuan di tingkat nasional. Wali Kota Batu, Nurochman, menerima penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Penghargaan itu diserahkan dalam kegiatan Akselerasi Asta Cita Launching Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (Ananda Bersinar) dan Pemberian Penghargaan P4GN di Gedung Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda Surabaya, kemarin.
Penghargaan itu diberikan atas peran aktif Pemkot Batu dalam memperkuat kelembagaan BNN Kota Batu, termasuk menginisiasi pengukuhan BNN Kota Batu sebagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Langkah tersebut dinilai strategis untuk mempercepat koordinasi lintas sektor dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.
Nurochman menyebut, penguatan posisi BNN Kota Batu dalam Forkopimda bukan sekadar formalitas. “Kami memandang ini sebagai langkah konkret untuk mempercepat koordinasi dan aksi nyata di lapangan. Mewujudkan Kota Batu Bersih Narkoba tidak bisa berjalan sendiri. Harus kolaboratif, dari pemerintah hingga masyarakat,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Ia menegaskan, Pemkot Batu akan terus mendorong integrasi program edukasi, pencegahan, serta penguatan regulasi daerah guna mempersempit ruang gerak peredaran narkotika. Menurutnya, pendekatan represif saja tidak cukup tanpa dibarengi edukasi dan penguatan ketahanan sosial di tingkat akar rumput.

PENGHARGAAN: Wali Kota Bath Nurochman saat menerima penghargaan P4GN dari Kepala BNN RI, Komjen Pol Dr. (H.C.) Sayudi Ario Seto. (Foto: Istimewa)
Momentum tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Batu. Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, meraih Juara I Desa Bersinar Jawa Timur Awards 2025 dari BNN Provinsi Jawa Timur. Penghargaan itu diterima langsung Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan.
Menurut Cak Nur, sapaan Nurochman capaian tersebut menjadi bukti bahwa geliat pariwisata di Kota Batu tidak harus identik dengan kerawanan narkoba. “Ini sejarah baru. Bulukerto membuktikan desa wisata pun bisa menjadi pelopor gerakan anti-narkoba. Kami siapkan ini sebagai pilot project untuk direplikasi ke seluruh desa dan kelurahan, dengan dukungan anggaran khusus,” tegasnya.
Sementara itu, Kades Bulukerto, Suhermawan menyebut, capaian tersebut adalah hasil kerja kolektif warga. “Penghargaan ini milik seluruh masyarakat Bulukerto. Kami membangun Kampung Bersinar dengan pendekatan humanis. Tidak hanya mengawasi, tapi merangkul. Kami lebih mengedepankan pencegahan dan rehabilitasi,” ujarnya.
Desa Bulukerto mengintegrasikan berbagai lini dalam gerakan desa bersih narkoba. Mulai pembentukan Satgas Anti-Narkoba di tingkat RW untuk pengawasan melekat, penguatan ekonomi kreatif melalui pelatihan keterampilan bagi pemuda putus sekolah, hingga pelaksanaan tes urine berkala dan acak bagi aparatur desa serta pemuda bekerja sama dengan BNN Kota Batu.
Tak hanya itu, desa tersebut juga mendukung integrasi kurikulum anti-narkoba melalui program Ananda Bersinar, sehingga edukasi bahaya narkotika masuk langsung ke ruang-ruang kelas.
“Pendekatan ini dinilai berhasil membangun partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan, edukasi, sekaligus memperkuat ketahanan desa terhadap ancaman narkotika,” paparnya.
Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan Bulukerto sebagai pelaksana inovasi Desa Bersih Narkoba tematik terbaik di Jawa Timur. Sebuah model yang dinilai berkelanjutan karena menyentuh aspek sosial, ekonomi, hingga pendidikan.
Capaian ini rurut mempertegas arah kebijakan Pemkot Batu yang menempatkan perang melawan narkoba sebagai agenda prioritas. Bukan sekadar seremoni, tetapi kerja nyata yang dijalankan bersama seluruh elemen masyarakat. (Ananto Wibowo)




