Lulusan terbaik Unisma jenjang sarjana dan magister saat sesi foto bersama. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar Wisuda Periode ke-78 pada 14 Februari 2026. Sebelumnya Wisuda Periode ke-77 telah dilaksanakan 25-27 Oktober 2025.
Wisuda ini mencakup program Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana. Di antara ribuan lulusan tersebut, berikut beberapa mahasiswi program sarjana dan pasca sarjana yang menonjol dengan pencapaian akademik luar biasa.
Lulusan terbaik pertama jenjang sarjana diraih oleh Sanggita Restria Rivana dari Fakultas Hukum dengan IPK 4,00.
Sanggita berhasil meraih predikat lulusan terbaik pertama dengan IPK sempurna. Skripsinya menyoroti isu sensitif mengenai Restitusi bagi Korban Kekerasan Seksual di PN Kota Malang.
Terbaik kedua sarjana diraih Sri Handayani Hermawan dari Administrasi Publik dengan IPK 4,00. Ia sempat mengalami musibah kehilangan laptop saat menyusun skripsi.
Namun, Sri berhasil bangkit dan menyelesaikan studinya tepat waktu. Ia meneliti efektivitas program Centing Pamer Kaos dalam penanganan stunting di Probolinggo.
Terbaik ketiga jenjang sarjana diraih oleh Zahiroh Nafiisah dari Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,98. Lulusan asal Riau ini mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Mentimeter untuk mata pelajaran Fiqih.
Inovasi ini terbukti meningkatkan keaktifan siswa yang selama ini merasa jenuh dengan metode konvensional.
Sementara itu, dari lulusan terbaik jenjang magister diberikan kepada Nuke Isya Ramadhani, M.H., dari Magister Hukum dengan IPK 4,00.
Nuke berhasil menyelesaikan pendidikan S2 hanya dalam waktu 3,17 semester di tengah kesibukannya bekerja di konsultan kontraktor.
Tesisnya membahas isu besar tentang Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tambang terhadap Kerugian Negara akibat Kerusakan Lingkungan.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama Unisma periode 2024-2028, dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., menyampaikan bahwa wisudawan periode ke-78 ini merupakan lulusan pertama yang dikukuhkan setelah Unisma meraih prestasi di awal tahun 2026.
“Berdasarkan rilis Webometrics Januari 2026, Unisma dinobatkan sebagai Peringkat 1 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) se-Indonesia. Peringkat 12 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Nasional,” tegasnya.
Erna menyebut bahwa wisuda kali ini memiliki nuansa spiritual yang sangat kental. Hal itu karena periode ini dilaksanakan berdekatan dengan Haul Akbar ke-44 Pendiri UNISMA dan semangat satu abad Nahdlatul Ulama.
“Kami ingin para lulusan mengukuhkan diri bukan hanya dengan ijazah, tetapi dengan doa dan keberkahan para muassis (pendiri),” ujar dr. Erna dalam keterangannya.
Dalam pesannya, dr. Erna menekankan bahwa lulusan UNISMA memiliki double engine, yakni ketajaman intelektual berstandar internasional dan mesin spiritual yang kuat.
Karakter Aswaja An-Nahdliyah menjadi pembeda utama di tengah dunia yang semakin kering akan makna.
“Mesin atau AI tidak memiliki empati dan kebijaksanaan (wisdom). Lulusan kami adalah Intelektual yang Ulama dan Ulama yang Intelektual. Mereka memiliki kompas moral untuk menghadapi krisis etika global,” tegasnya.
Momentum bersejarah ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang melakukan penandatanganan kerja sama strategis antara Pemprov Jatim dan UNISMA untuk pembangunan daerah.
Disatu sisi, Unisma tidak hanya mencetak lulusan yang siap bekerja (job seeker), tetapi juga pencipta lapangan kerja (job creator). dr. Erna menjelaskan empat pilar unggulan yang mendukung hal ini.
Pertama, program Student Exchange dan Joint Degree ke Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Kedua, program Halaqah Diniyah dan kajian kitab kuning.
Ketiga, kerjasama dengan LSP P-1 berlisensi BNSP. Dan terakhir, pengembangan obat herbal (Bio-Medicine), Smart Farming (pupuk hayati Unisma), dan teknologi energi terbarukan.
“Kami ingin riset mahasiswa tidak hanya berhenti di perpustakaan. Hasil riset pakan ternak dan pupuk hayati kami sudah diadopsi di Laboratorium Jengglong dan akan segera diproduksi massal untuk membantu petani NU di Jawa Timur,” pungkasnya (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




