TUKAR POSISI: Absennya Rio Fahmi, membuat kapten tim Arema FC, Johan Farizi, bakal ditempatkan di posisi bek sayap kanan. (Foto: Kolase Arema Official)
MALANG POST – Kemenangan Arema FC atas Persija, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBK), Minggu (8/2/2026) lalu, tak bisa lepas dari keberadaan duet defender dadakan. Hansamu Yama Pranata dan Walisson Maia.
Secara resmi Hansamu dipinjam dari Persija sejak 31 Januari 2026. Atau dua hari menjelang pekan ke-20. Sedangkan Walisson Maia, justru baru didatangkan 5 Februari 2026. Atau tiga hari menjelang pekan ke-21.
Praktis duet Hansamu dan Walisson di sektor center beck, hanya dilatih dalam dua hari. Minggu (8/2/2026), keduanya sudah diturunkan saat dijamu Persija di pekan ke-21.
Tetapi di lapangan, duo stopper dadakan itu mampu menunjukkan kelasnya. Sekalipun karena alasan kebugaran dan cedera, mereka tidak tampil penuh.
Hansamu harus ditarik keluar menit ke-52 karena cedera. Kakinya sempat terinjak pemain Persija, hingga meninggalkan luka berbentuk pull sepatu.
Defender asal Brasil, Walisson Maia, tampil lebih lama. Sebelum ditarik menit ke-65. Lebih karena disebabkan faktor kebugaran.
Aremania pun sempat khawatir, duet benteng campuran tersebut, bakal absen saat Arema menjadi tuan rumah di pekan ke-22, menjamu Semen Padang pada Minggu (15/2/2026).
Kini kabar baik datang dari skuadra Singo Edan. Baik Hansamu dan Walisson, sudah kembali ikut berlatih bersama pemain lainnya. Bahkan diprediksi, keduanya bisa tampil di pekan ke-22 nanti.
“Saat ini keduanya sudah kembali berlatih. Saya pikir mereka berdua berpeluang kembali tampil lawan Semen Padang. Kita lihat saja besok,” kata pelatih Arema, Marcos Santos, Jumat (13/2/2026).
Pelatih bernama lengkap Marcos Vinicius dos Santos Goncalves ini menjelaskan, ketika ditarik keluar saat dijamu Persija, Hansamu memang mengalami cedera. Namun hanya cedera ringan. Sedang Walisson Maia karena alasan kebugaran saja.
“Hansamu mendapat benturan keras di lutut dan ada injakkan. Karena itu kami harus menarik keluar.”
“Kalau Maia, dia baru saja datang dari Brasil. Perlu tiga hari perjalanan dari Brasil ke Indonesia. Jadi kondisinya lebih karena kelelahan karena perjalanan (jetlag).”
“Dia tidak sanggup melanjutkan permainan. Tetapi debutnya sangat baik dan menjadi salah satu pemain terbaik di pertandingan tersebut,” tandasnya.
Tetapi kondisi berbeda justru terjadi pada Rio Fahmi. Bek sayap kanan yang dipinjam dari Persija ini, justru tampil penuh saat mengalahkan Macan Kemayoran.
Hanya saja, saat ini Rio mendapatkan kartu kuning. Yang berarti kartu kuning kedua yang diterima saat bersama Arema FC.
Padahal sebelumnya ketika bersama Persija, Rio Fahmi juga sudah mendapatkan dua kartu kuning. Akumulasi empat kartu kuning itulah, yang membuat Rio Fahmi harus absen di pekan ke-22.
Tetapi Marcos Santos sudah mengantisipasi kondisi tersebut. Salah satunya dengan melakukan eksperimen, untuk menjadikan kapten tim Arema FC, Johan Ahmat Farizi, menjadi seorang bek sayap kanan.
Percobaan itu tampak dalam sesi game saat latihan di Dreams Football Pitch, Pakis, Kabupaten Malang. Padahal biasanya Johan Farizi adalah seorang bek kiri. Tapi kemudian diubah posisinya.
Dalam kacamata Marcos Santos, pemain bernomor kostum 87 itu, memiliki kemampuan di dua posisi tersebut. Apalagi Johan Farizi di awal kariernya, pernah menempati posisi bek sayap kanan.
“Kami sedang mencoba beberapa opsi. Farizi bisa bermain di sisi kanan maupun kiri. Dia pemain yang berpengalaman dan memiliki umpan silang yang baik,” pelatih berlisensi Pro Conmebol ini.
Meski menyiapkan pemain asli Malang itu sebagai kejutan, pelatih asal Brasil menyebut perubahan posisi, bukan satu-satunya alternatif yang diambil, untuk menggantikan posisi Rio Fahmi.
Karena di posisi tersebut, masih ada beberapa pemain yang memang memiliki posisi asli bek sayap kanan. Seperti Bayu Setiawan dan Rifad Marasabessy.
Menurut pelatih berusia 46 tahun itu, Bayu dan Rifad lebih memikiki spesialis di posisi bek kanan. Meski demikian, Marcos menegaskan belum punya keputusan terkait siapa yang menjadi starter saat menghadapi Semen Padang.
“Bayu adalah pemain dengan kekuatan fisik lebih. Rifad juga pemain berpengalaman. Jadi kami punya beberapa pilihan dan akan melihatnya dalam latihan terakhir sebelum bertanding,” sebut Marcos Santos. (*/Ra Indrata)




