MALANG POST – Tahun baru Imlek 2577 saat ini, tepat pada 17 Februari 2026. Merupakan tahun kuda api. Dianggap sebagai momen yang tepat untuk menjalankan rencana-rencana besar.
Tahun Kuda Api dikenal sebagai tahun yang sangat enerjik dan penuh gairah. Dalam astrologi Tiongkok, kombinasi elemen api dan shio kuda biasanya membawa:
- Energi Tinggi: Semangat yang meluap-luap untuk memulai proyek baru.
- Perubahan Cepat: Dinamika sosial dan ekonomi cenderung bergerak lebih gesit dari tahun sebelumnya.
- Keberanian: Waktu yang tepat untuk mengambil risiko yang terukur.
Yang menarik juga, tahun Kuda Api adalah siklus yang cukup langka, hanya terjadi sekali setiap 60 tahun. Terakhir kali dunia melewati tahun ini adalah pada tahun 1966.
Geomancer Feng Shui, Hariadi, menyampaikan hal tersebut, ketika menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Selasa (17/2/2026).
“Simbol kuda melambangkan kuda yang suka berlari. Sedangkan api sebagai penggambaran semangat membara,” jelas Ketua BPPD Kota Malang ini.
Hariadi menyampaikan juga, tahun ini akan banyak peruntungan di tengah energi semangat yang tinggi.
“Saat ini waktu yang tepat untuk berinovasi dan menjalankan rencana besar. Tapi tetap dalam menjalankan harus dengan kehati-hatian,” tandasnya.
Sementara itu, dalam kacamatana Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), tahun baru Imlek saat ini, bisa digunakan sebagai momen refleksi untuk menyamput tahun 2026, dengan lebih optimis lagi.
Anggota Perhimpunan Indonesia Tionghoa atau INTI PC Kota Malang, Soedarno Hadipuro menjelaskan, perayaan Imlek bisa dijadikan momen untuk refleksi diri, dalam menyambut tahun 2026 lebih optimis dan penuh mimpi.
“Malam sebelum memasuki perayaan imlek, biasa dengan tradisi kumpul bersama dengan keluarga, untuk mempererat tali persaudaraan. Termasuk juga kunjungan ke orang tua juga jadi tradisi yang masih dijalankan,” katanya.
Soedarno menambahkan, dilingkungan INTI saat ini tidak masih nihil. Kemungkinan kegiatan baru akan dilakukan memasuki Cap Go Meh. (Wulan Indriyani/Ra Indrata)




